BAB 12| Teror

23 3 0
                                        

¸„.-•~¹°”ˆ˜¨ ⓗΔρ𝕡ץ 𝕣єα𝔻𝐈几g ¨˜ˆ”°¹~•-.„¸

Seorang gadis yang beberapa hari yang lalu di rawat di sini, kini ia kembali kesini lagi karena seseorang.

Alecha Queenara sekarang sedang mondar-mandir di luar ruangan rawat rumah sakit, ia khawatir dengan keadaan Azi yang tadi pingsan di ruang musik sekolah.

Guru-guru yang tadi membawa Azi, sudah pulang beberapa menit lalu. Tersisa Caca sendiri dengan wajah yang panik.

"Sebenarnya Aii kenapa sih?"  Batin Caca. Lalu Caca mengintip dari jendela ruangan yang tertutup gorden.

"Caca?"

Caca menoleh kearah seseorang yang memanggilnya dari belakang. "Loh Zayyan, Lo ngapain disini?" Tanya Caca, saat melihat Zayyan.

"Ansel.. terluka parah. Lo kenapa bisa ada disini?" Tanya balik Zayyan.

"Azi, pingsan" balas Caca menundukkan pandangannya.

"Hah? Kok bisa?"

Caca menjelaskan kepada Zayyan bahwa ia melihat Azi sudah pingsan di ruang musik, Zayyan hanya mengangguk.

Lalu Zayyan menyuruh Caca untuk duduk, Zayyan meyakinkan Caca bahwa Azi tidak akan kenapa-napa.

"Lo.. ketua geng motor?" Tanya Caca, ia tau Karena saat dia di culik ada teman-teman Zayyan yang memanggil Zayyan dengan sebutan 'bos' bahkan teman-teman Zayyan pun menggunakan jaket kulit yang bergambar bintang di lengkapi tulisan 'All Star'

"Hm" balas Zayyan singkat.

"Azi ikutan?"

"Lo nggak tau? Dia mantan ketua geng motor?"

"Kok dia nggak pernah cerita yah?" Ucap Caca dalam hati.

Caca menggeleng. "Ansel juga?" Tanya Caca lagi, sepertinya Caca tertarik dengan geng motor. Zayyan membalasnya dengan anggukan.

"Gilang?"

"Gilang nggak ikutan, dia juga nggak tau tentang gue ini ketua geng motor" Jelas Zayyan, Caca ber oh seru. sepertinya Caca sudah cukup menanyakan itu.

"Ca"

"Apa"

"Gue.. suk-"

Ceklek

Ucapan Zayyan terpotong oleh pintu ruangan yang terbuka. Menampilkan dokter lelaki yang terlihat masih muda.

"Kalian temannya pasien?" Tanya dokter kepada Caca dan Zayyan.

Caca berdiri mendekati dokter itu. "Iya dok, dia nggak papa kan?" Tanya Caca, terlihat khawatir bahkan Zayyan bisa melihat raut wajah khawatirnya Caca dengan Azi.

"Ca, kayaknya gue nyerah" Ucap Zayyan dalam hati.

"Pasien mempunyai penyakit maag, sebaiknya dia hindari makanan pedas dan jangan sampai telat makan. Kalian boleh masuk saya permisi dulu" Ucap dokter itu lalu melangkah pergi.

ROCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang