Hii ada yang nungguin? inget vote dan komen yang banyak yahh
Happy Readingg..
***
Hari itu, suasana sekolah terasa berbeda. Sejak pagi, bisik-bisik dan tatapan penasaran terus mengarah pada Ghania dan Reygan.
"Gue ngerasa diliatin terus deh," bisik Ghania saat berjalan menuju kelas bersama Reygan.
Reygan hanya mengangkat bahu, memasukkan tangannya ke saku celana. "Biarin aja, mereka sirik kali liat lo punya pacar seganteng gue."
Ghania mendelik. "Bisa gak sih lo gak narsis sebentar aja?"
Begitu mereka masuk kelas, Bintang langsung menghampiri Ghania dengan ekspresi panik. "Lo udah denger gosipnya?"
"Gosip apa?"
Bintang menghela napas dalam. "Semua orang di sekolah tahu kalau lo sama Reygan itu cuma pacaran bohongan!"
Ghania membelalakkan mata. "Apa?! Dari mana mereka tahu?"
Belum sempat Bintang menjawab, seorang siswa tiba-tiba berteriak dari sudut kelas, "Woi, Reygan sama Ghania ternyata selama ini cuma pura-pura pacaran, ya?". Berita hot news ini dibeberkan oleh Saski. Seorang gadis yang tidak hentinya sirik dengan kedekatan Reygan dan Ghania.
Seketika, semua mata tertuju pada mereka. Beberapa teman sekelas mulai berbisik-bisik, sementara yang lain malah menatap dengan tatapan mengejek.
"Aku udah curiga dari awal!"
"Kasian banget, Ghania pasti cuma dijadiin bahan mainan sama Reygan!"
"Pasti ceweknyaa yang gatel, coba dong bayangkan guys masak seorang Reygan deket sama Ghania? gadis polos dan culun. Aduh beda banget sama mantan- mantanya."
Saski hanya tersenyum puas melihat kejadian hari ini. Saatnya hubungan mereka akan hancur, dia sangat bahagia ternyata selama ini hubungan mereka hanya sekadar pacar bohongan. Kalau dari dulu mengetahui fakta ini,dia tidak buang tenaga untuk merecoki Ghania.
Ghania menunduk, merasa malu dan bersalah. Dia tidak menyangka rahasia mereka akan terbongkar seperti ini. Namun, sebelum dia sempat mengatakan sesuatu, Reygan tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berjalan ke tengah kelas.
"Semuanya dengerin!" suara Reygan terdengar lantang.
Seluruh kelas langsung terdiam, menunggu apa yang akan dia katakan. Ghania menatapnya dengan bingung.
"Iya, benar. Awalnya gue dan Ghania cuma pura-pura pacaran."
Bisik-bisik kembali terdengar. Beberapa teman sekelas tertawa kecil, tapi sebelum mereka bisa berbicara lebih jauh, Reygan kembali melanjutkan,
"Tapi gue gak pura-pura lagi."
Kelas kembali sunyi.
Reygan menoleh ke arah Ghania yang masih terpaku di tempatnya. Dengan langkah mantap, dia berjalan mendekat dan menatapnya dengan mata penuh keyakinan.
"Ghania," panggilnya pelan namun jelas.
Ghania menelan ludah. "A-apa?"
"Lo bilang dulu, lo gak mungkin suka sama gue," kata Reygan. "Tapi sekarang gue tanya lagi, kalau gue beneran suka sama lo, lo masih mau tetap pura-pura?"
Ghania terdiam, dadanya berdebar hebat.
Reygan menghela napas dan melanjutkan, "Gue gak peduli apa yang orang lain bilang. Yang gue tahu, gue suka lo. Dan gue gak mau ini jadi pura-pura lagi."
Seluruh kelas riuh. Beberapa teman langsung bersorak heboh, sementara yang lain hanya melongo tak percaya.
Ghania masih diam. Wajahnya memerah, otaknya berusaha mencerna semua yang baru saja terjadi.
"Jadi, gimana?" Reygan bertanya lagi. "Mau lanjut pura-pura, atau kita mulai yang beneran?"
Ghania mengerjapkan mata, menatap cowok di depannya yang sekarang sedang menunggunya dengan penuh harap.
Kelas masih riuh, semua murid menunggu jawaban dari Ghania. Reygan tetap berdiri di hadapannya, menatapnya dengan ekspresi serius yang jarang terlihat.
Ghania menggigit bibir bawahnya, merasa dadanya berdebar kencang. Jujur, dia tidak pernah menyangka Reygan akan mengaku seperti ini di depan semua orang. Selama ini, mereka hanya berpura-pura. Tapi sekarang, semuanya berubah.
"Ghania, jawab dong," suara Bintang berbisik dari belakangnya, sedikit mendesak.
Ghania menatap Reygan, lalu menarik napas dalam. "Lo serius?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar.
Reygan mengangguk tanpa ragu. "Serius."
"Lo yakin?"
"Yakin banget."
Kelas kembali bersorak heboh. Beberapa teman bahkan mulai bertepuk tangan, seperti sedang menonton adegan drama romantis di film.
Ghania menundukkan kepalanya sebentar, mencoba menenangkan dirinya. Dalam hati, dia bertanya-tanya, apakah perasaannya selama ini juga nyata? Apakah semua perhatian dan kebersamaan mereka benar-benar membuatnya nyaman, atau hanya sekadar kebiasaan?
Tapi ketika dia kembali menatap Reygan dengan matanya yang penuh keyakinan, dengan senyum kecil yang selalu membuat hatinya sedikit tenang. Ghania menyadari sesuatu.
Dia juga menyukai Reygan.
Mungkin sudah sejak lama, tapi dia terlalu takut untuk mengakuinya.
Ghania tersenyum tipis. "Jadi lo beneran suka sama gue?" tanyanya lagi, kali ini dengan nada menggoda.
Reygan terkekeh. "Harus gue ulangin berapa kali biar lo percaya?"
"Minimal sepuluh kali, deh."
Reygan menghela napas lalu menatap Ghania dengan lekat. "Gue suka lo, Ghania."
Suasana kelas semakin pecah. Beberapa teman sekelas mulai bersorak lebih heboh, sementara yang lain sibuk merekam momen langka ini dengan ponsel mereka. Apalagi teman-teman terdekat Reygan yang sangat senang mengetahui sebentar lagi Ghania dan Reygan tidak pacaran bohongan lagi.
Ghania, yang biasanya bisa membalas candaan Reygan dengan mudah, kali ini justru kehilangan kata-kata. Wajahnya memerah, tapi dia tersenyum.
Dengan suara pelan, dia berkata, "Baiklah, kalau gitu..."
Kelas mendadak terdiam, semua menunggu kelanjutan jawabannya.
Ghania menatap Reygan dan mengulurkan tangannya. "Ayo kita coba pacaran beneran."
Reygan melongo sebentar, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Tapi hanya butuh beberapa detik sebelum senyum lebarnya muncul. Dengan cepat, dia meraih tangan Ghania dan menggenggamnya erat.
Sorakan kembali pecah, bahkan ada yang mulai berteriak, "Akhirnyaaaa!"
Reygan mendekatkan wajahnya sedikit, lalu berbisik, "Lo gak bakal nyesel?"
Ghania tersenyum kecil. "Kayaknya enggak."
Dan dengan itu, hubungan mereka yang selama ini hanya pura-pura akhirnya berubah menjadi sesuatu yang nyata.
***
Hii akhinya aku update lagi HAHA, maaf banget sumpahh.
okay jadi habis ini aku mau ceritain kisah romantis pacaran Ghania dan Reygan, ada yang nungguin gak?
nunggu 10 vote baru lanjot
16 February 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
REYGANIA
Teen Fiction[Follow akun wattpad aku baru baca, terima kasih.] Ghania Permata Putri hanyalah gadis sederhana di Sma Kencana. Tipe siswa yang tidak menyukai popularitas dan tebar sensasi. Namun, sejak namanya tertera sebagai siswa yang lolos seleksi kelas unggul...
