part 13

710 34 3
                                        

Selamat membaca
.....

Kicauan burung kenari menyambut datangnya pagi diiringi embun yang menetes dari atas dedaunan.

Ada seseorang yang menikmati hari weekend nya. Dengan berduduk di rooftop, dan disuguhi kopi susu kesukaannya.

"Terima kasih bi sudah bikinkan saya kopi susu." Ucap Valdo yang berterima kasih kepada Artnya tersebut.

Art nya pun mengangguk, ia kemudian meninggalkan Valdo sendirian di rooftop tersebut.

Saat art keluar dari rooftop, ada Fiony yang melihat art nya tersebut keluar. Ia pun bertanya, "Liat valdo gak bi? Saya cari di kamarnya tadi ga ada."

Art nya pun menjawab, "Ada neng, di ruangan sana, kebetulan saya disuruh buat kopi susunya tadi."

Fiony pun berterimakasih kepada art nya, kemudian ia memasuki rooftop tersebut.

Perempuan cantik itu melihat adiknya yang sedang bernyanyi dan di iringi oleh melody gitar.

~Semua kata rindumu
Semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu
Ku akan pulang
Melepas semua kerinduan
Yang terpendam~

Perempuan tersebut pun menghampiri Valdo yang sedang fokus untuk bernyanyi dipagi hari.

"Selamat pagi adik Kaka." Sapa Fiony yang lembut.

Valdo pun menoleh ke arah Fiony, dan membalasnya dengan senyuman. Ia kemudian meletakkan gitarnya ke samping, agar Fiony bisa berduduk disamping nya.

"Eh Kaka, pagi juga. Ngapain Kaka kerooftop?." Balas Valdo sambil bertanya kepada Fiony.

"Kamu tumben yang dirooftop sendirian. Mana tadi lagunya galau, ada masalah yah?." Sahut Fiony yang mulai berduduk disamping valdo.

"Aa-ee gapapa ka, mau nyambut pagi dengan lagu band kesukaan aja." Jawab Valdo yang mengelak.

"Cerita aja sama Kaka, bisa aja Kaka bantuin gitu?." Jawab Fiony yang menyuruh bercerita. "Oh, ya? Kamu tumben akhir akhir ini ga sama Flora? Ada masalah?," tanyanya.

"Aduh, cerita ga yah? Tapi gua takut.. gua cerita aja kali, tapi nanti di ejek cowo alay." Gumam valdo dalam hati.

"Anu, itu. Valdo sama flora udah putus kak." Ungkap Valdo yang menggaruk tengkuknya tak gatal.

Fiony pun terkejut, setelah mendengar ucapan adiknya. Ia benar benar tak bisa membayangkan.

"Kamu seriusan?." Tanya Fiony yang tak percaya.

"Gak boong ka. Karna katanya flora dijodohin perkara kerja sama papah nya. Jadi flora mutusin valdo terus papahnya nyuruh jauhin valdo." Balas Valdo yang menatap lurus ketika berbicara.

Fiony pun memahami perasaan adiknya. Dan ia mendekati Valdo, kemudian memegang kepala Valdo agar bersandar di bahunya.

"Kamu sabar aja, kalo memang jodoh pasti bertemu kok. Masih ada Kaka disini, kamu ga usah galau gitu dong." Ucap Fiony yang menenangkan Valdo.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang