Laura menutup pintu loker setelah mengambil seragam putih abunya, lalu menoleh saat namanya diteriaki oleh Amara yang berjalan menghampiri.
"Ra!"
Amara mendekat dengan membawa dua cup minuman dari gelas plastik yang berbeda warna dan rasa.
"Nih, Ra," ucap Amara sembari mengulurkan cup berwarna dan berasa coklat.
"Buat gue?" alih-alih segera meraih, dahi Laura justru mengernyit.
Tumben.
"Em," Amara mengangguk dan tersenyum sumringah. "Tadi gue minta beliin minum ke Zio. Dia udah hafal banget minuman favorit gue, matcha," pamer Amara menggoyang pelan cup minuman berwarna hijaunya.
"Tapi nggak tau kenapa dia ngasih dua," sambungnya sembari melirik minuman rasa coklat yang diangsurkan nya pada Laura. "Gue inget lo suka rasa coklat. Jadi, ini buat lo."
"O-oh, thanks." Laura menyunggingkan senyum paksa sembari menerimanya. "T-tapi, emang nggak apa-apa, lo suka ... minta beli-beliin gini ke Zio?" sindir Laura hati-hati.
"Maksudnya ... ya, Zio emang baik sama lo. Tapi, apa lo nggak ngerasa gengsi atau ngerasa ... mungkin aja Zio keberatan?" sambungnya, yang baru Laura sadari mungkin saja kalimatnya terlalu menyinggung.
Namun, Amara menggeleng.
"Zio nggak pernah nolak. Jadi udah pasti dia nggak keberatan, kan?" sahutnya santai dengan senyum yang nyaris tidak hilang.
"Ya udah, gue mau ke lapangan."
"Nggak ganti baju?"
"Duluan aja, gue mau liat Zio main basket dulu." Amara tersenyum lagi sebelum berbalik badan dan meninggalkan Laura.
Laura menatap punggung Amara yang menjauh sebelum akhirnya beralih menatap minuman rasa coklat yang dia pegang. Dia menghela napas panjang. Dadanya berdebar tidak nyaman.
Ellzio terlalu friendly dan baik kesemua orang untuk dia yang cemburuan.
"Ayo!"
Laura mendongak menatap Aretta yang berjalan mendekat setelah mengambil parfumnya di kelas. Dia kemudian tersenyum kecil dan mengangguk lalu keduanya beranjak untuk mengganti baju olahraga yang mereka pakai dengan seragam putih abu.
★★★
Ellzio Sagara
Baby, ke UKS sini.
"Ta, lo udah selesai?" Laura sedikit berteriak dari bilik toilet. Setelah selesai berganti baju.
"Udah. T-tapi, shhh ... perut gue mules, Ra. Lo kalo mau duluan nggak apa-apa." sahut Aretta dari bilik yang satunya.
"Tadi gue bilang juga apa, jangan kebanyakan nambahin sambalnya." omel Laura. Dia bisa menebak penyebab Aretta 'Si penikmat makanan pedas' itu sakit perut karena terlalu banyak menambahkan sambal ke mangkuk mie ayamnya.
"Mmm ... ya udah, gue duluan ya, Ta?" sesaat Laura kembali membaca pesan dari pacarnya. "Gue ... mau ke UKS bentar."
Setelah mendengar Aretta mengiyakan, Laura beranjak keluar dari toilet. Lalu, dengan tujuan yang jelas kedua kakinya membawa Laura ke ruangan yang Ellzio minta.
"Zio ..."
Ellzio yang berbaring diatas salah satu bangkar namun kedua kakinya dibiarkan menjuntai sembari bermain ponsel reflek bergerak duduk.
"Sini." ucapnya tersenyum.
Laura menurut, berjalan mendekat. "Kenapa?"
Ellzio menarik Laura agar merapat, membuat cewek itu berdiri diantara kaki Ellzio yang terbuka. Kemudian kedua tangan Ellzio menyentuh pinggang Laura mesra.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT
Tienerfictie⚠️17+ Arcellzio Bagja Sagara, dinobatkan sebagai cowok ganteng paling meresahkan sepanjang sejarah siswa baru SMA Cakrawala. Siswa pindahan dari Bandung yang masuk sekolah semaunya dan membuat masalah adalah hobinya. Selain menjadi incaran guru BK...
