10 - Profesor Herbologi

678 59 9
                                        

Pintu rumah kaca terbuka dan seorang pria dewasa yang tampak gagah berjalan masuk. Meski memakai jubah berumbai dan kelihatan kusam, Profesor Neville Longbootom terlihat amat tampan dengan tubuh tinggi semapai dan proporsi badan berotot macho. Sebagian anak perempuan akan menjerit tertahan bila bertemu dengan profesor Herbologi tersebut.

Hermione menyaksikan bagaimana anak lugu dan polos telah menjelma menjadi sosok rupawan dan kini bahkan menjadi seorang pengajar. Tapi Neville masih ramah dan baik hati seperti yang dikenalnya dulu.

"Selamat pagi, Profesor!"

Anak perempuan menyambut serempak, Hermione bahkan mendengar suara Anne di sampingnya yang tampak antusias dan suara Rose yang terkikik geli.

Anak laki-laki memutar bola mata dan mendengus, termasuk Draco yang mengernyitkan alis menatap tajam pada mantan murid seangakatannya tersebut. Neville payah Longbootom benar-benar telah tumbuh dewasa. Draco malu mengakuinya, tapi pubertasnya benar-benar mengerikan. Dia jadi berfikir akan bagaimana penampilannya jika dia tumbuh dan hidup normal. Pasti dia akan lebih tampan berkali-kali lipat dari si payah Longbootom. Perhatiannya lalu beralih pada Granger, membayangkan bagaimana jika gadis itu tidak ketiban sial juga. Apakah rambut Granger akan semakin menguap megar atau gadis itu justru akan menjadi sangat panas.

Draco melotot, menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan bayangan aneh yang muncul dipikirannya secara tiba-tiba.

Yaapun, apa dia baru saja membayangkan Granger dewasa dan seksi dalam pikirannya barusan?

"Ada apa?" Tanya Aron, bingung melihat sang Malfoy menggelengkan kepalanya dengan wajah merona. Senyum jahil pemuda Nott segera muncul ketika sebuah pemikiran melintas di benaknya "jangan bilang kau juga terpesona pada profesor Longbootom seperti para gadis?" Dia lalu tertawa, suaranya mengundang perhatian dari semua orang di rumah kaca, termasuk Hermione.

Pandangan Draco bersibobrok dengan mata Hazel Hermione yang menaikan satu alisnya bingung. Wajahnya kembali merona dan Draco segera membuang pandangan. Dia melirik anak Theo tersebut dengan tajam, lalu tanpa aba-aba memukul bagian belakang kepala pemuda itu.

"Diam, bocah," katanya tajam.

Tawa Aron perlahan mereda, dia mengelus bagian belakang kepalanya, masih ingin tergelak, tapi juga tidak ingin mendapatkan pukulan gratis lagi dari teman ayahnya tersebut.

"Selamat pagi, semuanya," kata Profesor Longbootom, sejenak melirik pada Hermione dan memberikan senyum padanya. Hal tersebut membuat para gadis menatap iri. Hermione tersenyum salah tingkah, dia kemudian berdehem dan pura-pura mengerjakan sesuatu dengan memegang pot berisi tanah di atas meja.

Draco yang melihat itu berdecih sinis. Tiba-tiba saja merasa kesal.

"Di depan kalian sudah ada pot berisi tanah yang akan kalian gunakan hari ini. Dan aku telah menyiapkan masing-masing bibit hellebore untuk kalian tanam dan merawatnya sebagai tugas. Tapi sebelum kita mulai mengerjakannya, apakah ada yang bisa menjelaskan sedikit tentang hellebore?"

Dua tangan dengan cepat mengancung tinggi, hampir bersamaan. Hermione dan Rose saling pandang dengan terkejut, tidak mengira satu sama lain.

Neville tersenyum tipis, tidak menyangka akan melihat adegan ini. Dia terbiasa melihat Hermione mengancungkan tangan untuk menjawab setiap pertanyaan dari profesor, sangat gigih meski pada kelas ramuan profesor Snape yang sering mengabaikannya. Kini, Setelah dia menjadi profesor, Neville menemukan kemiripan pada Rose Weasley.

"Maaf Miss Weasley, tapi Her- Miss Granger lebih cepat satu detik darimu. Jadi aku berikan kesempatan pada miss Granger untuk menjawab."

Rose menurunkan tangannya, sedikit kecewa. Tapi tetap berusaha tersenyum, toh point Gryffindor tetap akan bertambah dengan jawaban dari Hermione.

"Hellebore adalah tanaman berbunga atau herba yang digunakan dalam pengobatan tradisional Eropa awal untuk mengobati kelumpuhan, asam urat, dan kegilaan. Namun, banyak jenis tumbuhan sejenis tumbuhan beracun, dan dapat menyebabkan gejala mulai dari vertigo hingga serangan jantung. Beberapa sejarawan percaya bahwa Alexander Agung meninggal karena overdosis yang mengerikan. Dalam legenda, itu diyakini digunakan oleh penyihir untuk memanggil setan." Hermione menjelaskan dengan fasih, mimik miss know it all terpampang jelas, dan yang lain kecuali Draco takjub melihat bagimana apa yang tertulis dalam buku tentang heroine perang dapat mereka saksikan secara nyata.

Neville tersenyum "10 point untuk Gryffindor!"

Anak-anak Gryffindor tersenyum lebar dengan bangga. Hermione Granger akan menjadi kartu as baru setelah Rose Weasley untuk mendapatkan piala asrama di ahkir tahun ajaran.

"Nah, kalian telah mendengar apa yang dijelaskan oleh Miss Granger, maka kalian pasti sudah tau untuk berhati-hati dalam merawat hellebore karena tanaman ini beracun. Aku akan memberikan 30 point bagi murid yang berhasil merawat hellebore dengan baik." Profesor Longbootom membagian bibit pada setiap murid "dan akan memeriksa tugas ini dua minggu lagi, bagi yang tidak mengumpulkan tugas, akan ada pot kosong yang harus kalian isi dengan pupuk kotoran."

Mereka menerima masing-masing tiga butir bibit. Hermione segera menanam satu bibit pada pot berisi tanah yang telah diberi pupuk, tetap mengikuti intruksi yang tercatat dalam buku herbologinya. Menyimpan dua lainnya untuk cadangan nanti.

Kelas Herbologi berahkir lebih cepat hari ini. Neville pamit pergi setelah berbicara singkat dengan Hermione, menerima salam yang Harry titipkan lewat suratnya dua hari lalu dan berjanji untuk mengirim surat balasan.
Perhatian Hermione lalu beralih pada Malfoy yang berjalan keluar bersama Albus dan Aron Nott.

"Maaf, aku ada urusan, kalian duluan saja." Hermione pergi tanpa menunggu balasan dari Rose dan Anne. Gadis itu berlari keluar dari rumah kaca dan menghadang tiga pemuda Slytherin.

Draco menatapnya dengan alis berkerut dan wajah menyebalkannya seperti biasa, Hermione mendengus. Sesaat dia melirik pada Albus, teringat saat pemuda itu menolongnya dalam kelas terbang. Pipi Hermione merona, dia cepat-cepat mengalihkan pandangan pada Malfoy lagi yang kini ekspresinya tiba-tiba tampak kesal.

"Ada apa Granger, mau mengajak salah satu dari kami berkencan?" kata Draco sarkas. Hermione mendelik, tapi tidak membalas.

"Kalian tidak lupa kalau kita ada detensi kan?" Hermione berkacak pinggang. Dia terlihat galak seolah-olah duplikat McGonagal versi lebih kecil.

Draco memutar bola mata malas. "Sial," umpatnya.

"Kalau sudah ingat. Sekarang ayo pergi, agar bisa menyelesaikan ini lebih cepat."

Dengan itu, Hermione, Draco, Albus dan Aron pergi menuju pondok Hagrid.

To Be Continued

A/n

Hai, udah lama banget cerita ini nganggur. Maaf banget karena udah gantungin kalian dari tahun lalu.

Aku lagi mikirin part selipan karena cerita ini akan diperpanjang lebih dari cerita awalnya.

Waktu itu aku bilang bakal up cerita ini langsung semua chapter, tapi kayanya nggak jadi. Karena udah lumayan yang nanyain kapan up. Jadi aku mutusin buat up cerita ini secara bertahap.

Hanya itu saja. Sampai jumpa di chapter berikutanya~

ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang