34 - Akhir

867 37 4
                                        

"Bagaimana perasaanmu?" tanya Ginny. Nyonya Potter itu menatap wanita berambut coklat yang tengah membelakanginya, sedang berhadapan dengan cermin untuk melihat penampilannya.

"Menurutmu bagaimana perasaanku saat menyaksikan tubuhku tiba-tiba berubah dalam semalam?"

Hermione berbalik, masih mengenakan pakaian tidurnya. Alisnya berkerut memandang sahabat rambut merahnya yang sedang terkekeh.

"Ya, berubah dalam hal yang baik." Ginny berjalan mendekatinya, meraih bahu Hermione dan membuatnya kembali menatap cermin "lihat, kau ahkirnya terlihat dewasa sesuai umurmu."

Hermione menginap dikediaman keluarga Potter untuk menemani Ginny yang sedang ditinggal Harry karena pria itu sedang menangani kasus rumit dan terpaksa menginap dikantornya. Semalam Hermione masih baik-baik saja, tubuhnya terlihat seperti gadis remaja, namun pagi ini, Hermione menemukan dirinya telah berubah. Tubuhnya tiba-tiba menjadi seukuran orang dewasa, sesuai dengan umurnya. Sudah tiga tahun sejak Hermione bangun dalam keadaan awet muda, dan dia sudah terbiasa, tidak lagi frustasi dan meratapi nasibnya. Namun perubahan yang tiba-tiba pagi ini membuatnya agak frustasi. Hermione lelah selalu dikejutkan.

Hermione menatap pantulan dirinya melalui cermin. Tubuh dewasanya tampak ideal, tidak terlalu kurus dan tidak pula terlalu berisi. Proporsi yang pas untuk wanita berusia pertengahan 40-an. Rambutnya tumbuh lebih panjang, namun masih tetap megar. Perubahannya tidak mempengaruhi rambutnya.

"Harry akan terkejut begitu dia pulang," kata Ginny. Dan perkataannya segera terwujud ketika suara Harry terdengar.

"Aku pulang!"

Ginny tersenyum lebar. Menyuruh Hermione untuk mengganti piamanya karena piama itu sekarang terlihat ketat ditubuhnya yang lebih besar. Hermione berdecak menerima sodoran baju ganti dari Ginny.

Setelah kepergian Ginny, Hermione segera berganti pakaian.

Dia berada di dalam kamar cukup lama, menatap pantulan dirinya sendiri. Hermione akhirnya menjadi wanita dewasa seperti seharusnya, menjadi sama seperti teman-temannya dan tidak lagi terjebak dalam tubuh gadis berusia 18 tahun. Hermione tersenyum, tiba-tiba memikirkan soal Draco. Pria itu akan terkejut saat melihat penampilannya sekarang.

Pintu tiba-tiba terbuka, Ginny muncul untuk menyuruhnya keluar. Menemui Harry di ruang keluarga yang sedang duduk disofa hampir ketiduran. Sepertinya Ginny memaksanya untuk tetap berada disana hanya untuk memperlihatkan perubahan Hermione.

"Harry!" seru Ginny, menarik Harry kembali membuka mata. Pria itu menatap kedua wanita yang sedang berdiri didepannya. Harry melihat Ginny, kemudian Hermione, matanya menyipit, tampaknya merasa janggal tapi belum menyadari kejanggalan itu.

Harry membuka kacamatanya dan membersihkannya. Ginny terkiki kecil melihat sikap suaminya, sementara Hermione mendengus keras.

"Hermione?" Harry memanggil, memastikan.

"Ya, Harry," jawab Hermione malas.

Mulut Harry menganga, dia lalu berdiri dan segera mendekati Hermione. Rasa kantuknya seolah hilang. Harry memandangnya terkejut sekaligus takjub.

"Merlin! Hermione, sejak kapan tubuhmu sebesar ini?"

Hermione memutar bola mata. Dia mengira Harry telah sadar dari kantuknya, tapi tampaknya belum. Hermione sudah memberi tau beberapa orang termasuk Harry tentang efek mantra Exitium atau sihir peri. Hermione bisa memiliki tubuh dewasanya kapan saja secara tidak terduga, sebagai seroang kepala auror yang terampil dan tanggap, Harry akan langsung memahami dalam sekali lihat, tapi sepertinya dia terlalu lelah hari ini.

Hermione menghela nafas berat. "Pergilah tidur Harry."

Mata kantuk Harry kembali. Pria itu mengangguk dan lekas pergi kekamar untuk tidur. Ginny menghela nafas kecewa. Entah kenapa, Hermione merasa bahwa Ginny akan menggunakannya sebagai alat kejut untuk orang-orang hari ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang