Di ambil dari latar alur Princess Hours, yang berkisah tentang seorang pria cantik yang jauh dari kata anggun tiba-tiba harus di jodohkan dengan calon Penerus tahta kerajaan Korea.
Suasana malam itu tampak semakin hangat di saat kecapan ciuman yang di dominasi oleh pangeran Ethan pada bibir hangat Sunghoon.
Mata terpejam nya seakan menggambarkan betapa nikmatnya sentuhan yang suda lama tidak dia rasakan semenjak kepergian orang terkasihnya.
'Ugh-Uhmm-Ckp'
Suara desahan Sunghoon lolos saat tangan kekar sang pangeran menyelusup masuk kedalam kemeja piyama dan menyentuh area sensitif mungil yang suda menegang di dadanya.
"Ugh-YangMulia-Uhm-Cum"
Lirih panggilan Sunghoon di selah-selah lumatan itu seketika membuat kesadaran sang pangeran tersentak menghentikan aktifitasnya.
Mata yang tadi terlihat sayu tiba-tiba berubah memancarkan aura kebingungan seperti tengah menyuarakan suatu kalimat yang mengatakan-
"Apa yang baru saja Aku lakukan?."
Tautannya dia lepaskan secara sepihak dari bibir ranum milik Sunghoon, sejenak netranya menatap kedua manik si cantik penuh tanya, lalu kemudian bangkit dari posisinya.
"Kenapa.?" tanya polos Sunghoon bangun dari baringnya, Ethan yang mendengar pertanyaan itu bukannya menjawab dia malah beranjak keluar dari kamar tampa permisi meninggalkan Sunghoon yang kebingungan disana.
"Ada apa sih, padahal tadi suda enak, kenapa berhenti." gerutu Sunghoon memiringkan kepalanya seperti tengah berpikir.
"Hug sudahlah lebih baik aku tidur... Capek seharian habis di culik, bukannya di suru istirahat malam di suru lanjut resepsi, Tubuh mungil Hoonie kan juga butu istirahat." gumamnya kembali menarik selimutnya dan berbaring untuk masuk ke dalam ruang mimpinya.
♥
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara itu, di luar Istana tetap nya di sisi barat kediaman Pangeran Ethan tengah terduduk di pinggiran kolam dengan wajah sayu nya.
Pancaran matanya terlihat begitu kosong dan sendi, suasana hatinya seperti sedang di landa sesuatu yang mungkin sangat sulit untuk di mengerti oleh orang lain.