32. Rahasia Hati

659 29 7
                                        

BONJOUR MOTHERFUCKERS🖤

[Happy New Year, readers RENEGADE!!
Awali tahun baru dengan cerita panjang RENEGADE. Ini special buat kalian semua karena new year new chapter. Terimakasih sudah ada sampai saat ini yaa. Love you guyss!!]

Happy Reading🖤

»»𓆩♡𓆪««

32. Rahasia Hati.

Jika kamu merasa tidak di cinta, salahkan orangnya.’ Begitulah kira-kira kata puitis yang tertulis di sebuah buku novel yang Dean baca malam ini di balkon kamarnya. Novel dengan isi tentang sepasang kekasih saling mencintai namun harus kandas di tengah jalan saat terungkap bahwa cinta yang diberikan ternyata tidak sepenuhnya utuh dan sempurna.

Di tengah kesendirian nya, sekelebat bayangan tentang kejadian sore itu terlintas begitu saja di pikirannya. Dean benci itu. Ia benci disaat dirinya baru saja selesai bersih-bersih badan, lalu membaca pesan Marvel yang sejam berlalu tak sempat ia baca. Pesan itu dikirim selepas Marvel pergi dari rumah Dean. 

Pesan itu berisi demikian;

Marvel Erlangga : Habis ini bersih-bersih badan.

Marvel Erlangga : Makan, minum susu, bobo. Jangan keluyuran. Inget, lo gak bareng gue. 

Marvel Erlangga : Maaf, jangan nangis.

Pesan itu Dean biarkan begitu saja tanpa mau membalasnya. Lantunan musik ringan di malam yang dingin menambah kesan sendu. Dean gelisah, hatinya terasa seperti sangat kosong. Sepi, hampa, seakan ingin dirinya rapuh malam ini juga. Dean menatap langit gelap sembari berpikir, apakah Marvel merasakan apa yang dia rasakan? sedih, sakit hati, benci, marah, apakah Marvel juga merasakannya? 

Tanpa sadar, air matanya turun membasahi pipinya. Bibirnya yang sedikit pucat sesekali mengeluarkan asap ketika dirinya menghembuskan nafasnya. Dingin menjalar di sekujur tubuh Dean. Ia kembali teringat di saat-saat seperti ini merasakan berapa hangatnya sentuhan tangan Marvel yang melingkar di perutnya sambil membungkusnya dengan badan besar pemuda itu.

Tak bisa ia pungkiri bahwa dirinya sangat merindukan sosok Marvel di dekatnya. Dean bertanya-tanya, kemana Marvelnya? apa yang di perbuat Marvelnya saat ini sampai tak sempat mengirimkannya pesan? apakah Marvelnya pergi ketempat yang ia benci? apakah saat ini Marvel tengah berdua dengan Abi? apakah Marvelnya sedang …, ahh, tak bisa lagi Dean berpikir tentang Marvel sampai sebanyak itu. Terlalu sakit hati dan pikirannya ketika mengingat Marvel terus.

“Kangen,” Dean bergumam seraya memeluk dirinya erat saat angin kencang menerpa tubuhnya. 

Dean menatap langit yang perlahan-lahan memancarkan sinar bulan. Malam seakan tahu bahwa Dean sedang ingin di hibur. “Langit,” Dean bermonolog. “Gue sanggup ngelawan banyak orang yang gue sendiri gak tau mereka sebenarnya jahat atau nggak. Tapi kenapa untuk ngelawan satu orang yang benar-benar jahat sekalipun, gue gak bisa. Gue terlalu lemah buat dia,” 

Matanya mulai berkaca-kaca. “Apa karena gue terlalu sayang? apa karena selama ini, sifat buruk dia tertutupi dengan cara dia perlakuin gue selayaknya orang pacaran? apa gue yang terlalu buta?” 

Dean mengambil handphone-nya lalu kembali melihat gelembung chat terakhir yang Marvel berikan. “Lo nyuruh gue buat gak nangis, apa lo sadar kalau gue nangis karena ulah lo sendiri? brengsek lo, Vel.” Ucap Dean disertai kekehan kecilnya. 

Saat tengah membaca beberapa chat antar keduanya, notifikasi dari nomor tak di kenal muncul di beranda handphonenya. Keningnya mengerut, siapa yang mengirimnya pesan di jam setengah sepuluh? Jam-jam rawan baginya untuk mendapatkan pelukan hangat dan nyaman.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RENEGADE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang