BAB 26| Dia Kesini

27 3 0
                                        


Selamat membaca🤗

Pukul 05:36 Caca baru bangun dari tidurnya, ia akan bermain ponsel sebentar untuk mengecek apakah ada yang mengirimkan pesan?

Notifikasi muncul dari Manda~teman sekelasnya,diia mengirimkan sebuah foto semalam. Caca segera membuka pesan dari Manda.

Degh!

"CACA!! BANGUN!" Teriakkan bundanya membuat ia segera menuju kamar mandi untuk mandi.

Setelah selesai mandi, Caca turun ke lantai bawah karena kamarnya di lantai atas. Ia sedang menikmati sarapan paginya dengan roti selai sendirian.

Bundanya entah dimana, dan pasti kakaknya sudah berangkat kerja. Selesai makan Caca langsung berangkat ke sekolah menggunakan motor nya.

"Duh, kepala gue kok pusing banget yah" Batinnya.

Untung ia sudah sampai di depan gerbang sekolah, banyak murid yang sudah berangkat.

Caca berjalan sempoyongan menuju kelas, ternyata teman-temannya belum ada yang datang.

Caca memilih untuk tidur sebentar sampai bel berbunyi. Baru akan tidur Manda masuk kelas dan langsung berlari menuju Caca.

"Cacacaca!" Ujar Manda.

"Apasih"

"Lo udah buka foto yang gue kirim kan? Semalem tuh gue liat dengan mata kepala gue sendiri tau" Ucap Manda.

"Mungkin salah paham" Balas Caca.

"Lo ngga mikir aneh-aneh gitu? Ya udah lah gue hargai kepercayaan Lo, gue juga ngga mau ikut campur sorry yah" Ucap Manda lalu dia duduk di kursinya.

"Lo jangan sebarin foto itu" Ujar Caca menatap Manda yang sudah duduk, Manda hanya mengangguk.

• • •

Di jam istirahat hanya ada Zayyan, Ansel, Gilang, Rara dan Elsa yang berada di kantin sedangkan yang lainnya entah kemana.

"Ra, semalem gue ngga aneh-aneh kan..?" Tanya Ansel pelan, ia takut berbuat aneh karena ia tidak ingat apa saja yang semalam ia lakukan.

"Lo ngga inget?" Tanya Rara balik, Rara sebetulnya kecewa karena Ansel tidak ingat kejadian semalam.

"Gue cuma inget pas Lo bawa gue ke parkiran selebihnya ga inget" Balas Ansel.

"Di leher Lo ada apa Ra?" Tanya Elsa menuding leher Rara yang terlihat merah.

"Lo nyupang gue kan kemarin...!" Ucap Rara kepada Ansel.

"Gue ga inget suer!!" Balas Ansel menyangkal.

"Tunggu-tunggu emang kemarin kalian ngapain?" Tanya Gilang penasaran.

"Mabok, terus Peluk-pelukan di pinggir jalan" Balas Zayyan tidak berdosa, Zayyan merasa muak saat melihat mereka seperti itu karena itu mengingatkan memory Zayyan dulu.

"APA?" Teriak Ansel dan Gilang bersamaan.

"CK, ga inget" Ucap Rara dalam hati.

"Ra, beneran gue peluk peluk Lo dipinggir jalan?" Tanya Ansel memastikan.

"Lo bahkan nyium pipi gue Sel" Ungkap Rara agar Ansel ingat. Gilang tertawa ngakak saat mendengar itu, belum pernah Gilang melihat Ansel seperti itu.

ROCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang