part 3

1.5K 67 2
                                        

Sorry klo banyak typonya yah
-
-
-
-

Sore pun tiba...

Valdo mengajak flora ke taman bunga. Untuk first date bersama Flora.

Flora pun sangat senang, ia bisa berjalan dengan laki laki yang ia cintai. Dan bisa menjadi kekasihnya.

"Valdo.." Panggil Flora yang lembut itu.

Valdo pun mendengar, dan ia langsung menoleh dan menghadap ke arah Flora. "Iyaa. Kenapa, Flo?" Tanyanya.

"Kenapa kamu milih aku? Aku kan banyak kekurangannya. Bahkan aku aja gak punya bakat sama sekali. Dan jarang disorot orang lain lagi." Flora seketika bertanya tentang diri nya kepada Valdo. Mengapa Valdo menyukainya. Padahal menurutnya ia sangat kurang untuk Valdo.

Valdo pun tersenyum. Ia tau Flora sangat insecure tentang wanita luar sana. "Aku jadi suka kamu itu bukan karna cantik, mempunyai bakat, dan banyak disukai orang. Aku menyukai dirinya itu. Karna kamu itu menarik buat aku. Karna cinta itu tidak bisa ditakar seberapa besarnya. Kamu bersifat seperti wanita yang meluluhkan hati laki laki. Seperti lemah lembut, pokoknya banyak banget. Pokoknya kamu energi banget buat aku." Jawab Valdo yang menatap ke arah flora.

Flora pun merasa bersyukur mempunyai lelaki seperti Valdo. Sebenarnya Valdo sangat membenci apa itu pacaran. Karena pacaran yang membuat kakanya menjadi stress, kakanya di selingkuhin oleh mantan pertama. Karna itu, valdo tidak menyukai pacaran. Namun menurutnya, Flora itu dapat dipercaya dari wanita lain. Itu lah yang membuat dia membuka hati untuk seseorang.

Lalu flora menyenderkan kepala di bahu valdo. "Kamu itu harus peka dan romantis yah. Karna aku suka cowo sifatnya seperti itu." Ucapnya kepada Valdo.

Valdo pun menyenderkan kepalanya ke atas kepala flora. "Iya, aku akan nge treat kamu seperti ratu." Jawab Valdo yang tersenyum.

Sakin lamanya mereka menyenderkan kepalanya dan sambil mengobrol. Tak terasa. Waktu sudah ingin sore. Mereka pun ingin pulang kerumah nya masing masing.

"Kamu tadi berangkat sama aku. Berati kamu harus pulang sama aku, Oke?." Ucap Valdo yang mengambil helmnya itu.

"Tiba-tiba banget aku kamu?." Tanya Flora yang menaik turunkan alis nya. "Iyaa, aku pulang sama kamu kok." Lanjutnya.

"Iya dong. Kan statusnya udah beda." Jawabnya yang tersenyum balik ke Flora. "Yaudah, ini helmnya. Aku pasangin, Yah?." Ucapnya yang memasangkan helm ke kepala Flora.

Flora pun mengangguk sambil tersenyum.

"Ayo naik." Ajak Valdo.

"Bentar dulu. Ini motor kamu tinggi banget. Udah tau pacarnya pendek, malah di jemput pakai motor gede!." Kesal flora kepada Valdo.

Valdo pun hanya tertawa tipis kepada Flora. Akhirnya flora bisa menaiki motor Valdo yang sangat besar baginya itu.

Valdo pun menyalakan motornya. "Motor kenceng, Tangannya harus pegangan. Yang kuat, Yah." Valdo pun mengalihkan tangan flora ke perut nya yang Sixpack itu.

"Omaga omaga Flora. Lo megang perut nya flooo!!. Gila perutnya kekar banget, Sixpack lagi. Tahan floraaa." Gumam Flora didalam hati. Sambil mengontrol salah tingkah nya itu.

...
Setengah jalan. Valdo melihat ada gerobak martabak itu. Ia pun membelokkan motornya ke arab gerobak tersebut.

"Eh sayang. Kok belok sini." Tanya flora yang kebingungan.

Valdo pun membuka helmnya itu. "Buat orang tua kamu. Gak enak antar kamu gak bawa makanan." Jawabnya yang turun dari motornya.

"Loh. Padahal gak papa loh sayang." Jawab flora.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang