13. Masa lalu

874 47 2
                                        

Bonjour motherfuckers 🖤
i'm back!! kali ini dengan effort setengah karena gue sibuk banget (Makan, minum, mandi, eek, sekolah, bobo) di rl.

Semoga cerita ini masih rame kayak kemaren kemaren walaupun gue jarang update.

•••

🐺ZEEN GALAKSI BRAWIJAYA 🐺

&

🐰DENZIAN ALI DEWANGGA 🐰

•••

»»𓆩♡𓆪««

13. Masa lalu.

Sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah Abi. Di dalamnya ada Samudra yang setia menjaga anak itu yang masih tak sadarkan diri di dalam kamarnya.

Sesaat setelah Samudra mengatakan bahwa Marvel berada di rumah Dean, kesadaran anak itu mulai menurun.

Hasil pemeriksaan medis mengatakan bahwa anak itu pingsan akibat alerginya kambuh. Bersyukur karena Samudra cepat memanggil orang medis.

Kini, Abi masih terlelap dalam tidurnya. Di balut dengan hoodie tebal, celana panjang hangat, kaos kaki tebal dan selimut tebalnya. Mengurangi rasa dingin yang Abi rasakan.

Samudra menatap dalam wajah teduh Abi. Pikirannya kacau kala mengingat kejadian dimana Abi setia menunggu Marvel yang tak kunjung datang. Rasa sesak di dadanya hadir begitu saja melingkupi hatinya.

"Bi, kalau waktu boleh kembali di ulang, jujur gue gak mau di posisi itu." Samudra bersuara.

Pemuda itu tertunduk. "Gue terpaksa ngelakuin itu, Abi."

"Gue gak ada niatan nyakitin lo. Hanya di saat itu, lo kebetulan lihat gue lagi sama Manda. Di saat itu dia minta tolong ke gue soal masalahnya, Bi. Tapi di pandangan lo, gue seakan kayak bajingan murahan yang cuma main-main dengan perasaan lo. Tapi sebetulnya nggak, Bi." Samudra kembali menatap Abi seraya menghirup nafas panjang kala sesak di dadanya hadir.

"Maafin gue," Paparnya. "Gak tau lagi harus dengan cara apa supaya lo percaya dan mau maafin gue."

Samudra terdiam sejenak untuk menetralisir emosinya yang ingin meluap. Karena dia masih mempunyai otak untuk tidak menghancurkan barang di sampingnya.

"Gue harap, lo ingat, yang jagain lo di saat-saat kayak gini, itu gue. Bukan Marvel."

Samudra meraih kuncinya di atas nakas di samping ranjang Abi. Ia berdiri seraya membenarkan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh Abi. Walaupun kehangatan yang di berikan selimut itu hanya sementara, namun Samudra akan siap untuk menyelimuti Abi dengan kehangatan yang abadi. Suatu saat nanti.

Matanya menatap wajah teduh Abi. Perlahan ia dekatkan wajahnya pada jidat anak itu lalu di kecupnya lama, menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang di dalamnya.

"Gue pergi dulu. Jaga diri baik-baik, Sayang."

Pemuda itu keluar dari kamar Abi. Setelah itu, ia segera pergi meninggalkan pekarangan rumah Abi lalu melajukan kecepatan mobilnya ke satu arah.

Sejujurnya, ada dendam amarah yang terselubung dalam benak Samudra. Sejahat-jahatnya ia, ada yang lebih bajingan dari padanya. Menurut pandangannya.

Ntah apa yang akan di perbuat laki-laki itu malam-malam begini.

RENEGADE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang