BAB 23| Berkemah 3

24 4 0
                                        

Happy reading readers

Ansel berlarian menggendong tubuh Rara ala bridal style, terlihat dari mukanya ia sedang cemas.

"PAK! PAK!" Teriaknya.

"Ada apa dengan Rara?" Tanya pak Ricko.

"Ga tau pak, tiba-tiba dia pingsan.. gimana ini?" Balas Ansel.

"Mending dia di bawa ke rumah sakit aja, takut parah" Ujar pak Ricko.

"Sama ketua OSIS, pake mobil saya" Ucap pak Ricko, diangguki Ansel.

Kini kelompok Okta sudah tiba, Okta melihat Rara yang memejamkan mata di gendongan Ansel seketika ia langsung menghampiri mereka.

"Ansel! Rara kenapa?" Tanya Okta khawatir.

"Dia tiba-tiba aja pingsan" balas Ansel.

"Hah? Kok bisa?"

"Ya gue nggak tau, ini mau bawa ke RS"

"Gue ikut!"

"Ngga boleh!"

"Tapi.." Ansel sudah melaju pergi menggunakan mobil bersama Rara dan ketua OSIS itu.

"Kok Caca sama Elsa belum sampe yah?" Gumam Okta.

Okta memilih untuk menunggu di tengah-tengah tenda, ia duduk di bawah pohon bersama Manda.

"Ta, Lo suka sama Zayyan?" Ucap Manda, Okta melolotkan matanya.

"Kok Lo tau?" Balas Okta reflek.

"Ketara banget ege gerak geriknya sepanjang jalan tadi, Lo ngeliatin dia Mulu sambil senyam senyum nggak jelas" Jelas Manda.

Okta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Se kentara itu yah" Ucap Okta.

"IYA!"

"Eh itu kelompoknya Caca sama Elsa, buru samperin" Ujar Okta.

Lalu Okta berlari menghampiri mereka bersama Manda. "Kak.. Caca sama Elsa nya kok nggak ada?" Tanya Okta.

"Caca?" Nalen bingung lalu menengok ke belakang ternyata benar Caca tidak ada di belakangnya.

"Tadi-" Ucap Nalen terpotong.

"MERFIN!" Panggil pak Ricko menghampiri.

"Caca sama Elsa mana? Terus kenapa kalian baru sampe? Yang lain udah pada nungguin dari tadi loh" Ujar pak Ricko.

"Maaf pak" Ucap Merfin.

"Jadi gini pak.. tadi kan kita-kita mau ambil bendera terakhir tuh pak, terus saya Merfin sama rambut merah jatuh, saya pingsan sebentar pak, dan setelah saya bangun si bocil gemoy nya nggak ada... Terus kit-" Jelas Nalen, lagi-lagi pak Ricko memotong pembicaraannya.

"Tunggu-tunggu, maksud kamu rambut merah, bocil gemoy itu siapa?" Tanya pak Ricko tidak tahu.

"Rambut merah itu Caca pak, bocil gemoy Elsa" Ucap Okta.

"Oohhh, lanjutkan" Ucap pak Ricko menyuruh Nalen melanjutkan ceritanya.

"Terus kita baru sadar bocil gemoy itu ilang, rambut merah khawatir Banget sama bocil gemoy itu pak.. awalnya dia mau cari sendiri terus saya sama Merfin nyegah dia dan mungkin dia kabur dari kita" Jelas Nalen.

"Ya sudah, kalo gitu kita cari besok sama-sama di bantu sama tim penyelamat, karena ini sudah terlalu malam bahaya kalo kita cari sekarang yang ada kalian yang malah ikut ngilang" Ujar pak Ricko.

ROCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang