Hermione kembali tertarik keluar dari memori Draco. Ekspresi wajahnya telah berubah, ada air mata yang mengenang dibawah pelupuk matanya, dalm sekali kediapan, air mata luruh membasahi pipinya. Hermione mengingatnya, ingatan yang Draco ambil dengan mantra Obliviate, setiap kenangan yang hilang tentang mereka kembali satu demi satu, bersama perasaan sesak yang datang dari rasa bersalah dan kekecewaan.
Gadis itu berjalan mendekati tubuh rapuh Draco, menabraknya dengan pelukan erat sarat akan kerinduan. Sudah begitu lama Hermione meninggalkannya, membiarkannya menanggung segalanya sendirian.
"Kenapa kau melakukannya?" Hermione bertanya disela isak tangis. Masih memeluk Draco erat.
"Maaf."
Hermione menggeleng. Dia berusaha meredam tangisan, kemudian melepas pelukan mereka, namun gadis itu masih berdiri didepannya, begitu dekat hingga wajah mereka nyaris bersentuhan.
"Kau memberikan nyawamu, Draco. Bukan kau yang harusnya minta maaf. Tapi aku."
"Aku tidak bisa membiarkanmu mati, Hermione." Draco mengangkat tangannya, menghapus sisa air mata Hermione, kemudian mengusap wajahnya lembut.
"Kau memberikan nyawamu, Draco. Itu artinya kau akan mati sebagai gantinya," sentak Hermione, alisnya mengerut tidak senang.
Draco tersenyum "tidak apa-apa, mereka memberiku waktu."
"Berapa lama?" Tanya Hermione. Ekspresinya melunak.
Draco menggeleng. "Aku tidak bisa memberitaumu."
Hermione menghela nafas berat. "Rahasia lagi?"
"Maaf," kata Draco, dia menunduk sesal.
Hermione meraih wajahnya, membawanya kembali untuk menatap matanya. "Kau menyimpan semuanya sendiri, beban dan rasa sakitnya. Sekarang biarkan aku menanggungnya bersamamu." Hermione memberikan senyum manis, namun ada getir disana. Kesedihan yang tidak bisa ditampik setelah mengetahui hidup Draco yang hanya ditompang oleh sisa waktu yang singkat.
Senyum Draco melebar. Mereka kembali berbagi pelukan untuk waktu yang lebih lama.
__
"Kenapa kau menghapus ingatanku?" Tanya Hermione. Mereka kini berada di menara astronomi. Hermione meyakinkan Draco untuk memberanikan dirinya datang ketempat itu lagi, tempat favorite Draco yang telah berubah menjadi tempat penuh kenangan buruk. Hermione berharap, Draco tidak terlalu hanyut oleh masa lalu, dia ingin mengembalikan kepercayaan diri pria itu lagi.
Mereka menyaksikan detik-detik ketika matahari terbit. Semburat orange yang indah dan angin pagi yang sejuk memberikan ketenangan bagi mereka yang duduk disana.
"Bibi Bella mengetahui hubungan kita saat aku berlatih Occlumency dengannya. Dia ingin menghapus ingatan itu dariku, tapi aku tidak mengizinkannya. Sebagai gantinya, kau harus lupa dan aku harus memutus hubungan denganmu."
Hermione merinding. Apakah itu salah satu penyebab Belatrix terlalu menekannya saat di Malfoy Manor saat itu.
"Bagaimana dengan peri?" tanya Hermione. Kali ia dia tidak langsung mendapat jawaban. Hermione menghela napas berat "apa yang ini dirahasiakan juga?"
Draco menoleh dan memberikan senyum manis padanya. "Pangeran kegelapan merekrut berbagai jenis mahluk sihir, kau pasti tau Greyback..."
"Ya, si manusia serigala," kata Hermione, memutar bola matanya tidak suka.
"Pangeran kegelapan mengetahui keberadaan peri dan juga kekuatan luar biasa mereka. Dan dia mendapatkan satu..."
Hermione melebarkan matanya, menyadari sesuatu. "Peri itu."
Draco mengangguk. "Itu dia. Peri adalah mahluk yang bebas dan tidak suka terlibat dengan penyihir yang hanya ingin memanfaakannya, jadi pangeran kegelapan mengurungnya disuatu tempat dengan sihir hitam, dan menugaskanku untuk menjaganya."
"Tapi kau melepaskannya bukan," tebak Hermione. Draco tersenyum simpul.
"Peri itu melakukan banyak cara untuk bisa bebas, termasuk memperdayaku dengan memberikan kesempatan membuat permintaan."
"Jadi kau membuatnya, dan harapan itu untuk menghidupkan aku kembali? Jika dia seluar biasa itu, kenapa dia butuh bantuanmu untuk bebas?"
"Kau tau prinsip sihir hitam. Sihir yang rumit dan sulit dipatahkan," kata Draco. Dia terkekeh melihat ekspresi yang Hermione buat saat ini.
"Bagaimana kau lolos dari voldemort setelah membebaskan tawanannya?"
"Ibuku, dia bilang aku tidak sengaja melepaskannya. Dan kemudian mengatakan soal vanishing cabinet sebagai gantinya. Pangeran kegelapan puas dan hanya memberikan tiga cruciatus alih-alih kutukan kematian padaku."
Hermione tercengang. "Draco, kau hampir mati," kata Hermione cemas.
"Sudah berlalu."
"Tetap saja."
"Tidak apa-apa, Hermione," kata Draco menenangkan. Hermione menghela nafas berat.
"Jadi, Sudah dapat jawabannya, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Draco, menyinggung. Dia terkekeh saat Hermione menatapnya sinis.
Hermione mengulum bibir, menatap jauh ke depan, memikirkan rencana masa depan yang telah dia susun begitu lama, namun sempat tertunda karena tragedy yang terjadi.
"Aku sudah miliki rencana sebelumnya, tapi kurasa aku harus menyusunnya lagi," kata gadis itu.
"Bagaimana denganmu?"
"Kurasa aku akan bekerja di kementrian. Di Departemen Kerjasama Sihir Internasional."
"Begitu ya, kalau begitu aku akan pertimbangkan menerima tawaran Kingsley," kata Hermione
"Tawaran apa?" Draco menoleh, memandangnya dengan alis terangkat, penasaran.
Hermione membalas tatapannya dan tersenyum jahil, dia memalingkan pandangan sembari menahan senyum. "Rahasia," kata gadid itu main-main.
Draco memutar bola mata. "Kau mau balas dendam?"
Hermione mengedikan bahunya. "Aku hanya menyimpan satu."
Keduanya lalu tertawa bersama. Melanjutkan obrolan lebih panjang dengan topik yang berbeda. Tinggal disana beberapa saat sebelum memutuskan untuk turun begitu waktu menyambut pagi bagi siswa siswi Hogwarts hampir tiba.
Mereka menyelinap dikoridor, kemudian berpisah menuju asrama masing-masing. Mengucapkan, "sampai nanti." sebelum benar-benar berpisah.
Hermione masuk ke asrama perempuan Gryffindor dengan senyum cerah. Hatinya menghangat dan lebih legah, meski masih ada perasaan mengganjal yang mengganggunya.
Begitu dia membuka pintu, Rose dan Anne duduk di tas ranjangnya, menatapnya dengan pandangan menyelidik sebab Hermione tidak pulang semalam. Namun seakan tidak cukup peduli, Hermione menunjukan senyumnya yang semakin sumrigah.
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓
FanfictionHermione dan Draco terkena mantra misterius saat perang membuat keduanya pingsan dan harus dirawat di St.mungo. Namun ketika keduanya kembali sadar, mereka melihat keanehan pada diri orang-orang disekitar mereka. _ "Harry? apa itu kau?" _ "Jangan be...
