26 - Juara Hogwarts

278 27 2
                                        

"Juara Hogwarts," kata McGonagall, menjeda perkataannya dan memandang ke arah meja Slytherin. Beberapa anak asrama sudah besar kepala saat profesor memandang ke arah meja mereka, sampai kemudian satu nama disebutkan

"adalah Draco Malfoy!"

Draco tidak perduli dengan keadaan disekitarnya, pemuda itu duduk sembari menongka dagu dan berekspresi bosan, rasanya ingin keluar dari hirak-pikuk yang menganggu. Tapi kemudian, McGonagall menyebutkan namanya, dan Aron menepuk punggungnya keras, serta anak-anak Slytherin bertepuk tangan heboh, menghentak-hentakan kaki dengan antusias, menyabutnya sebagai juara perwakilan Hogwarts.

Matanya membelakak terkejut, tentu saja, sebab Draco merasa dia tidak pernah memasukan namanya dalam piala api. Seketika, Draco menoleh pada Aron yang sedang membanggakannya pada anak-anak lain. Ekspresi Draco berubah kesal san menarik bahu pemuda itu kasar.

"Kau yang memasukan namaku?" Geram Draco. Aron langsung bungkam, tersenyum kikuk pada Draco yang seakan hendak menjadikannya mangsa cumi-cumi raksasa. Draco memiting kepala Aron, mencekiknya dengan lengannya yang berotot, sementara Aron kesusahan mengambil nafas.

"Draco Malfoy?" Panggil kepala sekolah. Aron menepuk-nepuk lengan Draco dan menunjuk-nunjuk McGonagll.

Draco menghentikan aksinya, mendelik pada Aron dan kemudian bangkit, berjalan ke arah kepala sekolah. Tidak  seperti dua juara sekolah lain, Draco justru menunjukan ekspresi mengeruh.

"Maaf Profesor, tapi bukan saya yang memasukan nama dalam piala api," kata Draco. Perkataanya membuat semua orang terkejut, termasuk Hermione. Sedikit merasakan dejavu.

"Maaf Mr Malfoy, tapi kami tidak bisa mengganti juara yang terpilih. Kau harus ikut Triwizad sebagai juara perwakilan Hogwarts," kata McGonagall, menunjukan ekspresi tidak ingin dibantah.

Draco menghela nafas berat, menoleh kebelakang pada meja Slytherin dan melemparkan tatapan membunuh pada Aron yang membalasnya dengan cengiran.

"Silahkan Mr Malfoy." McGonagall mempersilahkan Draco untuk pergi ke ruangan yang telah ditunjuk, bergabung dengan dua juara lain. Dengan berat hati, Draco berjalan meninggalkan great hall, meninggalkan kericuhan yang kemudian berganti dengan kata-kata McGonagall.

"Nah" McGonagall berseru setelah kegemparan mereda. " sekarang ketiga juara kita sudah terpilih. Aku yakin bisa mengandalkan kalian semua, termasuk para pelajar dari Beauxbatons dan Durmstrang, untuk memberi dukungan penuh kepada para juara kalian. Dengan menyemangati para juara kalian, kalian akan berkontribusi dalam turnamen yang akan datang..."

Draco tidak lagi mendengar kelanjutan dari kata-kata itu ketika pintu tertutup. Dia memasuki ruangan yang lebih kecil yang didalamnya terdapat banyak lukisan yang digantung di dinding. Dua juara lain berada di dekat perapian, tidak bicara satu sama lain dan hanya diam.

Draco berjalan mendekat, berdiri di depan perapian dan memandang api yang seolah menari-nari. Hingga salah satu dari mereka bicara padanya.

"Draco Malfoy, kau mantan pelahap maut itu bukan? Yang terkena serangan dan berahkir koma. Kemudian sadar dan menggemparkan dunia sihir karena tidak menua sedikitpun."

Draco berpaling pada si juara Dumstrang, Nolan yang sedang bersandar pada rak perapian, memandangnya dengan ekspresi meremhekan  "umurmu sudah jauh di atas kami semua yang memasukan nama, bukankah itu curang," katanya sinis.

Draco memutar bola mata, hendak membalas. Namun seseroang sudah berseru lebih dulu.

"Itu sama sekali tidak curang Mr Blenkinsop," kata Mr Bagman yang masuk bersama rekannya dan para kepala sekolah masing-masing sekolah.

"Nah, kalau begitu kita mulai?" katanya, menggosok-gosokkan tangan dan memandang berkeliling ruangan pada wajah-wajah di sana "Kita harus menyampaikan instruksi kepada para juara, tugas pertama..."

Ketiga juara memandang Mr Bagman dengan konsentrasi tinggi. Memperhatikan ketika pria itu berjalan ke depan perapian.

"Tugas pertama dirancang untuk mengetes keberanian kalian," dia memberitahu Draco, Genevieve dan Nolan, "maka kami tidak akan memberitahu kalian, apa tugas itu. Keberanian menghadapi sesuatu yang tidak diketahui adalah kualitas penting bagi seorang penyihir… sangat penting…"

"Tugas pertama akan berlangsung pada tanggal dua puluh tujuh November, di depan semua murid dan dewan juri."

"Para juara tidak diizinkan meminta atau menerima bantuan dalam bentuk apa saja dari guru mereka untuk menyelesaikan tugas dalam turnamen ini. Para juara akan menghadapi tantangan pertama ini hanya dengan bersenjata tongkat sihir mereka. Mereka akan menerima informasi tentang tugas kedua setelah tugas pertama selesai. Mengingat turnamen ini sangat berat dan menyita waktu, para juara dibebaskan dari mengikuti ujian akhir tahun ajaran."

Draco menelan ludah, tidak bisa membayangkan situasi bahaya macam apa yang akan dia hadapi. Ayolah, Draco datang ke Hogwarts bukan karena ingin menantang bahaya lagi, tapi untuk belajar dan ikut N.E.W.T. tapi sekarang, ia bahkan dipersulit untuk ikut ujian ahkir tahun ajaran.

"Nah, sekarang kalian sudah bisa kembali ke asrama untuk beristirahat."

Draco dan dua juara lain pergi dari ruangan itu, meninggalkan para kepala sekolah bersama dua mentri yang mulai membahas hal diluar turnamen, sepertinya merencanakan pesta kecil hanya untuk mereka.

Draco tidak bisa berhenti menghela nafas bahkan ketika ia tiba diasrama dan mendapati anak-anak Slytherin masih membuat kericuhan, sementara anak-anak Beauxbatons tampak membuat kelompok sendiri di sisi lain ruangan, tapi kepala-kepala mereka berpaling saat Draco masuk.

Pandangan Draco kemudiam bertemu dengan Aron dan pemuda itu kembali menampilkan cengirannya sebelum berlari pergi ke asrama laki-laki, menghindari Draco yang siap memburunya. Mereka masuk dengan kasak-kusuk ke dalam kamar dan menemukan Albus didalam.

"Selamat karena telah menjadi juara Hogwarts. Kau harus melakukan apapun untuk mendapatkan hadiahnya, selain itu, injak si Blenkinsop dari Dumstrang itu," kata Albus, tampaknya punya dendam terselubung terhadap anak-anak Dumstrang.

Draco entah kenapa, merasa amat bangga dan tinggi. Sudah lama dia ingin mengalahkan Potter seperti ini. Yah, meskipun Potter yang ini bukan Potter yang sama dengan orang yang Draco maksud.

Tanggal dua puluh tujuh November. Draco menghela nafas, dia harus bersiap untuk terjun sukarela kedalam lingkaran bahaya dihari itu.

To Be Continued

ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang