Selamat membaca
.....
Hari hari pun berlalu. Valdo pun sudah keluar dari fase sakitnya. Ia pun pulang ke rumah dengan keadaan yang segar dan amarah yang membuatnya bisa sehat untuk saat ini.
"Azekk, ketua kita sudah sehat." Ucap Daniel yang tersenyum dan menepuk pundak Valdo.
"Saatnya kita beraksi." Ucap Valdo yang membuat mereka paham.
Valdo sudah menceritakan tentang yang ia alami sejak sakit itu. Mereka pun sudah tau, siapa sosok yang di ceritakan oleh Valdo.
...
Rai dan flora ingin ke supermarket untuk membeli bahan-bahan akhir bulan. Valdo mengizinkan mereka untuk membeli bahan tersebut.
"Mamih, Rai mau cari facial wash untuk Rai yah mamih, ga jauh kok." Kata Rai izin kepada Flora untuk mencari sabun cuci muka untuknya.
Flora pun mengangguk, ia melanjutkan pemilihan untuk bahan akhir bulan.
Saat flora sedang memilih milih produk untuk dirumah, ada sosok lelaki misterius yang berpakaian serba hitam.
Flora awalnya menghiraukan sosok tersebut. Namun gerak-gerik lelaki tersebut membuatnya risih untuk dilihat.
"Ucapkan kata terakhir untuk suamimu.. karna dia akan... Mati."
Badan Flora seketika tegak, mata yang membelalak, dan perasaan begitu shock. Setelah mendengar ucapan sosok misterius tadi.
Flora melihat di sekelilingnya, namun lelaki misterius tersebut sudah tidak ada disampingnya. Perasaan yang panik, ia bergegas mencari anaknya yang sedang memilih tersebut.
"Raivaro, ayo kita pulang sekarang nak." Ucap flora yang bergetar dan gugup. Lalu ia menarik lengan Rai.
"Kok tiba tiba mamih? Ada apa." Tanya Rai yang begitu penasaran.
"Ga usah banyak nanya, ayo kita pulang, biar aja belanjaan nya." Jawab flora yang mulai menarik keras tangan Raivaro.
Rai pun mengangguk, ia pun bergegas ke parkiran dan menghidupkan mesin motor nya tersebut.
Kemudian ia menancapkan gas dengan kecepatan yang sedikit tinggi. Flora yang saat ini masih gugup dan badan yang bergetar, karna ia takut ada yang terjadi pada suaminya, yaitu Revaldo.
__
Setelah datang, belum sempat Rai memarkirkan kendaraannya, Flora langsung berlari ke arah rumah dengan cepat.
"Ada apa sama mamih? Mungkin kompornya belum mati kali." Gumam Rai yang berpikir positif.
"Mas Ado! Kamu dimana!." Pekik flora yang melihat ke sekeliling rumahnya tersebut.
"Kenapa kak? Tadi bang ado ke markas katanya, ada yang mereka urus." Jawab Ashel yang berada di sofa ruang tamu. Ia pun bingung dengan tingkah laku Flora.
Flora pun mengambil handphone di dalam tasnya. Kemudian ia menelepon suaminya dengan tangan yang bergetar.
Rai melihat tingkah laku ibunya yang kurang meyakinkan. Ia pun berjalan menuju ke arah ibunya, kemudian ia bertanya. "Mamih kenapa sebenernya? Kenapa mamih jadi panik gini?."
"Aduh ga angkat lagi." Gumam Flora yang masih menelpon suaminya.
Valdo memang sengaja menonaktifkan handphone nya agar tidak terganggu saat ia sedang melakukan sesuatu.
"Mamih cari papah? Perlu Rai cari ga?." Tanya Rai yang sedikit panik juga karena ibunya begitu panik.
"Cari sekarang Rai." Jawab flora yang mulai berduduk di sofa tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romance(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)