part 56

159 19 2
                                        

Selamat membaca
......

Flora sangat ricuh, karena suaminya mendadak menyuruhnya untuk mengambilkan berkas-berkas kantor kerja sama milik Revaldo. Valdo tidak ingat membawa karna ia mendadak mendapatkan kerja sama dari kantor lainnya.

"Dimana sih, mas! Aku gak Nemu loh!" Kesal Flora yang memasang wajah mengerut, sambil berpanggilan video kepada suaminya.

"Di laci meja kerja mas, sayangg. Kamu jangan marah marah dong."

"Ishh, gak ada loh map hijaunya! Adanya map biru."

Valdo yang melihat wajah istrinya yang kesal itu kemudian tertawa tipis. "Kan mas memang minta Carikan map warna biru sayang, hihihi."

Wanita itu memutar bola matanya yang malas. Kemudian dia berduduk di kursi kerja valdo itu.

"Jadi? Aku nganter ke kantor gitu?" Tanya flora yang bernada ketus.

"Iya dong sayangku Flora Shafiqa Hardana. Kan anak anak lagi sekolah, masa nyuruh mereka sih."

Flora menghembuskan nafas kasarnya, "iya iyaa! Tungguin aku."

"Iyaa sayang, hati hati yah, mas keburu banget nih."

Tutt..

Karena kesal, Flora langsung mematikan panggilan video tanpa pamitan sekalipun. "Ngerepotin banget, untung sayang."

----

Saat Flora memasuki kantor suaminya, terlihat ada satpam yang kagum melihat kecantikan wanita itu.

"Cantik banget, neng. Mau ngelamar kerja atuh?" Tanya satpam kantor itu yang kagum.

Wanita itu hanya tersenyum tipis saja. "Saya mau ketemu suami saya." Jawab Flora.

Satpam itu bingung, dan mengerutkan keningnya, "suami neng? Memang suami neng kerja disini?" Heran satpam tersebut.

"Saya istri Revaldo."

Mendengar itu, satpam itu langsung memasang wajah ketakuan, dan perasaan yang gelisah. "Is-istri pak Revaldo? Silahkan masuk bos." Satpam itu langsung membukakan pintu untuk Flora.

Wanita itu hanya tertawa tipis, lalu dia memasuki kantor suaminya itu.

Saat Flora memasuki ruangan kantor itu, terlihat semua karyawan lelaki kagum dengan kecantikannya.

"Eh, cantik banget tuh cewe ey. Baru kali ini gua ketemu cewe masuk dikantor ini." Bisik membisik karyawan disana yang sedang membicarakan Flora itu.

Saat Flora asik berjalan, dia tak sengaja bertabrakan dengan satu lelaki yang tak dia kenal.

"Ehh!!" Berkas berkas lelaki itu terhambur karena bertabrakan oleh Flora.

"Maaf, ya? Saya gak sengaja." Maaf Flora kepada salah satu karyawan yang tak sengaja dia tabrak.

"Elo itu ya-" ucapan itu terpotong, karena lelaki itu melihat satu wanita yang baru saja memasuki kantor itu. "Elo cewe? Ngapain? Mau ngelamar kerja, inget yah. Pak Revaldo tidak ada membuka lowongan untuk cewe kek lo! Udah pendek ngehamburin berkas gua lagi!" Maki lelaki itu kepada Flora.

Mendengar dirinya di rendahkan, amarah Flora kini mulai membara, saking lamanya dia tak marah, akhirnya dia mempunyai kesempatan untuk marah.

"Heh! Saya udah minta maaf, ya! Anda itu yang tiba tiba maki maki saya tanpa rasa bersalah. Memangnya salah saya memasuki kantor ini hah!" Marah flora yang meninggikan suaranya.

"Wehh santai dong, gitu aja marah."

"Gimana saya gak marah! Kamu yang tiba tiba ngerendahin saya! Inget, saya bisa memecat Anda jika saya ingin! Anda jangan main main sama saya!" Makian itu membuat lelaki itu tak terima.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang