part 40

403 24 2
                                        

Selamat membaca
Maaf kalo banyak typo dan kurang menarik yah ceritanya..
-

-

-

-

Setelah kejadian itu. Aran benar benar mencari bukti agar mereka dapat mempercayai dia.

"Siapa sih yang bikin ancur kek gini? Pusing gua. Gua gak rela yang bikin hubungan gua hancur sama Ashel. Gua harus nepatin janji!. Oke gua buktiin hari ini."

Aran seketika mengutak-atik laptopnya. Sampai dia menemukan bukti. Dan ia juga mencari siapa yang telah memfitnah ia sampai ingin menghancurkan hubungannya.

Setelah lamanya dia didepan laptop. Akhirnya dia menemukan bukti yang kuat. Dan dia tau siapa yang sedang memfitnahnya itu.

Ia pun terkejut. Karna dia kenal siapa yang memfitnah nya itu, "C-callie?."

"Ngapain dia ngedit sampe seniat ini?, Atau jangan jangan-" Aran pun langsung berfikir untuk panjang.

Ia langsung membuka cctv-nya itu. Yang benar saja, cctv-nya itu dihack oleh seseorang. Tanpa pikir panjang, ia langsung mencabut semua cctv disana dan langsung memasang cctv yang baru.

"Hahaha, ternyata dia sadar. Jangan harap lo lepas dari gua ran.."

...
15.23 wib, tepat ingin sore tiba.

Aran pun segera membawa flashdisknya untuk membuktikan bahwa kesalahpahaman itu tidak benar.

-
-
Valdo dan flora pun berduduk di ruang tamu. Mereka menonton tv sambil mengemil kentang goreng.

"Mas." Panggil flora lembut.

Valdo pun menoleh ke arah flora dan langsung bertanya, "Iya, kenapa sayang?." Tanyanya itu.

"Kamu masih kesel sama kejadian kemaren?." Tanya flora yang langsung membuat jantung Valdo berdetak kencang.

DEGG!!
Kenapa tiba-tiba flora mempertanyakan itu. Padahal ia tau, istrinya itu tidak suka ikut campur urusan apapun itu kecuali urusan suaminya.

"K-kenapa tiba-tiba nanyain itu sayang?." Tanya Valdo yang gugup itu.

Flora langsung menghela nafasnya, "Sebenarnya aku gak pernah ikut campur urusan apapun itu. Tapi ini berlebihan bukan sih mas?." Tanyanya yang membuat Valdo mendumel dihatinya.

"Kalo flora turun tangan, mati gua."

"Kayak, kamu yang gak pernah marah sambil teriak jdi bisa kenapa mas? Maksudnya aku itu jangan ikut campur urusan mereka mas. Biarin mereka beresin masalahnya masing masing. Aku tau maksud kamu itu untuk membela Ashel, tapi ini berlebihan gak sih mas? Kita juga udah dewasa, bahkan kita udah tua lo mas. Tapi jangan ikut campur urusan remaja mas. Kasian Aran, kasian Ashel. Aran mencari bukti kalo itu bukan dia. Apa salahnya sih mas kalo kamu dengerin penjelasan dia dulu?. Aku harap dengan aku berbicara ini, mas bisa memperbaiki diri mas. Dan juga menghargai orang yah mas." Ucap flora secara lembut dan halus. Agar valdo memahami apa yang dibicarakan oleh dirinya.

Valdo pun menghela nafasnya. Dan ia pun mengangguk pelan dan tersenyum tipis, "Iya sayang, mas paham kok maksud kamu. Maafin mas, Yah. Udah mengecewakan kamu. Mas janji akan  lebih baik lagi. Maafin mas dengan sifat mas ini, membuat kamu gak suka sama mas. Makasih ya sayang, udah nasehatin mas. Mas seneng banget bisa sama kamu. Love you bunganya mas."

Dan akhirnya mereka pun saling berpelukan. Dan membelas rasa kasih sayang satu sama lain.

"Ekhem, enak bener yah pelukannya." Kata itu pun membuat pasutri menoleh ke arah sumber suara.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang