part 54

157 15 0
                                        

Selamat membaca
.....

Hari ini, hari dimana Raivaro menjalankan lomba olimpiade IPS di luar negeri.

Jadi, untuk hari ini dan besoknya Rai tidak masuk sekolah, karna menjalani lomba tersebut.

Tibalah di sekolah SMA Citraland Persadha, terdapat ada lima anak yang ditinggalkan oleh ketuanya sementara terlebih dahulu.

Mereka sedang menunggu guru yang mengajar dikelas mereka, jam delapan lewat, namun tidak ada guru yang masuk ke jam pelajaran kelas mereka.

"Yah, sedih nggak ada babang Raray. Gak seru kalo nggak ada dia." Sedih Olldafi karena ditinggal oleh ketuanya tersebut.

"Ah elah, tenang aja. Doain dia bisa menang aja bro, ditinggal 2 hari nggak ngaruh." Balas Jimmy yang menenangkan mereka.

Di kejauhan, terdapat ada satu gadis yang sedang mencari satu pria yang dia sukai. Namun mata nya tidak bisa menemukan dimana pria itu.

"Eh cyin, lo tau Rai dimana nggak? Kok dia nggak hadir? Biasanya dia ada dipojok sana." Tanya gadis itu yaitu Gressel.

"Hm, gue juga nggak tau, tanya aja ke geng Hamboys tuh. Siapa tau mereka tau soal Rai." Jawab Cyintiya yang tidak mengetahui soal Rai.

Kemudian Gressel berbalik badan untuk menghadap ke arah Nachia. Dia ingin bertanya, apakah Nachia tahu soal Rai. Karna kekasih Nachia adalah sahabat dari gebetannya tersebut.

"Eh Nachia, lo tau nggak Rai kemana? Kali aja Nilo kasih tau Lo." Tanya Gressel kepada Nachia.

"Hm, Nilo bilang kalo Rai berangkat olimpiade. Mungkin dia jadinya nggak hadir hari ini." Jawab Nachia yang mengetahui tentang Raivaro.

"Apa?!" Shock Gressel.

"Lo kenapa Ssel? Kok malah kaget gitu? Bagus dong dia bawa nama baik sekolah sama negara lagi." Balas Nachia yang bingung kepada Gressel.

"Kok dia nggak ngabarin sih?" Kesal Gressel.

Mendengar ucapan itu membuat teman teman Gressel tertawa, karena tingkat kehaluan Gressel membuat mereka tertawa.

"Ssel? Hahaha, lo bercanda? Ngapain juga Rai ngabarin orang yang nggak ada hubungan." Ejek Cyintiya yang tertawa.

Sudut bibirnya Gressel tertarik ke atas, menandakan bahwa ia sangat malas mendengar ucapan temannya itu. "Dih, gue sama dia itu udah di tahap chatan bos ku. Biasanya dia ngabarin kalo mau kemana, kalo nggak tau nggak usah menghakimi," ketusnya yang memutar bola mata malasnya.

Ucapan itu membuat mereka yang tadinya tertawa, kemudian melototkan matanya ke arah Gressel, dengan perasaan yang terkejut.

"Apa?! Lo chatan sama Rai?." Kompak mereka yang sedikit menaikan nada bicara.

"Sut, nanti ketauan orng lain." Tegur Gressel yang berbisik.

Lalu mereka sontak menutup mulutnya dengan tangannya masing masing.

"Lo nggak bercanda kan, Ssel?" Tanya Cyintiya yang tak mempercayai.

"Ini nggak boong, kalian diem yah, cuman kalian berdua aja yang tau, sampe bocor, lo berdua berurusan dengan gue." Ancam Gressel kepada Nachia dan Cyintiya.

Mereka berdua mengangguk paham, kemudian kembali membicarakan hal yang sama.

"Selamat pagi anak anak! Maaf bapak tadi telat, soalnya ada tamu yang tengah datang." Salam guru tersebut, membuat semua murid kembali ke tempat duduk masing masing.

......

Setelah 2 hari lomba olimpiade yang dilakukan oleh Raivaro. Ia pun akhirnya pulang kerumah dengan membawa mendali.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang