Selamat membaca.
.......
Anniversary pernikahan Revaldo Azarian Revisan dengan Flora Shafiqa Hardana Yang ke 16 tahun.
Valdo dan teman temannya sedang menyiapkan sebuah tempat untuk merayakan anniversary ini.
Sedangkan teman teman flora juga ikut menyediakan persiapan untuk anniversary mereka berdua.
"Lo orang yang jatuh cinta, sekampung yang repot." Ketus Febri yang sedang memasang balon di dinding.
"Tau, sekali kite anniversary, kasihnya cuman sesuatu, kagak mau bantuin gitu." Balas Daniel yang merasa kesal juga.
"Heh, gua ngasih lo pada mobil satu satu yah! Kagak tau terima kasih banget. Ini juga ada upahnya." Jawab Valdo yang kesal dengan mereka.
"Ah elah, Lo pada enak masang gituan doang, liat gua nih! Sampe kayang gua masang beginian doang." Luvas mengalihkan pembicaraan menjadi ke arahnya. Ia sedang memasang balon udara di atas plafon yang sehingga membuatnya ingin terjatuh saja.
Mereka pun tertawa, karna tingkah laku Luvas membuat mereka menjadi lebih baik. Pertemanan mereka begitu indah, tanpa ada perkelahian, selalu ada canda dan tawa. Sungguh, mereka diciptakan untuk membuat semua orang tertawa.
"BUSET DO, BENERAN SEGITU BESARNYA BUKET?" Shock mereka setelah melihat buket yang telah datang didepan rumah Valdo.
"Hari spesial, angkat bro." Pinta Valdo yang menyuruh mereka untuk mengangkat buket tersebut.
"STRESS SEMUA STRESS." Teriak Febri yang melihat cetakan foto flora begitu besar seperti baliho.
"LO MAU NYETAK FOTO ATAU BIKIN BALIHO NJENG!" Pekik Aran yang terkejut.
"DO? LO STRESS! GUA AJA YANG WARAS."
"INI PAKET ATAU KIRIMAN SANTET SIH ANJING! DARI TADI BANYAK BENER TRUK YANG DATANG!."
....
Valdo sedang menjalani misinya. Ia menjemput flora di toko butik milik Chika. Flora berkumpul disana untuk berteman seperti dahulu.
Sesampainya Valdo ditoko butik 'Cantikha Butik' milik Chika dan Zaen. Valdo kemudian turun dari mobil, dan menuju ke toko tersebut.
"Permisi, mau beli." Salam Valdo yang bercanda kepada Mereka.
Circle Junes langsung menoleh ke arah Valdo dengan ekspresi wajah bingung. Karna valdo memakai topi dan kacamata yang membuat mereka tak bisa menebak bahwa itu Valdo.
"Ohh ada tamu Chik." Balas Flora yang tak sadar. "Sebentar, OHH KAMU MAS ADO." Flora baru saja tersadar, bahwa itu ialah suaminya. Ia mengenali suaminya dari tanda lahir ditangannya yang tak sengaja ia lihat.
"Parah, Flo. Suami sendiri nggak kenal." Sindir Indira kepada Flora.
"Misi, saya mau beli baju ini yah." Ucap Valdo yang masih saja bercanda.
"Ish mas, jangan malu maluin ih!" Tegur Flora yang menepuk pelan pundak Valdo.
"Pulang nih Flo? Sebentar banget." Cibir Marsha.
"Iya nih, malam bisa aja kalian mau kerumah, aku sama mas ado free kok." Jawab flora yang tersenyum.
Mereka semua pun mengangguk, kemudian Pasutri terkenal itu memasuki mobil dan menjalankan mesinnya itu.
...
Saat diperjalanan, flora kini sangat mengingatkan hari anniversary mereka berdua. Wanita itu sangat berharap diberikan sesuatu oleh suaminya.
Namun, wajah valdo kini fokus pada perjalanannya. Membuat Flora bingung, biasanya Valdo jika dihari anniversary, wajahnya sangat senang. Tetapi, wajah Valdo biasa biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romansa(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)