Malam itu, Hermione membenamkan diri dalam mimpi, berharap menemukan kedamaian setelah hari yang panjang dan membingungkan. Mimpinya membawanya kembali ke lorong-lorong Hogwarts, di mana dia, Harry, dan Ron menjelajahi rahasia kastil, tertawa, dan menghadapi tantangan bersama. Kenangan itu hangat dan akrab, membuatnya tersenyum dalam tidurnya.
Namun, di tengah-tengah mimpi itu, sesuatu yang aneh terjadi. Sebuah ingatan asing menyelinap masuk, sebuah adegan yang tidak dikenalnya, namun terasa begitu nyata. Dia melihat dirinya berdiri di menara astronomi, angin malam menerpa rambutnya. Di sampingnya, berdiri Draco Malfoy, wajahnya tidak lagi sinis, tetapi tampak tenang dan serius. Mereka tidak berbicara, tetapi ada keheningan yang nyaman di antara mereka, seolah-olah mereka memahami satu sama lain tanpa kata-kata.
Hermione terbangun dengan jantung berdebar kencang. Dia duduk di tempat tidur, mencoba memahami apa yang baru saja dilihatnya. Ingatan itu terasa begitu jelas, begitu hidup, tetapi itu tidak mungkin. Dia dan Draco Malfoy tidak pernah memiliki momen seperti itu. Mereka selalu menjadi musuh, selalu berselisih.
Dia menggelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan ingatan itu. "Itu hanya mimpi," gumamnya pada dirinya sendiri. "Tidak ada artinya."
Namun, semakin dia mencoba untuk melupakannya, semakin dia tidak bisa. Ingatan itu terus terulang di benaknya, membuatnya bingung dan gelisah. Dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang, sebuah potongan teka-teki yang tidak bisa dia temukan.
Hermione menggelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan ingatan aneh itu dari benaknya. Dia memiliki hal-hal yang lebih penting untuk dikhawatirkan, seperti misteri koma panjangnya dan mengapa dia tidak menua.
Dia menghabiskan hari-harinya di perpustakaan, membaca setiap buku yang bisa dia temukan tentang sihir waktu, ramuan penuaan, dan kutukan tidur. Dia berbicara dengan Madam Pomfrey, mencoba mencari tahu apa pun itu yang berhubungan.
Namun, semakin dia mencari, semakin sedikit jawaban yang dia temukan.
Frustrasi mulai merayap dalam dirinya. Dia merasa seolah-olah dia sedang memecahkan teka-teki yang tidak memiliki jawaban. Dia merasa seolah-olah dia sendirian dalam perjuangannya, terputus dari masa lalunya dan masa kini.
Suatu malam, ketika dia duduk di meja perpustakaan, dikelilingi oleh buku-buku yang terbuka, dia merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Dia menoleh dan melihat Draco Malfoy berdiri di sana, menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa dia baca.
"Kau berjuang begitu keras, Granger," kata Draco, suaranya pelan.
Hermione menatapnya, "jika kau hanya datang untuk merecokiku, kusarankan kau pergi dan lakukan apa saja selain mengangguku," kata Hermione sinis, tanpa mengangkat kepala.
Draco terdiam sejenak, menatap Hermione dengan ekspresi yang sulit dibaca. Kemudian, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia berbalik dan pergi, meninggalkan Hermione sendirian dengan buku-bukunya.
"Tunggu!" kata Hermione.
Draco berhenti dan menoleh.
"Aku... aku bermimpi tentangmu," kata Hermione. "Mimpi yang aneh."
Draco menatapnya, alisnya terangkat. "Mimpi apa?"
Hermione ragu-ragu, tetapi dia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. "Aku bermimpi tentang kita di menara astronomi," katanya. "Kita tidak berbicara, tetapi ada... keheningan yang nyaman di antara kita."
Draco menatapnya dengan intens, seolah-olah dia sedang mencoba membaca pikirannya. "Itu mimpi yang aneh," katanya.
"Ya," kata Hermione. "Tapi itu terasa sangat nyata."
Draco mengangguk perlahan. "Mungkin itu nyata," katanya.
Hermione menatapnya, bingung. "Apa maksudmu?"
Draco ragu-ragu, seolah-olah dia sedang mempertimbangkan apakah akan mengatakan sesuatu. "Aku tidak tahu," katanya akhirnya.
"Apa maksudmu 'aku tidak tahu'?" tanya Hermione, suaranya meninggi, rasa frustrasi meluap-luap. "Kau tahu sesuatu, Malfoy. Aku bisa merasakannya. Kau terus memberikan petunjuk samar, seolah-olah kau sedang bermain teka-teki, tapi kau tidak pernah mengatakan apa-apa yang berguna!"
Draco mengalihkan pandangannya, tampak tidak nyaman. "Aku sudah bilang, aku tidak tahu apa-apa," gumamnya, suaranya datar.
"Omong kosong!" seru Hermione, melangkah mendekat. "Kau tahu lebih dari yang kau katakan. Kenapa kau tidak mau memberitahuku? Apakah ini semacam permainan bagimu? Apakah kau menikmati melihatku kebingungan?"
Draco menatapnya, matanya berkilat marah. "Jangan bicara padaku seperti itu, Granger," desisnya. "Kau tidak tahu apa yang kau bicarakan."
"Lalu beritahu aku!" tantang Hermione. "Beritahu aku apa yang aku lewatkan. Beritahu aku mengapa kita berdua terbangun dari koma dalam keadaan seperti ini! Beritahu aku mengapa kita berdua bermimpi tentang menara astronomi!"
Draco terdiam, rahangnya terkatup rapat. Dia tampak seperti sedang bergumul dengan sesuatu, seolah-olah dia sedang mempertimbangkan apakah akan mengatakan sesuatu atau tidak.
"Aku tidak bisa," katanya akhirnya, suaranya pelan, hampir tidak terdengar.
"Kenapa tidak?" tanya Hermione, suaranya bergetar karena marah dan frustrasi. "Kenapa kau selalu seperti ini? Selalu menyimpan rahasia, selalu menyembunyikan sesuatu?"
Draco menatapnya, matanya dipenuhi dengan kesedihan yang dalam. "Karena beberapa hal lebih baik dibiarkan tidak diketahui," katanya. "Beberapa kebenaran terlalu menyakitkan untuk diungkapkan."
Hermione menatapnya, bingung. "Apa maksudmu?"
Draco menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa memberitahumu," katanya. "Kau harus mencari tahu sendiri."
Dengan itu, dia berbalik dan pergi, meninggalkan Hermione sendirian di perpustakaan, dikelilingi oleh buku-buku yang tidak memberikan jawaban apa pun. Hermione merasa marah, frustrasi, dan bingung. Dia merasa seolah-olah dia sedang berputar-putar dalam lingkaran, tidak pernah mendekati kebenaran.
Dia tahu bahwa Draco menyembunyikan sesuatu. Dia tahu bahwa dia memiliki jawaban yang dia cari. Tapi dia juga tahu bahwa Draco tidak akan memberitahunya. Dia harus mencari cara lain untuk mengungkap rahasia itu, bahkan jika itu berarti harus menghadapi kegelapan masa lalunya sendiri.
To Be Continued
KAMU SEDANG MEMBACA
ғᴜᴛᴜʀᴇ ↬ᴅʀᴀᴍɪᴏɴᴇ ✓
FanficHermione dan Draco terkena mantra misterius saat perang membuat keduanya pingsan dan harus dirawat di St.mungo. Namun ketika keduanya kembali sadar, mereka melihat keanehan pada diri orang-orang disekitar mereka. _ "Harry? apa itu kau?" _ "Jangan be...
