BAB 15| Ulangan

25 3 0
                                        

ⒽⒶⓅⓅⓎ ⓇⒺⒶⒹⒾⓃⒼ

2 Minggu berlalu, hari ini ulangan tengah semester ganjil akan dilaksanakan. Semua murid yang berada di kelas X IPA 2 sedang belajar sebelum tes di mulai beberapa menit lagi.

"Ck, males banget gue..." Keluh Rara.

"Pasrah aja Ra, kita mah bodo amat kalo nilai nya rendah" Ucap Elsa kepada Rara.

"Assalamualaikum! Semuanya sudah siap dengan ulangan tengah semester ganjil ini?" Ucap pak Rahmat yang bertugas sebagai pengawas itu masuk sembari membawa kertas soal ulangan.

"Waalaikumussalam!! SIAP PAK..." Seru murid-murid kelas X IPA 2.

"Ga siap.." Lirih Rara.

Setelah di beri waktu sekitar 2 jam untuk mengerjakan, kini murid di kelas X IPA 2 sudah selesai mengerjakan ulangan itu. Pak Rahmat sebagai pengawas memperbolehkan siswa siswi untuk beristirahat sekitar 1 jam.

"Hhhh... Otak gue rasanya mau meledakk! Kenapa sih soalnya tuh susahnya minta ampun!!" Ucap Rara menyalahkan soal ulangan yang sangat sulit itu.

Rara dan para sahabatnya sedang menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Sepanjang jalan Rara mengoceh tentang soal ulangan itu.

"Lebay Lo Ra" Celetuk Okta yang muak dengan ocehan Rara.

"APA LO BILANG? Lo harusnya tau yah, kalo otak gue ini minus 4G"

"Sadar juga Lo" Ucap Elsa.

"Ck, sialan" Umpat Rara.

Lalu makanan mereka sudah datang, 1 mangkok bakso untuk Elsa , 2 piring nasi goreng untuk Rara dan Okta, 1 piring mie geprek untuk Caca.

Caca hanya melamun menatap sepiring mie geprek itu, tanpa berniat memakannya. Lalu rombongan Gilang dan teman-temannya datang.

Azi melirik Caca yang sedang melamun, ia yakin sepertinya ada Masalah. "Lo mau makan apa, sekalian gue yang pesen" Tanya Ansel kepada Azi.

"Samain aja" Balas Azi, lalu Ansel mengangguk dan pergi menuju warung kantin Bi Enah.

Gilang duduk di sebelah Elsa yang sedang menyantap baksonya. Gilang menatap mata Elsa dengan penuh arti, Elsa yang merasa di tatap menoleh ke arah Gilang.

Elsa hanya menatap nya acuh, lalu kembali memakan baksonya. "Mau dong beb" Ucap Gilang, Elsa mengarahkan sesuap bakso kecil menggunakan garpu kearah Gilang.

Gilang membuka mulutnya dan memejamkan matanya. Lalu Gilang tak merasakan apa-apa yang mendarat di mulutnya, setelah ia membuka matanya, ternyata Elsa memakan baksonya sendiri dan tak jadi menyuapi Gilang.

"Hahahaha" Rara dan Okta tertawa lepas, mereka sangat bahagia di atas penderitaan Gilang. Memang Rara dan Okta jarang sekali akur dengan Gilang.

"Ya elah beb... Pelit amat dah" Ucap Gilang menatap Elsa yang tak peduli dengannya.

"Beli aja sendiri huh" Balas Elsa, ia tak rela jika ada yang mengganggunya makan.

Azi sudah duduk di samping Caca, namun sepertinya Caca belum juga menyadarinya. Lalu Azi mengambil alih mie geprek Caca, Caca langsung tersadar lalu merebut mie nya lagi.

ROCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang