Acara makan malam selesai dengan suasana yang sangat dingin dan kaku. Thea bahkan tidak menghabiskan makanannya dan pergi dari sana lebih dulu.
Tidak ada yang menghentikan tindakan Thea, karena tak lama satu persatu keluarga Grand Duke juga pergi. Hanya tersisa Seamus dan Carina disana dengan helaan nafas yang terus keluar dari bibir Seamus.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Rina? Bagaimana bisa kamu menjadi seperti nona bangsawan yang tidak memiliki etika?" tanya Seamus dengan dahi berlipat.
Carina yang dia kenal adalah nona bangawan dengan etika yang sangat bagus, tapi sekarang kemana semua etika itu pergi.
"Maafkan aku Seamus, aku hanya sedikit kesal tadi." jawab Carina dengan kepala yang semakin menunduk.
"Kesal karena apa?" tanya Seamus lagi.
"Aku kesal karena Thea tidak menyukaiku," jawab Carina.
Semakin berlipat lah kerutan di dahi Seamus. "Sejak kapan kamu dekat dengan sepupuku hingga bisa memanggilnya seperti itu? Thea adalah panggilannya untuk keluarga dan kediamannya. Orang luar selalu memanggilnya dengan Lady Lianna.' ucap Seamus.
Semakin gelagapan lah Carina karena ucapan Seamus yang di ketahui oleh seluruh Kerajaan Gracewell.
***
Carina bisa lolos malam itu dengan banyak penyangkalan dan tentu saja wajah yang dia buat semelas mungkin agar Seamus tidak tega padanya. Benar saja, Seamus langsung menghentikan semua pertanyaannya saat melihat wajah memeles Carina.
Di kediaman Everly mereka baru saja menyelesaikan sarapan dengan tenang. Tidak adanya Carina disana membuat sarapan mereka lebih nyaman.
Karena Tuan Muda dan Nona Muda mereka tidak menyukai keberadaan gadis itu.
"Apa yang akan kau lakukan hari ini Seamus?" tanya Apollyon.
"Aku berencana berlatih dengan Theo hari ini paman," jawab Seamus yang di angguki oleh Theo.
"Tapi Theo berjanji akan keluar bersamaku hari ini," protes Thea.
Theo memejamkan matanya karena lupa sudah membuat janji dengan kakaknya lebih dulu.
"Kalau begitu aku akan berlatih dengan Theo sebentar saja dan setelahnya dia bisa keluar denganmu," usul Seamus.
Terlihat Thea yang diam memikirkan usulan Seamus, tak lama dia mengangguk mengiyakan. "Baiklah. Tapi ... Hanya sebentar ya." ucapnya sambil menoleh pada sang adik.
Theo mengangguk dengan senyum yang terbit begitu saja. Kakaknya berubah menjadi lebih baik sekarang. Banyak interaksi diantara keduanya, berbeda dengan dulu yang sangat sedikit. Bahkan saat bertemu saja sangat canggung.
***
Suara dentingan pedang yang beradu terdengar dari arah belakang mansion Everly. Terlihat dua pria dengan atasan yang di lepas sedang beradu dengan serius. Saling menangkis, menyerang dan mencari titik kelemahan lawan. Keringat yang turun pun tidak mereka hiraukan.
Thea yang berada di balkon kamarnya tepat menghadap taman belakang menonton latihan Theo dan Seamus dengan malas. Thea yang di kehidupannya dulu penggemar roti sobek kini sedang tidak berselera. Padahal banyak pelayan yang sengaja lewat dan mencuri pandang.
Alasannya hanya satu, dia sedang bosan dan segera ingin keluar untuk jalan-jalan.
"Apa acara latihan mereka masih lama, Naina?" tanya Thea pada pelayan yang dikirim ibunya untuk menemaninya. Awalnya Thea tentu protes, namun ibunya juga tidak kalah dalam adu debat dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make My Own Choice
خيالSetelah menerima undangan ke sebuah pulau bersama 12 orang lainnya. Masing-masing dari mereka menerima perhiasan dan dia menerima gelang cantik bermata berlian, setelah memakainya Ghea Kanaya terlempar ke suatu tempat asing. Ghea terpaksa harus bera...
