Lily Potter menyusuri rak-rak tinggi perpustakaan Hogwarts, matanya menyapu judul-judul buku yang berjejer rapi. Dia sedang mencari buku tentang ramuan tingkat lanjut, sebuah topik yang membuatnya tertarik akhir-akhir ini. Dengan jari-jari kecilnya, dia mencoba meraih sebuah buku tebal yang berada di rak paling atas.
Lily mengulurkan tangannya, berusaha mencapai buku itu, tetapi sia-sia. Buku itu terlalu tinggi. Dia mendesah, lalu mengeluarkan tongkatnya. "Wingardium Leviosa," ucapnya, mengayunkan tongkatnya. Buku itu mulai melayang turun, tetapi entah bagaimana, mantra Lily tidak berfungsi dengan baik. Buku itu berputar tidak terkendali, lalu jatuh dengan cepat menuju kepalanya.
Lily memekik, menutup matanya, dan mengangkat tangannya untuk melindungi diri. Namun, buku itu tidak pernah mengenainya. Dia membuka matanya dan melihat bahwa buku itu ditangkap oleh seseorang, tepat sebelum menghantam kepalanya. Orang itu adalah Draco Malfoy.
"Kau baik-baik saja, Potter?" tanya Draco, suaranya terdengar khawatir.
Lily mengangguk, masih sedikit terkejut. "Ya, terima kasih," katanya, suaranya pelan.
Draco memberinya buku itu. "Kau harus berhati-hati," katanya. "Buku-buku di sini bisa berbahaya."
Lily mengangguk lagi, menerima buku itu. "Aku tahu," katanya. "Aku hanya... aku mencoba mengambil buku ini."
Draco melihat buku itu, lalu tersenyum tipis. "Ramuan tingkat lanjut, ya?" katanya. "Itu topik yang sulit."
Lily mengangguk, merasa sedikit malu. "Aku tahu," katanya. "Tapi aku ingin belajar."
Draco mengangguk, lalu menyerahkan buku itu pada Lily. Sebelum dia berlalu pergi.
Lily menatap punggungnya yang menjauh, merasa bingung. Dia tidak pernah menyangka Draco Malfoy akan bersikap baik padanya. Dia selalu menganggapnya sebagai orang yang sombong dan jahat. Tapi hari ini, dia telah menyelamatkannya dua kali.
Lily merasa penasaran. Dia ingin tahu lebih banyak tentang Draco Malfoy. Dia ingin tahu mengapa dia berubah.
Draco mengangguk, lalu menyerahkan buku itu pada Lily. Sebelum dia berlalu pergi, dia berkata, "Jika kau butuh bantuan dengan ramuan itu, jangan ragu untuk bertanya."
Lily menatapnya dengan heran. "Benarkah?" tanyanya, matanya berbinar.
Draco mengangguk kecil, lalu berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Lily dengan buku ramuan di tangannya. Lily merasa bingung dan penasaran. Dia tidak pernah menyangka Draco Malfoy akan bersikap baik padanya, apalagi menawarkan bantuan. Dia selalu menganggapnya sebagai orang yang sombong dan dingin.
Lily menatap buku ramuan di tangannya, lalu menatap ke arah Draco yang berjalan menjauh. Dia merasa ada sesuatu yang berubah pada Draco Malfoy. Dia tidak lagi terlihat seperti orang yang sama. Dia tampak lebih tenang, lebih ramah, bahkan sedikit sedih.
Lily merasa penasaran. Dia ingin tahu lebih banyak tentang Draco Malfoy. Dia ingin tahu mengapa dia berubah. Dia ingin tahu apa yang membuatnya bersikap baik padanya.
Dia memutuskan untuk mencari tahu. Dia akan mencari tahu apa yang terjadi pada Draco Malfoy, dan mengapa dia berubah. Dia merasa ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar perubahan sikap. Dia merasa ada rahasia yang tersembunyi di balik mata abu-abu itu.
Lily berjalan menuju meja tempat dia biasa belajar, duduk, dan membuka buku ramuan itu. Dia mulai membaca, tetapi pikirannya melayang ke Draco Malfoy. Dia tidak bisa menghentikan rasa ingin tahunya.
Di sisi lain, Hermione, yang sedang mencari buku tentang sejarah sihir kuno di rak lain, menyaksikan seluruh kejadian itu dengan mata terbelalak. Dia melihat Lily yang kesulitan meraih buku, mantra Wingardium Leviosa yang gagal, dan Draco Malfoy yang tiba-tiba muncul untuk menyelamatkan Lily. Dia juga mendengar percakapan singkat mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓
FanfictionHermione dan Draco terkena mantra misterius saat perang membuat keduanya pingsan dan harus dirawat di St.mungo. Namun ketika keduanya kembali sadar, mereka melihat keanehan pada diri orang-orang disekitar mereka. _ "Harry? apa itu kau?" _ "Jangan be...
