30 - Memori

323 29 0
                                        

"Dengarkan dengan baik, aku akan memberi tau kalian tugas berikutnya yang harus kalian lakukan. Tugas kedua ini dibuat untuk melihat dan menilai kecakapan kalian dalam menghadapi bahaya yang nyata, maka dari itu kalian akan menghadapi duel yang berbahaya. Kami menyiapkan simulasi di entrance hall, kelas pertahanan terhadap ilmu hitam, menara astronomi dan di aula depan. Setiap tempat akan memiliki satu potongan kunci, potogan kunci itu yang harus kalian dapatkan. Bekerjasamalah dengan patner kalian. Semoga beruntung!"

Draco bangkit dari duduknya, membersihkan debu sejenak. Dia melirik Granger yang enggan menatap balik padanya.

"Kau yang menginginkan datang ke sini, jadi mau tidak mau, kau harus ikut denganku dan bekerjasama," kata Draco.

"Aku tau," balas Hermione. Gadis itu memutar bola mata "jadi, kemana kita pergi sekarang?"

Draco memikirkan tiga tempat. Menara astronomi bukan tempat yang ingin dia datangi pertama kali, ada kenangan buruk disana, dan Draco perlu kepercayaan diri untuk kembali ke sana lagi. "Entrance hall," katanya memutuskan.

Hermione tidak menanggapi, segera pergi menuju entrance hall tanpa menunggu Draco. Draco menghela napas berat, segera menyusul Hermione dan bergabung dengannya di entrance hall.

Entrance hall tampak berantakan, serupa dengan kondisinya saat perang, beberapa anak tangga marmer rusak, dan banyak puing-puing berserakan, debu menutupi sebagian lantai. Jam pasir poin rusak parah. Mereka membuat simulasi dengan suasana perang, hanya saja tidak banyak orang yang ada untuk membantu. Hanya mereka, Draco dan Hermione.

Kilatan cahaya sihir datang dari arah kiri, hampir mengenai Hermione jika Draco tidak cepat menariknya mundur. Sosok jakung berjubah hitam dan menggunakan topeng perak muncul satu demi satu. Ada sekitar tujuh pelahap maut yang muncul.

Draco dan Hermione saling melirik, kemudian sama-sama menghela nafas berat. Keduanya menuruni tangga marmer dan mulai menyerang. Draco melompat ke arah kiri dan Hermione sebaliknya. Kilatan-kilatan sihir terbang melewati udara, ditangkis atau meledek dan memecah puing-puing.

"Depulso!"

Satu pelahap maut terlempar mundur, kemudian menghilang. Draco melirik Hermione yang kesusahan melawan tiga pelahap maut sekaligus.

"Expulso!"

Everte Statum!"

"Depulso!"

Berbagai macam mantra dilemparkan, hingga kemudian, tersisa dua pelahap maut yang masing-masing berhadapan dengan mereka.

"Diffindo!"

Hermione melempar mantra, namun berhasil ditangkis, dibalas oleh seragan Expulso dari lawan. Duel menjadi semakin sulit karena lawan tiba-tiba menjadi begitu lihai. Hermione mundur, hingga punggungnya bertabrakan dengan punggung Draco.

Nafas keduanya saling bersahutan, merasa kelelahan. Namun, seakan tidak ingin menyerah, baik Draco maupun Hermione, tidak ada yang berhenti menyerang.

"Exitium!"

"Apa?"

Perhatian Hermione teralihkan, tepat ketika kilatan mantra terbang kearahnya dan menabrak dada Hermione telak. Tubuhnya merosot jatuh dengan raut tegang terkejut. Semar, Hermione menyaksikan kilatan cahaya, Malfoy yang datang padanya dengan raut ketakutan dan kemudian pandangannya menjadi gelap.

"Hermione Jean Granger."

"Bagaimana rasanya hidup dimasa depan?"

"Kami telah membuatmu berumur panjang."

"Sebagai janji dari harapan orang terkasih."

"Kami tidak dapat membatalkan mantra kecuali sang pembuat harapan berhenti berharap."

ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang