36

1.2K 135 35
                                        

Acara selesai, tidak memakan banyak waktu. Hanya perayaan kecil juga kumpul keluarga saja, bagi Seokjin juga Jeni sudah jauh dari cukup yang pentingnya kan sah jadi pasangan suami istri.

Sekarang ayah sama bunda udah punya mantu, udah siap jadi nenek dan kakek dimasa yang akan datang.

Mau tidak mau anak-anak satu persatu pasti akan menemukan jalannya sendiri, bertemu dengan orang pilihannya.

Biarpun bukan acara besar-besaran tapi tetep aja capek, lelah banget sampe langsung pergi istirahat masuk ke lobang masing-masing. Maksudnya kamat.

Setelah bunda sudah selesai bersihkan badan kini tujuannya menemui si bungsu Lion Kim yang masuk kedalam kamar lebih dulu sejak tadi, anaknya butuh istirahat banyak.

Perawat yang berjaga mundur kebelakang ketika Bunda mendekat dan duduk di samping ranjang, mengusap lembut pelipis anak singanya yang masih lelap.


"Adek belum bangun dari tadi, Sus?"

"Beberapa kali sempat bangun tapi langsung tidur kembali, tidurnya terlihat sangat nyenyak"

Bunda tersenyum, memang benar putra bungsunya nampak terlelap dengan nyenyak. Mungkin rindu dengan kamarnya, kasur empuknya yang selalu memberi kehangatan berbeda.

"Keadaannya baik kan?"

"Baik, Bu. Tidak ada hal yang perlu dicemaskan"

"Bunda.." Lirihan khas bangun tidur putranya terdengar, Bunda tersenyum manis.

"Iya, Dek. Ini bunda, kenapa?"

"Udah selesai, ya?" Bunda mengangguk, udah pasti jelas pertanyaannya kemana. Ya pastinya acara Seokjin juga Jeni.

"Bunda temenin adek tidur, ya?"

"Iya, bunda temenin adek tidur"

"Ayah juga, adek mau bareng sama ayah"

"Ada yang kangen sama ayah, ya?" Taehyung juga Bunda melirik ke arah sampingnya, "Ayo kita bobo bareng malam ini bayiknya ayah"

Ayah berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan posisi Taehyung.

"Malam ini kita tidur barengan"

Taehyung tersenyum, menatap bahagia ayah dan bundanya.



°°°




"Kenapa, Mas?" Jeni duduk mendekat, menggenggam tangan yang kini menjadi suaminya. "Kamu keliatan gelisah banget, loh"

"Aku gak tau, rasanya ada yang aneh aja"

"Aneh kenapa? Apanya yang aneh?" Seokjin menggeleng, jujur dia sendiri juga gak tau.

"Kamu butuh istirahat, kecapek-an itu"

"Sepertinya"

"Mau aku buatkan minum?"

"Boleh"

Jeni melanglah keluar sementara Seokjin masih dengan lamunannya, gak jelas banget emang. Tiba-tiba ada rasa aneh aja, gak tau apa dan harus apa. Serba salah, bikin bingun sendiri.



°°°



"Kemana?"

"Liat adek"

"Udah tidur tadi bareng ayah sama bunda"

"Dimana?"

"Ya, dikamar lah. Dimana lagi?"

"Maksud gua di kamar siapa?"

"Adeklah, Jung"

Jungkook mendelik, si kembaran Jimin kalo mau ngasih info suka bertele-tele.

Lion KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang