Hari yang di hindari Thea akhirnya datang juga. Hari dimana dia akan berangkat menuju istana dan menginap disana beberapa hari.
Pihak keluarga kerajaan memang di wajibkan untuk menginap di kerajaan saat akan di adakan perhelatan pesta. Hal yang paling tidak Thea sukai.
Sejakk mendarat di rumahnya, Thea harus berpisah dengan para celana dan kaos yang dia pakai selama berpetualang. Sehari-hari, dia di haruskan memakai gaun yang panjang.
Dan selama berada di istana, dia juga akan melakukan hal; yang sama. Pakaian yang akan di pakainya sudah di siapkan oleh ibunya dan Thea mau tidak mau harus memakai gaun yang menyapu lantai. Untung nya, ibunya paham selera Thea dan membawakan gaun gaun yang tidak berat, namun kesan mewahnya tidak hilang sama sekali.
"Masih lama, Theo?" tanya Thea yang sudah bosan berada di kereta kuda bersama adiknya.
"Sabar, kak." jawab Theo.
"Memang tisak bisa ya kita menggunakan sihir teleport untuk sampai disana? Mempersingkat waktu." tanya Thea.
"Bukan tidak bisa, tidak boleh. Kerajaan masih menerapkan peraturan lama dan tidak boleh di langgar." geleng Theo.
"Menyebalkan," dengus Thea malas.
Mata nya kembali menatap kearah luar. Menikmati pemdangan orang orang yang berlalu lalang. Jika dia biasanya merasa tertarik, kini tidak lagi.
Perjalanan menggunakan kereta kuda memang selalu lama, ketimbang dengan kuda saja atau dengan sihir. Namun, seperti yang sudah Theo jelaskan, pertauran lama masih di pakai, dan wajib untuk di taati.
"Bokongnya rasanya mati rasa karena terlalu banyak duduk," gerutu Thea dengan suara kecil. Bibirnya merapalkan rasa syukur saat sudah melihat kemegahan bangunan kerajaan.
"Akhirnya sampai juga," seru Thea senang.
Gadis itu mulai melakukan perenggangan pada sendi tubuhnya yang terasa kaku setelah lama berdiam diri. Theo yang melihat tingkah kakaknya hanya menggelengkan kepala. Sejak bangun dari komanya, Theo bisa melihat tingkah ajaib kakaknya.
Gerbang istana mulai dibuka, Thea menatap berbinar kearah luar. "Kakak terlihat senang menatap istana," ucap Theo.
"Bukan senang melihat istana, tapi aku senang karena bisa terlepas dari siksakan duduk ini." ucap Thea.
"Kakak dulu begitu menyukai jika diajak ke istana, kenapa sekarang jadi harus di paksa dulu." cibir Theo.
"Bosan," hanya itu jawaban yang bisa di pikrikan oleh Thea. Mana mungkin dia mengatakan jika menghindari Leak yang akan menetap di istana.
Leak yang di maksud Thea adalah, Carina Lea Roman. Sang tokoh utama.
*)_(*
Kedatnagan keluarga Everly di sambut dengan suka cita oleh sang raja. Pria paruh baya yangmasih terlihat muda itu begitu senang menyambut adik beda ibunya itu. Sang ratu juga begitu bersemangat, apalagi saat melihat keponakannya yang sudah jarang berkunjung datang.
"Thea! Bibi merindukanmu, kenapa sekarang jadi tidak pernah datang ke istana? Biasanya kan kamu akan datang dengan Carina." tanya Jesabel selaku Ratu Gracewell.
"Saya sudah menjadi petualang, bibi. Keseharian saya sekarang berubah." jawab Thea.
Jesabel mencebik tidak suka. "Kenapa harus jadi perualang sih? Disini saja temani bibi," ucap Jesabel dengan sedikit rengekan.
'Lalu selalu bertemu dengan si Leak begitu? Tidak terima kasih yang mulia bibi, aku masih ingin hidup tenang tanpa ganggun.' batin Thea menolak.
"Saya suka kegiatan baru saya, bibi." ucap Thea dengan senyum semanis madu. Seamus, Astin, Perin dan jangan lupakana Carina yang baru datang dibuat terkesima dengan senyum manis Thea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Make My Own Choice
FantasySetelah menerima undangan ke sebuah pulau bersama 12 orang lainnya. Masing-masing dari mereka menerima perhiasan dan dia menerima gelang cantik bermata berlian, setelah memakainya Ghea Kanaya terlempar ke suatu tempat asing. Ghea terpaksa harus bera...
