Berkeliling di Kota Heavens

68 10 5
                                        



Kota Heavens adalah Kota yang menjadi daerah kekuasaan Grand Duke Everly, tempat Thea tinggal. Kota yang dilapisi oleh shield milik keluarga Everly itu terkenal sangat aman. Karena shield akan bekerja saat ada orang yang berniat buruk masuk kedalam.

Tapi kelemahan dari shield ini tidak bisa mendeteksi kejahatan yang ada di dalam, lebih tepatnya orang yang memang tinggal disana.

Kota Heavens memiliki tema warna hijau atau bisa dibilang banyak tumbuhan dan bunga yang tumbuh dengan baik disana.

Di hutan akan banyak tanaman obat yang tumbuh liar dan bisa diambil bebas oleh warga dan para bangsawan dengan takaran yang sudah di tentukan dan kejelasan akan digunakan apa tanaman itu.

Peraturan itu sengaja ditegakkan oleh Apollyon, karena saat dia datang disana, banyak sekali para bangsawan yang mengambil tanaman obat untuk memperkaya diri mereka dengan cara menjual dengan harga lima kali lipat pada non bangsawan.

Lalu para non bangsawan yang tidak memiliki kekuatan sihir akan kesulitan mendapatkan tanaman obat.

Akhirnya sekarang hutan yang penuh dengan tanaman obat itu dikelola oleh Everly.

Tak kala dengan Ibukota, Kota ini penuh dengan toko toko yang menjual perhiasan, pakaian dan makanan yang enak.

***

Thea dengan santai menelusuri semua jalanan yang dia lewati. Matanya bahkan tidak berhenti bekerja dan terus melihat kesana kemari. Setelah lama berjalan, dia memutuskan untuk singgah disalah satu kedai makanan.

Setelah memesan dua menu dan satu minuman, Thea membuang pandangannya kearah luar. Dia bisa melihat aktivitas para bangsawan yang sibuk menghabiskan uang, para non bangsawan yang sibuk bekerja dan para prajurit yang berlalu-lalang menjaga setiap sisi kota.

"Aku tidak tahu jika nyata gambarannya menjadi seperti ini. Kota ini saja sudah terlihat bagus, apalagi Ibukota." kagum Thea.

"Pesanan anda, Lady." ucap salah satu pelayan yang mengantarkan makanan Thea.

Tangannya yang tadi berada di atas meja, dia turunkan. Dengan segera pelayan itu menata makanan keatas meja. Setelah pelayan pergi, barulah Thea mulai melahap makanan yang sudah berteriak uuntuk segera dia santap.

Menyelesaikan makan siangnya, Thea akan beranjak pergi dari sana sebelum sebuah keributan membuatnya menetap.

Ada banyak kesatria yang sepertinya sibuk mencari seseorang. Terlihat dari wajah serius mereka yang menatap setiap orang yang lewat dan mata mereka yang menyisir segala tempat.

"Apa ada penjahat?"

"Atau mungkin tahanan kabur."

"Siapa yang mereka cari?"

"Kenapa para kesatria Grand Duke terlihat khawatir dan serius seperti itu? Apa ada masalah Duchi?"

Ucapan penuh tanya para bangsawan awalnya tidak dihiraukan oleh Thea, tapi begitu mansionnya di bawa-bawa. Dia tahu siapa yang mereka cari, tak lain dan tak bukan adalah dirinya yang kabur.

Dari tempatnya sekarang dia bisa melihat jam besar yang berada di tengah kota yang menunjukkan waktu makan siang. Tak ayal para kesatria keluarganya mencarinya, karena sudah pasti mereka tidak menemukannya dirumah.

"Sial!!! Aku lupa jika sekarang sedang kabur," rutuk Thea pada kebodohannya.

Melihat para ksatria yang masuk kedalam kedai yang dia tempati, ia terburu-buru memberikan uang pada pelayan tadi dan dengan secepat mungkin mencari jalan keluar.

Make My Own ChoiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang