33 Maaf END

33 4 0
                                    

33 Maaf END

Ibnu menatap heran pada suaminya yang mengambil sebuah motor di parkiran motor sang pemilik kontrakan, pikirnya kok nggak izin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ibnu menatap heran pada suaminya yang mengambil sebuah motor di parkiran motor sang pemilik kontrakan, pikirnya kok nggak izin. "Ini motor saya yang biasa saya gunakan jika berkunjung ke sini, ayo naik pakai dulu helmnya," tuturnya menyodorkan helm berwana coklat itu pada ibnu dan itu menjawab apa yang ada dikepalanya.

"Mbak Dika," panggil Evans pada orang yang baru saja datang dan melepaskan helmnya yang dipakai mengenaikan hijab abu-abu itu menoleh menyengit.

"Evans piye kabare? Gek kapan teko?" tanya gadis itu turun dari motor.

"Allhamdulillah baik mbak, belum lama sampai. Mbak sendiri bagaimana kabarnya?"

Mengangguk. "Baik juga Alhamdulillah, btw mau kemana?"

"Mau beli makan, mbak sudah makan? ikut sekalian," jawabnya sekaligus menawarkan.

"Kalian saja, mbak juga mau pergi lagi ini," menoleh ke ibnu yang menatapnya membuatnya tersenyum. "Ini pasti ibnu kan? duhh cantik e, ah iya panggil saya Dika kita seumuran kok semoga bisa menjadi temannya. Have fun perginya."

Evans mengendari motornya dengan ibnu yang ada diboncenganya menuju jalan aspal depan sana, sore itu lalu lalang kendaraan keluar masuk gang. Mulai dari mahasiswa yang pulang dan pergi, pulang kerja dan lain-lain. Terlihat juga anak-anak pada bermain sepeda, lari-larian, main bola dilahan kosong.

"Mbak dika itu anaknya pak bejo seumuran denganmu, dia kuliah jurusan sistem informasi kamu bisa berteman dengannya."

"Kamu ke_ Kenal? Saya kenal sudah lama pakdhe bejo itu bisa dibilang saudara ipar nya ibuk. Kamu mau makan apa?" tanyanya melihat ibnu dari spion yang menampilkan raut bingung.

"Terserah kamu aja deh, aku kan tidak tahu makanan yang ada disini," jawabnya membuat evans mengangguk.

"Mau makan di tempat atau dibungkus?"

"Dibungkus aja deh."

Lagi dan lagi evans mengangguk mendengar jawaban itu. "Kita belanja dulu baru beli makan ya?"

Beberapa saat kemudian motor belok ke salah satu toserba lumayan besar dengan dua lantai. Mengajak Ibnu untuk masuk untuk membeli beberapa perlengkapan dan juga bahan makanan.

"Kamu mau apa? ambil aja," pintanya pada ibnu sambil mendorong sebuah troli setelah dari rak persabunan.

"Mau ini boleh?" Tanyanya menunjuk chiki berwarna merah dan kuning dan hanya diangguki oleh Evans. Berlanjut berkeleling lagi tak terasa sudah penuh stok bahan makanan dan juga jajan.

***

Membawa semua belanjaannya masuk ke dalam rumah menaruhnya di atas meja makan evans kembali keluar rumah sedangkan Ibnu menata belanjaannya itu biar terlihat rapi. Memasukkan ke lemari dan sudah disesuaikan agar mudah mencarinya.

NEOPHYTE (SELESAI Belum Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang