Selamat membaca
.....
Hari weekend ini hari yang harus di nikmati oleh keluarga Revisan. Karna hari libur yang harus mereka nikmati sebelum mereka akan melakukan aktivitas seterusnya.
Jeane kini sedang selesai mandi, kemudian ia melakukan aktivitas seperti skincare an. Dia menggunakan baju, lalu berduduk di tempat make up yang sering dia gunakan.
Saat perempuan itu sudah memakai skincare pada wajahnya. Dia pun ingin memakai satu benda yang terakhir untuk dia pakai. Yaitu liptint.
Tetapi, liptint yang sering dia pakai itu tidak ada di tempatnya. "Loh? Liptint aku mana? Kok bisa hilang sih! Aduh mana itu nggak ada stoknya lagi," bingungnya yang sedikit kesal.
Terpaksa dia memakai liptint yang ada dihadapannya. Lalu ia keluar, dan menuju ke pembantu rumah tangganya untuk menanyai, apakah pembantunya melihat liptint nya tersebut.
"Eh mbok, mbok liat liptint saya nggak? Soalnya gak ada di meja make up saya." Tanya Jeane kepada bibi tersebut.
Bibi itu menggelengkan kepalanya. "Tidak ada ndok. Saya nggak pernah masuk kamar ndok," jawabnya tersebut.
Kemudian Jeane berterima kasih kepada bibi tersebut, dan mencari sang ibunya untuk mempertanyakan hal yang sama.
"Nah itu mamih." Jeane langsung mendekati flora yang tengah berdiri di samping tangga.
"Mamih liat liptint jede nggak? Soalnya nggak ada di meja make up jede, kan cuman mamih aja yang masuk kamar jede." Tanya Jeane kepada flora.
Flora seketika menggelengkan kepalanya. "Mamih nggak liat de, ini juga mamih lagi cari blush on sama lipstik, soalnya nggak ada juga." Jawab flora yang kehilangan alat make up nya.
Jeane langsung membelalakkan matanya. "Apa jangan jangan?.."
Jeane dan Flora langsung menuju ke kamar Raivaro. Karna pikiran mereka sama, tertuju kepada kamar Rai.
BRAKK!!
Mereka berdua langsung membuka paksa pintu kamar Rai, sehingga menghasilkan suara yang nyaring.
"ASTAGA, PAPAH ABANGGG!!." Teriak mereka berdua yang tengah terkejut.
Mereka terkejut karena, dua sejoli sedang mengukir wajah mereka dengan lipstik Flora dan liptint Jeane.
"Hohh, hehe." Nyengir mereka berdua yang tanpa bersalah itu.
"Tuh kan, apa papah bilang, kalo di sini nggak aman bang." Bisik Valdo yang mengoceh kepada Rai.
"Padahal aku ngambilnya tanpa jejak lho pah! Kok mereka bisa ketemu kita sih." Jawab Rai sambil berbisik juga.
"Heh ngapain bisik bisik! Jawab sekarang, kalian ngapain pake make up' gitu! Mana kek joker lagi." Kesal Flora kepada mereka berdua.
"Anu mamih, itu mau bikin trend Helloween." Bohong Rai.
Flora pun kebingungan, "apanya sih! Balikin nggak punya mamih!" Kesal flora karena lelah dengan kelakuan dua orang yang memang tidak bisa ditebak.
"Kalian ngapain sih pake kek ginian? Mau jadi biduan apa!" Marah jeane, "ini lagi, papah udah tua pahh, inget UMURR!! Abang Raivaro, udah lah jede nggak bisa berkata kata lagi. Kalo kalian mau jadi jablay sini jede anterin ke tempat diskotik." Sambungnya sambil memarahi mereka berdua.
Akhirnya mereka berdua menerima konsekuensi yang diberikan oleh dua pemegang hak keluarga Revisan.
•••
Saat siang hari, matahari menyinari dunia. Panasnya yang luar biasa, dan sinar yang sangat silau untuk di lihat.
Terlihat ada 2 orang kakak beradik sedang berduduk di rooftop rumahnya tersebut. Mereka sedang bersantai, dan menikmati masa liburnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romansa(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)