Thea yang menunggu balasan surat-suratnya sudah mulai merasa jengah. Kesabarannya yang memang awalnya sudah tipis, kini sudah menghilang terbawa angin.
"Masih tidak ada balasan dari Duke Maven?" tanya Thea pada Naina.
"Tidak ada, Nona." jawab Naina.
Gadis itu menghembuskan nafas lelah. Dia ingin marah, tapi sedari awal sudah tahu resiko macam apa yang akan dia dapatkan. Jadi, dia coba tahan saja amarahnya.
"Hari ini setelah kelas etika dan pelajaran sejarah kerajaan, apalagi kegiatanku?" tanya Thea setelah lama terdiam.
"Tidak ada, Nona. Tuan Grand Duke sengaja membatasi kegiatan Nona agar tidak lelah."
Alasan itu lagi, batin Thea.
Sejujurnya dia sudah lelah terus di awasi dan di kekang. Banyak kegiatan yang tidak di perbolehkan oleh kedua orang tuanya. Pantas jika tubuh yang dia tempati itu begitu lemah.
Seharusnya, orang tuanya itu mengupayakan penyembuhan untuknya dan melatih mananya agar segera stabil. Ini malah di diamkan saja.
Kehidupanmu cukup menyebalkan dan terlalu membosankan, Thea.
"Bantu aku bersiap," perintah Thea pada Naina.
Sebentar lagi sudah waktunya dia untuk menghadiri kelas etika dengan Countess Harry. Dia tidak ingin telat, karena itu adalah satu etika bangsawan.
***
Selesai dengan kedua kelasnya, Thea memilih mengurung diri di kamarnya.
Dia terlalu banyak menghafal tadi hingga terasa kepalanya akan berasap jika di teruskan. Setelah dia meminta teh peppermint pada Naina dia bersiap tidur siang.
Tadinya dia ingin meminta teh lavender, tapi mengingat di tempatnya sekarang belum ada, jadi dia meminta teh yang ada saja. Di dunia yang dia tempati, hanya ada 2 teh yang di konsumsi, teh peppermint dan teh chamomile.
Padahal ada banyak tanaman yang hidup, salah satunya adalah lavender dan hibiscus atau yang biasa di kenal dengan bunga sepatu.
Thea adalah penggemar teh garis keras, tentu saja dia nanti akan mencari bahan-bahan untuk membuat teh. Dia mendengar jika ada tanaman Camellia sinensis, disini mereka tidak tahu apa kegunaan dari daun itu. Sayangnya mereka juga tidak tahu nama tumbuhan itu.
Matanya mulai memberat dan dalam hitungan detik, Thea sudah berlabuh ke alam mimpi.
Naina yang masuk dan akan bertanya, apa nonanya mau di bawakan camilan sekalian menjadi urung. Terlihat sekali jika Thea tidur sangat pulas. Sampai langkah kaki Naina saja tidak membangunkannya.
Thea yang kehilangan ingatan di mata Naina adalah gadis yang sangat sensitif akan suara. Ada sedikit saja suara yang masuk saat dia tertidur, maka dalam hitungan detik matanya akan terbuka.
Tanpa Naina tahu, jika Ghea yang di tubuh Thea adalah atlet yang sangat disiplin. Dia sering di bangunkan secara tiba-tiba, entah karena jadwal latihan, pertandingan atau ada wawancara untuknya.
Jadi, selelap apapun tidurnya, pikiran dan tubuh Thea harus tetap terjaga. Tanpa dirinya sadari, di dunia baru kebiasaan lamanya tidak menghilang sama sekali.
***
Mata Thea yang masih berat mulai terbuka saat mendengar suara kegaduhan dari lantai bawah. Suara pedang dan teriakan mulai terdengar dan mengusiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make My Own Choice
FantasiaSetelah menerima undangan ke sebuah pulau bersama 12 orang lainnya. Masing-masing dari mereka menerima perhiasan dan dia menerima gelang cantik bermata berlian, setelah memakainya Ghea Kanaya terlempar ke suatu tempat asing. Ghea terpaksa harus bera...
