Aku menyukaimu dan dunia nggak perlu tahu.
-Laura Aeris Calista-
★★★
"Punya siapa, Ra?"
Senyuman tertahan Laura seketika hilang. Dia menghela napas dalam dan membuat raut wajah tenang.
"Zio," jawab Laura santai.
Terkesan tidak peduli kalau lembar jawaban yang dibagikan Auriga untuk diperiksa adalah milik crush nya. Berbanding terbalik dengan jantungnya yang berpesta. Namun, hanya sesaat. Saat Amara memintanya barter Laura berubah ... kecewa.
"Tukeran, dong!"
Laura tidak diberi kesempatan untuk sekadar mengiyakan atau menolaknya dengan mengucapkan kata ‘jangan’, seperti keinginannya. Tanpa menunggu respon Laura, Amara menukar kertas yang dipegang mereka.
Menelan rasa kecewa sembari menatap Amara yang sudah kembali ke posisinya menghadap depan, Laura menyunggingkan senyuman kecil menutupi kepasrahan.
"Jadi punya siapa?"
Aretta mencondongkan tubuh untuk melihat nama dari pemilik kertas baru yang Laura pegang.
"Fatir," sahut Laura, meski Aretta sudah melihatnya. "Lo?"
"Auriga,"
"Cieee ..." goda Laura melihat sahabatnya menyebut nama cowok itu dengan senyum malu-malu.
"Apa, sih, Ra ..." gumam Aretta salah tingkah dengan pipi merona.
Laura ingin kembali menggoda, namun dia harus fokus pada lembar jawaban Fatir yang menjadi tanggungjawabnya saat Bu Freya mulai memberi jawabannya.
"Amara Natya Tanisha?"
"95."
Bu Freya mulai mengabsen untuk memasukkan nilai. Nama Amara yang menjadi absen pertama, selalu sukses membuat teman-teman sekelasnya jantungan.
Nilai yang hampir sempurna dan membuat insecure serta dirasa mustahil didapatkan oleh teman-temannya, bagi Amara justru dianggap kecil dan mengecewakan.
"Serius, 95?" Amara menoleh kebelakang. "Salah nomor berapa?"
"Lo periksa sendiri aja nanti." sahut teman yang memeriksa lembar jawaban ulangan harian Amara dengan memutar bola matanya malas.
"Arcellzio Bagja Sagara?"
"20."
Tawa tertahan terdengar. Setelah merasa insecure mendengar nilai Amara yang hampir sempurna, sekarang teman-temannya sedikit merasa lega dan lebih percaya diri setelah mendengar nilai mungil Ellzio.
"Nggak cuma orangnya, nilai Zio juga suka ngelawak." bisik Aretta pada Laura dengan kekehan, yang membuat Laura ikut terkekeh juga.
Brak.
"Wah, lo, wah ..." Ellzio menunjuk Amara sembari menggeleng-gelengkan kepala setelah menggebrak meja. "Lo pasti nggak bener meriksa nya!" protesnya.
"Enak aja, bener kok. Orang lo cuma ngisi empat soal doang dan kebetulan aja empat-empat nya bener." sahut Amara dengan nada yang mengejek.
Dari dua puluh soal, Ellzio memang hanya mengisi soal yang menurutnya yakin jawabannya benar. Dia protes hanya untuk sekadar ... kebiasaannya, membuat drama.
"Sudah Ellzio, duduk dengan tenang!" tegur Bu Freya.
Sebelum menuruti ucapan guru kimia nya itu, Ellzio mengedarkan pandangan. Menatap teman-teman sekelasnya yang cengengesan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT
Novela Juvenil⚠️17+ Arcellzio Bagja Sagara, dinobatkan sebagai cowok ganteng paling meresahkan sepanjang sejarah siswa baru SMA Cakrawala. Siswa pindahan dari Bandung yang masuk sekolah semaunya dan membuat masalah adalah hobinya. Selain menjadi incaran guru BK...
