⚠️17+
Arcellzio Bagja Sagara, dinobatkan sebagai cowok ganteng paling meresahkan sepanjang sejarah siswa baru SMA Cakrawala. Siswa pindahan dari Bandung yang masuk sekolah semaunya dan membuat masalah adalah hobinya.
Selain menjadi incaran guru BK...
“Ah, deg-degan banget masa?” Amara menyentuh dadanya sembari menoleh ke ketiga temannya yang sibuk memasukkan buku ke dalam tas.
“Lo yakin mau nembak dia?” tanya Katya.
Setelah memberi tahu Laura, Amara juga membahasnya dengan Katya dan Aretta perihal dia yang mau kembali menyatakan cinta lebih dulu pada Ellzio.
“Em,” Amara mengangguk. “Gue ngerasa ... gue terlalu jual mahal sama dia nggak, sih? Makanya, mungkin dia ragu atau malu buat bilang lebih dulu?”
“Arrghh ... Zio tuh, nembak cewek banyak sekaligus bisa. Giliran nembak cewek yang beneran di suka malah cupu.” keluh Amara.
Dibangkunya, Laura reflek terbatuk. Cupu, katanya? Ellzio justru lebih nekat dan gila. Laura bahkan meremang untuk sekadar mengingatnya.
Laura menerima air yang disodorkan Aretta. Menenggaknya banyak-banyak namun hanya mampu sedikit meredakan hawa panas mendengar Amara yang akan menyatakan cinta pada pacarnya.
“Gue juga gengsi sebenernya, tapi kalo bukan gue yang memulai, hubungan gue sama dia pasti nggak bakal ada kenaikan.” sambung Amara lagi.
“Seandainya lo ditolak gimana?” tanya Aretta.
Amara mendengus cemberut. “Jangan bilang gitu dong, Ta.”
“Ih, iya, Ta. Bukannya di semangatin, ih ...” sahut Katya.
Laura yang baru selesai memasukkan buku dan menutup resleting tasnya menatap kikuk. Dia tidak berniat—kebingungan lebih tepatnya untuk menyahut. Akan sangat munafik seandainya Laura ikut menyemangati Amara, padahal kenyataannya jelas dia tidak rela.
Dadanya panas, ingin egois rasanya dengan meminta Ellzio menolak ditemui Amara. Namun pada akhirnya, Laura menelan saliva nya susah payah, entah yang dilakukannya bisa disebut pacar yang sabar dan baik, atau malah dia menjadi teman yang jahat sekali.
Laura mengizinkan dan menyemangati Amara. Melanjutkan sandiwaranya.
Dia memaksa bibirnya tersenyum. Lalu, mengangkat satu tangannya yang dibuat mengepal, menunjukkan gestur memberi semangat.
“Semangat!” ucapnya.
“Tapi, bukannya Zio udah pulang? Dia bolos, kan?” sambung Laura bertanya dengan sengaja dibuat santai, sembari menoleh pada barisan bangku Ellzio yang sudah kosong.
Ellzio hanya masuk di satu jam pelajaran. Setelahnya, di absen mata pelajaran guru selanjutnya bersama Arghi dan Bhanu, cowok itu keluar membawa tas lebih dulu. Bolos. Masuk kelas hanya untuk melihat Laura alasannya.
“Em, dia bolos lagi,” dengus Amara, namun setelahnya cewek itu memarkan senyuman. “Tapi Zio belum pulang kok, baru aja tadi dia bales lagi di roof top.”
Senyum Amara melebar, membaca kembali isi chatan nya yang minta bertemu berdua dengan Ellzio. “Zio langsung setuju waktu gue bilang gue mau ngomong berdua sama dia.”
Amara kemudian menghela napas dalam-dalam. Mengusir gugup karena kali ini dia akan menyatakan cinta secara langsung, bukan via chat seperti yang pertama kali.
“Gue ... mau nyamperin dia sekarang.” ucapnya, lalu beranjak dari duduknya.
“Em, semangat! Nanti langsung kabarin. Jangan lupa pajak jadian—eh balikannya!” ucap Katya memberi semangat.
“Gampang.” balas Amara.
Cewek itu sudah hampir mencapai pintu, namun tiba-tiba menunda langkah dan berbalik menatap ketiga temannya yang baru beranjak dari bangkunya masing-masing.
“Gue gugup banget, please ...” keluh Amara lagi dengan raut yang dibuat cemberut. Lalu, menatap Laura dengan puppy eyes. “Boleh minta ... temenin gue, Ra?”
★★★
Part lengkap hanya bisa dibaca di Karyakarsa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
★★★
BARUDAK SEBELAS IPA 3
Ellzio Sagara
Plesterin pipi abis di kiss si cantik😘 Emang @Arghani Abimana jomblo Awokawok.