Bonjour Motherfuckers 🖤
Terimakasih masih ada sampai saat ini.
[Aku hadir sebagai penghujung akhir tahun di cerita RENEGADE dan bersedia menemani akhir tahun kalian. Sebelum menghilang, aku mau ngucapin selamat menyongsong tahun baru buat kita semua. Terimakasih juga sudah menemani story ini sepanjang tahun kemarin dan tahun ini. Semoga makin jaya, sukses untuk tahun kedepan. Salam hangat, Arbie Rubby Janné. Bye-bye.]
Happy reading🖤
»»𓆩♡𓆪««
30. Adegan Hot.
Hari ini adalah jam pelajarannya guru bk dan Zian tidak suka itu. Selepas dari healing kemarin, akhirnya Zian dapat bersekolah seperti biasa. Padahal baru sekejap mata ia tidak menampakan diri di sekolah ini, namun Zian sudah merasa bahwa murid-murid di sekolahnya sudah kehilangan idola mereka.
Saat ini, ada saja ide kejahilan Zian yang tidak mau berkutat dengan materi Ibu Sukmawati Wulandari Hartanto Fatmawati Adiwijaya Sukmono Putri, S.Pd. yang kerap di panggil Busuk itu. Di bangku paling belakang, Zian dan Jedan yang memang sekelas, dari tadi sudah saling kode untuk menjalankan misi mereka yang ingin keluar dari kelas super panas ini.
“Lo bawa gak?” Bisik Zian. Kelas ini sepi, hanya suara Bu Sukma yang terdengar.
Jedan menganggukkan kepalanya, “Bawa. Sekarang?”
Zian melihat situasi terlebih dahulu sebelum beraksi melemparkan dua kecoa mainan yang dibawa Jedan. “Sekarang.” Ucapnya seraya mengambil mainan itu dari tangan Jedan.
Uluran tangan Zian yang super cepat itu tak terbaca oleh teman-teman sekelasnya. Mungkin karena mereka duduknya paling belakang kali ya? Saat Bu Sukma menghadap ke murid-muridnya, wajahnya yang dempul itu terkena lemparan mainannya Zian.
“IBU!! ADA KECOAK!!” Jedan memekik hingga keributan di kelasnya pun terjadi.
“MANA?! MANA, DIMANA KECOAKNYAAA!!” Histeris Ibu Sukma.
“DI PUNDAK IBU!!” Zian mengompori.
“EHH, BU?! MASUK DI BAJU IBU, BU!!” Jedan menambahi.
Teman-teman kelasnya ricuh. Mereka terlihat takut dan geli. Saat semuanya berjalan sesuai rencana, kedua orang gila itu segera berlari keluar sehabis membuat kekacauan. Mungkin habis ini, hidup Zian dan Jedan akan berakhir di tangan Ibu Sukma.
“Dasar, Busuk. Mau aja di kerjain,” Kekeh Zian.
“Warbel gass.” Kata Jedan setelah mengechat Aji dan Azra digrup.
Keduanya berjalan santai melewati kelasnya Lio. Melihat di kelas itu ada guru Matematika wajib, kedua netra Lio berhasil bertatapan dengan Zian yang kebetulan sengaja memelankan langkahnya.
Lio sontak berdiri dari duduknya membuat atensi teman dan gurunya terkejut. “Ada apa, Lio?” Tanya Pak Anton, guru matematika wajib yang memiliki nama lengkap, And Ton, S.Pd. (Jink😭)
“Anu, Pak. Ee …, saya izin ke WC. Panggilan alam.” Ucapnya dengan cengiran khasnya.
“Bah, kukira aku yang berak tak cebok. Rupanya si anjing ini yang kentut.” Gumam salah satu teman sebangku Lio, panggil saja Jeje karena nama lengkapnya, Jeffrey Stefanus Simanjuntak.
“Diem lu,” Sarkas Lio.
“Silahkan, Lio.” Ucap Pak Anton mempersilahkan Lio untuk keluar.
Lio buru-buru keluar dari kelasnya untuk menyusul Zian dan Jedan. Ia melihat kedua orang yang dicarinya berbelok kearah kelasnya Dean, yang berjarak dua kelas dari kelasnya. Ia menyusul dan rupanya dikelas Dean saat ini tidak ada guru mata pelajaran yang mengawas, jadinya terdengar ribut sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENEGADE
Jugendliteratur❝𝑲𝒊𝒕𝒂 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒏𝒐𝒓𝒎𝒂. 𝑴𝒂𝒌𝒂, 𝒎𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒅𝒖𝒏𝒊𝒂 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒌𝒊𝒕𝒂.❞ -𝐀 𝐉𝐚𝐧𝐧é, 𝐌𝐚𝐫𝐜𝐡 𝟐𝟎𝟐𝟑 »»𓆩♡𓆪«« cr : pinterest !¡RANK IN 2023...
