part 58

139 16 4
                                        

Selamat membaca
....

Pagi hari di sekolah selalu menghadirkan suasana yang khas dan penuh semangat. Matahari baru saja naik, sinarnya menyapu halaman sekolah yang masih basah oleh embun. Udara pagi terasa sejuk, sesekali terdengar kicau burung yang hinggap di pepohonan sekitar.

Satu per satu siswa mulai berdatangan. Ada yang datang sambil tertawa bersama teman, ada pula yang tergesa-gesa agar tak terlambat. Di depan gerbang, guru-guru menyambut dengan senyum hangat, memberi salam dan menyapa setiap murid yang masuk. Suara riuh obrolan, langkah kaki, dan deru sepeda motor membaur menjadi satu harmoni pagi yang ramai namun menyenangkan.

Di halaman, beberapa siswa mengulangi pelajaran, sementara yang lain bercanda sambil menunggu bel masuk berbunyi. Ketika bel pertama terdengar, semua segera berbaris rapi, siap memulai hari dengan doa dan semangat baru. Suasana pagi di sekolah selalu menjadi awal yang penuh harapan untuk belajar, tumbuh, dan meraih mimpi.

Setelah itu mereka langsung memasuki kelasnya masing-masing kemudian menunggu guru untuk mengisi pembelajaran pertamanya tersebut.

"Rai, Lo gak ada rencana gitu buat nembak Gressel?" Ucap Nilo yang buka suara.

Rai langsung menaikkan alisnya dan mengerutkan keningnya. "Ada, tapi gua bingung, takutnya ditolak sama dia. Bisa aja gua dijadiin penambah kehidupan dia doang, bukan suka beneran," jawabnya yang ragu dengan perasaan Gressel.

"Alah sia boyy, tinggal nembak apa susahnya. Nih gua kasih pemikiran, kalo Gressel gak suka lo, dia pasti risih dengan adanya Lo di hidup dia. Gua tau banget cewe kalo risih sama suka gimana coy." Balas Lion yang merangkul pundak Rai itu.

"Atau, AHA! gua punya ide." Jimmy langsung mengambil kertas dari bukunya, dan menuliskan rahasia antara mereka berlima.

Saat Jimmy mengasih solusi, mereka pun menyetujui ide dari Jimmy tersebut, Rai pun langsung mengangguk setuju dengan rencana Jimmy tersebut.

"Bagus bro, pinter juga ternyata si Jimmy." Ucap Olldafi yang mengasih jempol kepada Jimmy.

Langsung Jimmy menjadi percaya diri dan mengeluarkan ekspresi tengilnya itu. "Iya dong, Jimmy Alteran Gitu lohh."








•••

Hari ini adalah hari yang istimewa bagi seluruh warga sekolah-hari ulang tahun sekolah tercinta. Sejak pagi, suasana sekolah tampak berbeda. Balon-balon warna-warni menghiasi gerbang, spanduk besar bertuliskan "Selamat Ulang Tahun" terbentang megah, dan senyum kebahagiaan menghiasi wajah para siswa dan guru.

Seluruh warga sekolah berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara peringatan. Kepala sekolah memberikan pidato yang menyentuh hati, mengenang perjalanan panjang sekolah ini sejak awal berdiri hingga menjadi seperti sekarang-tempat yang menjadi rumah kedua bagi ribuan siswa. Tepuk tangan meriah terdengar saat tumpeng dipotong sebagai simbol rasa syukur.

Setelah itu, berbagai acara digelar: pentas seni, lomba antar kelas, hingga bazar makanan. Sorak-sorai mewarnai setiap sudut sekolah, menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Ulang tahun sekolah bukan hanya tentang perayaan, tapi juga momen untuk bersyukur, mengenang sejarah, dan menatap masa depan dengan semangat baru.

Terbitlah para geng Hamboys yang menaiki panggung untuk menampilkan lagu, karena mereka memiliki bakat yaitu Menjadi band musik.

"Deg deg an gua yah?" Ucap Rai yang merasa jantungnya begitu berdebar kencang.

"Bawa santai aja bro, btw lo bawa bunganya gak?" Balas Nilo sambil bertanya.

"Bawa, bunga tulip kan?"

Nilo langsung menganggukkan kepalanya, kemudian mereka lagi check sound untuk tampil di acara ulang tahunnya SMA Citraland Persadha.

"Oke absen dulu yah?" Ucap Rai tersenyum.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang