18 - Draco dan Sikap Anehnya

371 32 0
                                        

Hermione duduk di meja belajarnya, menatap perkamen yang penuh dengan catatan. Dia telah mencoba mengingat semua yang dia lihat dalam kilasan ingatan dari Ramuan Pengungkapan Masa Lalu, tetapi ada sesuatu yang tidak beres. Ada bagian-bagian yang hilang, seperti potongan puzzle yang hilang.

Dia memutuskan untuk mencoba lagi. Dia kembali ke kamar ruangan yang sama keesokan harinya dan membuat Ramuan Pengungkapan Masa Lalu untuk kedua kalinya. Kali ini, dia mencatat setiap detail yang dia lihat dan rasakan. Dia mencoba fokus pada mata Pelahap Maut itu, mencoba mengingat di mana dia pernah melihatnya sebelumnya.

Ketika ingatan-ingatan itu muncul, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh. Bukan hanya ingatan tentang Pelahap Maut itu yang kabur, tetapi juga ingatan lain dari masa lalunya. Ada bagian-bagian yang hilang, seperti ada seseorang yang telah menghapus atau mengubah ingatannya.

Dia mencoba mengingat ingatan-ingatan itu, tetapi semakin dia mencoba, semakin dia merasakan sakit di kepalanya. Dia menyadari bahwa ada penghalang yang kuat di dalam pikirannya, mencegahnya mengakses ingatan-ingatan itu.

Dia menghentikan ramuan itu sebelum kehilangan kesadaran. Ada yang salah. Ada sesuatu yang telah terjadi padanya, sesuatu yang telah mengubah ingatannya.

Dia kembali ke asramanya, merasa bingung dan takut. Dia tidak tahu siapa yang telah melakukan ini padanya, atau mengapa. Tapi dia tahu bahwa dia harus menemukan jawabannya.

Dia mulai meneliti buku-buku tentang sihir memori, mencoba mencari tahu bagaimana seseorang bisa menghapus atau mengubah ingatan. Dia menemukan beberapa mantra yang bisa melakukan itu, tetapi tidak ada yang cocok dengan apa yang dia alami.
Dia menyadari bahwa ini bukan hanya tentang Pelahap Maut itu. Ini tentang sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang telah mengubah hidupnya secara mendalam.

Dia memutuskan untuk mencari bantuan. Dia menulis surat kepada Harry, menceritakan semua yang telah terjadi. Dia tahu bahwa Harry akan membantunya, tidak peduli apa yang terjadi.

Surat untuk Harry

Harry, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku telah membuat Ramuan Pengungkapan Masa Lalu untuk mencoba mengingat siapa Pelahap Maut itu dan mantra apa yang mereka gunakan. Tapi aku menyadari bahwa ada yang salah dengan ingatanku. Ada bagian-bagian yang hilang, seperti ada seseorang yang telah menghapus atau mengubahnya.

Aku tidak tahu siapa yang telah melakukan ini padaku, atau mengapa. Tapi aku tahu bahwa ini bukan hanya tentang Pelahap Maut itu. Ini tentang sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang telah mengubah hidupku secara mendalam.

Aku membutuhkan bantuanmu, Harry. Aku tahu ini mungkin terdengar gila, tapi aku merasa seperti ada seseorang yang mencoba mengendalikan pikiranku. Aku harus menemukan jawabannya, tidak peduli apa yang terjadi.

Tolong bantu aku.

Hermione

Hermione duduk di meja belajarnya, menatap surat yang baru saja dia tulis untuk Harry. Dia merasa lega telah meminta bantuan Harry, tetapi dia tahu dia tidak bisa hanya menunggu. Dia harus terus mencari jawaban.

Dia teringat pada Draco. Dia juga mengalami hal yang sama dengannya, terjebak dalam tubuh anak muda. Mungkin dia juga mengalami hal yang sama dengan ingatannya.

Dia memutuskan untuk berbicara dengan Draco. Dia tidak yakin apakah dia akan mau membantunya, tetapi dia harus mencoba.

Dia bangkit dari meja belajarnya dan berjalan keluar dari asramanya. Dia menuju ruang rekreasi Slytherin, di mana dia tahu dia akan menemukan Draco.

Ketika dia tiba, Dia melihatnya tepat ketika Draco hendak masuk ke dalam asrama Slytherin, membaca buku. Dia berjalan mendekatinya dan menegurnya.

"Malfoy," katanya.

Draco mendongak dari bukunya. "Granger," katanya. "Apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu," kata Hermione.

"Tentu," kata Draco, mengangkat alis.

"Apakah kau... apakah kau merasa ada yang aneh dengan ingatanmu?" tanya Hermione.

Draco mengerutkan kening. "Aneh bagaimana?" tanyanya.

"Seperti... seperti ada bagian-bagian yang hilang," kata Hermione. "Seperti ada seseorang yang telah menghapus atau mengubahnya."

Draco terdiam sejenak. "Aku tidak tahu," katanya. "Aku belum terlalu memikirkannya."

"Aku sudah," kata Hermione. "Dan aku pikir ada yang salah."

"Apa maksudmu?" tanya Draco.

Hermione menceritakan kepada Draco tentang Ramuan Pengungkapan Masa Lalu dan ingatan-ingatan yang dia lihat. Dia menceritakan tentang mata Pelahap Maut itu, dan tentang bagian-bagian yang hilang dari ingatannya.

Draco mendengarkan dengan seksama. Ketika Hermione selesai, dia terdiam sejenak.

"Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan," katanya. "Aku tidak pernah mengalami hal seperti itu."

"Aku tahu," kata Hermione. "Tapi aku pikir kita harus mencari tahu."

"Mencari tahu apa?" tanya Draco.

"Siapa yang melakukan ini pada kita," kata Hermione. "Dan mengapa."

Draco menghela napas. "Kau tahu ini berbahaya, kan?" katanya.

"Aku tahu," kata Hermione. "Tapi aku tidak peduli. Aku harus tahu."

Draco menatap Hermione sejenak, sebelum dia akhirnya menjawab, "aku tidak." Dia menunduk sejenak sebelum mengangkat pandangan lagi, menatap Hermione lagi. "Terlalu beresiko."

Hermione menatap Draco, bingung. Dia tidak mengerti mengapa dia menolak untuk membantunya. Bukankah dia juga ingin tahu tentang apa yang terjadi pada mereka? Bukankah dia juga ingin mengembalikan hidupnya yang normal?

"Kenapa?" tanya Hermione. "Kenapa kau tidak mau membantuku?"

Draco mengalihkan pandangannya dari buku yang dipegangnya. "Aku sudah memberitahumu," katanya. "Ini berbahaya. Kita tidak tahu siapa yang kita hadapi."

"Tapi kita tidak bisa hanya diam saja," kata Hermione. "Kita harus melakukan sesuatu."

"Aku tidak ingin terlibat dalam ini," kata Draco. "Aku hanya ingin menjalani hidupku."

"Tapi hidupmu telah berubah," kata Hermione. "Kita berdua telah berubah. Kita tidak bisa berpura-pura semuanya baik-baik saja."

Draco terdiam sejenak. "Aku tahu," katanya. "Tapi aku tidak ingin mengambil risiko."

"Risiko apa?" tanya Hermione.

"Risiko kehilangan segalanya," kata Draco. "Risiko kehilangan apa yang telah kubangun."

Hermione mengerutkan kening. "Apa yang kau bicarakan?" tanyanya.

"Kau tidak akan mengerti," kata Draco.

"Kalau begitu jelaskan padaku," kata Hermione.

Draco menghela napas panjang. "Aku tidak bisa," katanya. "Ini terlalu rumit."

Hermione merasa frustrasi. Dia tidak mengerti mengapa Draco begitu tertutup. Dia merasa seperti dia menyembunyikan sesuatu.

"Kau tahu sesuatu, kan?" kata Hermione. "Kau tahu sesuatu tentang ini."

Draco menatap Hermione dengan mata dingin. "Aku tidak tahu apa-apa," katanya.

"Kau berbohong," kata Hermione.

"Aku tidak berbohong," kata Draco. "Aku hanya tidak ingin terlibat."

Hermione merasa marah dan kecewa. "Baiklah," katanya. "Kalau begitu jangan terlibat. Aku akan mencari tahu sendiri."

Dia berbalik dan berjalan pergi dari lorong Slytherin. Dia merasa dikhianati. Dia pikir Draco adalah satu-satunya orang yang bisa membantunya, tetapi dia salah.

Dia berjalan menyusuri koridor, pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan. Mengapa Draco begitu takut? Apa yang dia sembunyikan? Dan mengapa dia begitu cuek dengan apa yang terjadi pada mereka?

Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia merasa seperti Draco tahu lebih banyak dari yang dia katakan. Dan dia bertekad untuk mencari tahu apa itu.

To Be Continued

ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang