28. Kebobolan?!

529 29 3
                                        

!BONJOUR MOTHERFUCKERS!
Terimakasih masih ada sampai saat ini.

»»𓆩♡𓆪««

28. Kebobolan?!

“GALAAAAAKKKK, HUAAAAAA!! MAU SAMA KAMU!! POKOKNYA MAU SAMA KAMU!!”

Persetan dengan semua sifat Zian yang selama ini seakan tidak menyukai Galaksi. Kali ini ia tak mau merasakan apa yang sudah ia rasakan saat tidak bersama Galaksi tempo hari. Seharian penuh hidup Zian agak apes. Tapi itu salahnya sendiri, siapa suruh betingkah.

Zian tidak meneruskan dirinya masuk ke sekolah disaat dia sudah sangat terlambat untuk datang. Ia memutuskan pergi ke Warbel tempat teman-temannya berada. Sudah pasti lah ketiga kunyuk itu ada di sana jam segitu. Ngapain coba sok-sokan masuk kelas padahal paham materinya aja nggak.

Setelah berbincang panjang lebar mengenai keadaannya selepas bersama Aiyer, Zian mengajak ketiga sohibnya itu untuk melakukan sesuatu yang enak dilakukan. Pertama, Zian mengusul membeli es krim yang banyak lalu pergi ke sungai untuk memancing.

Walaupun sudah duduk anteng di atas batu tempat tumpuannya saat memancing, mata Zian tak luput dari sebuah pohon mangga yang besar dan banyak buahnya. Untungnya tidak terlalu tinggi, Zian kembali beride untuk mengambil mangga yang ntah punya siapa lalu dibawa pulang dan buat rujak.

Tidak semudah yang kalian pikirkan, rupa rupa nya di samping sedikit pohon mangga itu ada pemiliknya yang sedang berteduh untuk memanen. Alhasil Zian kena marah, wong dia yang panjat dia yang ngide. Tapi berhasil lah dibawa pulang mangga lima biji itu. Ngiler wak.

Ikan dah dapet–pancingan Jedan matap kali woy!! kalau udah skil, jangan lawan–trus mereka pulang ke rumahnya Jedan. Mama papanya kerja, jadi mereka bebas lah disana. Bakar ikan, ngerujak, ngegame, bobo siang, balik lagi ke sungai trus mandi. Asik dah, pokoknya. Hidup kayak berasa seperti semula, kata Zian.

Tapi dalam hatinya nggak bisa bohong. Ada kekosongan yang dirasakan saat malam menjelang tiba. Zian kepikiran Galaksi terus. Apa iya, ya, Galaksi nggak nyariin Zian? cukimai, padahal aslinya kayak orang gila itu Galaksi.

Dengan keberanian yang ada, Zian memutuskan untuk pergi ke Markas Besar Naverioz sendirian. Mandi udah, harum udah, setelan hoodie, celana pendek tapi dilapisi celana panjang, mata sembab dikit karena gak tau kenapa pas dia mandi tiba-tiba air matanya deres, kini Zian tinggal otw aja.

Selesai parkir motor, Zian berjalan masuk dengan tergesa-gesa lalu mendobrak pintu secara tiba-tiba. Hingga, disinilah mereka sekarang. Zian meraung-raung dalam pangkuan Galaksi sedari tadi ia datang. Galaksi baru selesai mengeksekusi Zian setelah seharian penuh ia menghilang bak ditelan bumi.

“Kemana aja kamu?! aku dari pagi nyariin kamu sampe ke ujung-ujung kota, chat kamu, telepon, lacak nomor kamu, sama sekali gak ada hasil terus kamu datang tiba-tiba nangis begini, siapa yang nggak khawatir coba?!” Galaksi menaiki intonasi suaranya. Ia sengaja menjauhkan diri dari kerumunan anak-anak Naverioz lainnya yang tengah berpesta.

Zian tak kunjung menjawab pertanyaan yang dilontarkan Galaksi. Ia hanya menangis dan menangis sesenggukan. Kepalanya sedikit pusing akibat terlalu lama menitikkan air mata.

“Punya mulut, gak? kalau ditanya, tuh, jawab.” Ucap Galaksi.

Pemuda itu menegakkan tubuh Zian yang dari tadi bersandar di dada bidangnya. Ia melihat wajah Zian yang seperti ini untuk pertama kalinya. Wajah yang garang, alis selalu ditekuk, mulut tiada henti berucap kata kasar, kini berubah menjadi wajah melas yang anehnya sangat lucu. Gemoy gemoy gimana, gitu.

RENEGADE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang