“Eh, buset, kesambet apaan lo? Tumbenan jam segini udah di kelas,”
Arghi memekik heboh, terkejut saat memasuki kelas sudah ada Ellzio yang duduk santai dibangkunya. Tidak hanya Arghi, teman sekelasnya yang lain juga sama herannya. Termasuk Laura dan circle-nya.
“Kemarin abis ngelewatin hari yang indah, malamnya tidur nyenyak. Jadi sekarang, gue semangat banget.” sahut Ellzio menaik-turunkan alisnya sembari mencuri lirikan pada ... pacarnya.
Pada Laura yang juga baru masuk kelas dan melepas gandengan tangannya dengan Aretta lalu duduk di bangkunya. Laura membalas lirikan Ellzio dengan menggigit bibir, mengulum senyum yang ingin tersungging.
Beberapa menit sebelum guru masuk, kelas ramai dan berisik. Dengan Ellzio dan Laura yang sesekali diam-diam saling melirik. Cowok itu tidak terlalu tantrum hari ini. Sebelum akhirnya, kedatangan seorang guru laki-laki membuat suasana kelas menjadi kondusif.
Saat pak Andi menerangkan materi dari LCD Proyektor yang menyorot ke whiteboard, alih-alih memperhatikan gurunya dan menghadap ke depan sana, Ellzio malah bersandar santai pada dinding, menghadap ke samping.
Memperhatikan Laura yang fokus mendengarkan materi dan sesekali mencatat bagian yang dianggap penting. Padahal dari gesture tangan yang menopang kepalanya yang menyamping, Ellzio simpulkan kalau Laura terlihat mulai suntuk dan mengantuk.
Ellzio mengeluarkan ponsel dari saku celana, mengutak-atik nya sesaat sebelum kembali menatap Laura disertai seringai saat melihat cewek itu diam-diam ikut mengeluarkan ponselnya dibawah meja.
Ellzio Sagara
Baby?
Ellzio tersenyum, saat Laura membalas tatapannya lebih dulu sebelum membalas pesannya.
Laura Calista
Eum?
Ellzio Sagara
I love you🤍
Dibangkunya, Laura menunduk sembari menggigit jempolnya, menyembunyikan salah tingkah dan senyum yang tidak bisa lagi ditahan. Sebelum menghela napas dan kembali membalas tatapan Ellzio dengan memberi pelototan peringatan agar cowok itu berhenti mengirim pesan dan memberi kode untuk memperhatikan pak Andi di depan.
Sialan, mendapat pelototan lucu itu membuat Ellzio menggertakan gigi menahan gemas.
“Ghi, anjing,” Ellzio mengumpat sembari menendang kaki bangku Arghi, geregetan sendiri. “Ternyata jatuh cinta sama satu cewek itu nyenengin banget, ya?!”
Arghi yang menatap Ellzio dengan kesal karena terkejut kursinya berderit dan bergeser sedikit menyahut, “Kalo jatuh cintanya sama cewek yang tepat mah, iya. Tapi kalo jatuh cintanya sama pacar orang kayak aing, lier, anying.”
★★★
Laura menyisir poni rambutnya dengan jemari sembari berkaca pada layar ponselnya yang mati. Dia sempat mengeluh dan protes pada mama yang menguncir dua rambutnya di bagian bawah.
Selain merasa tidak cukup pantas lagi bergaya rambut seperti itu, Laura juga merengek takut disebut cupu. Namun mama tetap memaksa dengan memberinya pujian cantik dan lucu. Laura sebenarnya suka, dia hanya ... khawatir dan salah tingkah untuk sekadar membayangkan saat Ellzio melihatnya. Mereka baru berpacaran, Laura takut memberinya kesan buruk.
Saat tidak terlalu sibuk, mama sering membantu Laura menata rambutnya dengan gaya-gaya khas usia anak remaja. Katanya, Laura berhak menikmati masa remaja tanpa kebelet bergaya dewasa.
Meski tidak cukup percaya diri, Laura berakhir pasrah. Datang ke sekolah dengan rambut dikuncir dua di sisi lehernya. Dia juga menambahkan jepit rambut yang dibelikan Ellzio beberapa waktu lalu, sebagai pemanis dan ... kode rahasia hubungan mereka?
KAMU SEDANG MEMBACA
PERFECT
Teen Fiction⚠️17+ Arcellzio Bagja Sagara, dinobatkan sebagai cowok ganteng paling meresahkan sepanjang sejarah siswa baru SMA Cakrawala. Siswa pindahan dari Bandung yang masuk sekolah semaunya dan membuat masalah adalah hobinya. Selain menjadi incaran guru BK...
