Mereka akhir nya pulang dengan sedikit ketidak relaan dari Thea. Dia masih ingin berkeliaran di luaran sana. Petunjuk belum dia dapat kan karena Edmund yang terus menempeli nya.
"Thea, putriku!" seru Dianna saat melihat putri nya yang baru masuk dari pintu mansion.
"Hai, ibu." sapa Thea.
Dianna memeluk putri nya dengan tubuh yang di gerak kan ke kanan dan kiri. "Kenpa terlihat tidak bersemangat?" tanya Dianna.
"Aku masih belum puas," ujar Thea dengan lesu.
"Setelah acara kerajaan ini, kamu bisa kembali ke acara berpetualang mu." hibur Dianna. Sambil mengajak putri nya itu untuk duduk.
"Memang kerajaan sedang mengadakan apa, bu?" tanya Thea sambil mengambil teh yang di siapkan pelayan
"Acara pertunangan putra mahkota, kakak sepupu mu." ucap Dianna.
Thea yang terkejut menyemburkan teh yang baru saja melewati bibirnya.
"Thea!" teriak Dianna.
"Maaf, bu. Aku terkejut." ucap Thea dengan menyeka tetesan teh yang meluruh dari bibir nya.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Thea setelah kekacauan kecil yang di buat beres.
"Mendadak apanya? Mereka kan sudah lama saling memadu kasih." ucap Dianna.
'Memadu kasih? Kenapa terdengar horor di telingaku.' batin Thea merinding.
"Kamu datang dengan adik, sayang?" tanya Dianna.
"Tidak, bu." geleng Thea.
Dianna mengerutkan dahinya bingung. Memangnya kalau bukan dengan Theo dengan siapa lagi putrinya pergi?
"Lalu?"
"Duke Edmund. Aku diajak datang bersama dengannya." ucap Thea dengan berat.
Dia tadinya sudah menolak tegas ajakan dari Duke satu itu. Sayangnya, pria itu sangat pandai mengancam hingga Thea hanya memiliki pilihan mengikuti keinginan pria itu.
"Kamu tidak memaksa Duke Maven kan sayang?" ucap Dianna dengan horor.
"Ibu!" seru Thea tidak terima. "Memangnya aku seperti itu?" kesal Thea.
Dianna menggeleg sambil menyandarkan punggungnya. "Bukan seperti itu. Sejak kejadian itu dan kamu bangun, kamu berbeda, nak. Lebih nekat," ucap Dianna.
Thea berdecak kesal. Dia memang dasarnya nekat, tapi kalau untuk Edmund mana berani dia nekat. Nyawanya bisa melayang dalam hitungan detik.
Dia kan mendekati Edmund hanya demi tujuan tercapai. Kalau tidak ada seperti itu mana mau dia dekat-dekat. Pria itu memang idolanya di dalam novel, tapi sekarang? Mana mau dia.
*)_(*
Setelah Thea beristirahat sejenak, kini gadis itu sudah berada di ruang tamu dengan pemilik butik. Ibunya sudah memesankan beberapa pasang gaun untuk di kenakan di acara besok.
Semua gaun itu terlihat berat, Thea tentu saja protes. Dia tidak ingin menggunakan gaun gaun berat itu.
"Kalau begitu, Lady Lianna ingin gaun seperti apa?" tanya sang pemilik butik.
"Jangan sampai kamu meminta seperti pakaianmu saat berpetualang ya, Thea." peringat Dianna.
Wanita dua anak itu sempat pusing melihat pakaian putrinya dalam beerpetualang, pendek semua.
"Ibu, mana mungkin aku ke pesta dengan gaun pendek?" ucap Thea.
Padahal dulu aku sering menggunakan gaun gaun pendek seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make My Own Choice
FantasySetelah menerima undangan ke sebuah pulau bersama 12 orang lainnya. Masing-masing dari mereka menerima perhiasan dan dia menerima gelang cantik bermata berlian, setelah memakainya Ghea Kanaya terlempar ke suatu tempat asing. Ghea terpaksa harus bera...
