selamat membaca...
Siang hari, di Jakarta hari ini sedang ada badai hujan yang begitu lebat, awan yang menghitam, dan kilatan cahaya terang yang tiba-tiba menyambar di langit, biasanya diikuti dengan suara gemuruh yang keras.
Terlihat ada pria dengan berpakaian baju basket, yang ingin latihan olahraga basket menjadi tidak jadi, karena ketidakizinan oleh istri dan cuaca yang tak mendukung.
Flora hanya menghela nafasnya, karena melihat tingkah anak kecil yang masih melekat pada sikap Valdo.
"Udah lah mas... Lagian juga hujan, kamu ngapain latihan kalo hujan? Mana dingin lagi, nanti kamu sakit lho." Tegur Flora yang lembut kepada Valdo itu.
Valdo kini sedang berjauh jauh dari Flora dan membelakangi istrinya, ia melipatkan kedua tangannya, dan mengulum bibir, menandakan bahwa Valdo sedang merajuk dengan istrinya itu.
Wanita itu menghembuskan nafas kasarnya dan menggelengkan kepalanya, dia tak bisa berpikir lagi jika suaminya menjadi anak kecil.
"Udah dong mas marahnya, malu ih sama umur." Ucap Flora dan mulai mendekati Valdo yang berduduk di kasur mereka berdua tersebut.
Valdo tidak menggubris perkataan lembut dari Flora, ia malah semakin membelakangi Flora yang kini sedang membujuk suaminya itu.
Karna flora sudah lelah, dia pun berdiri dan ingin meninggalkan suaminya sendiri didalam kamar.
Melihat istrinya ingin keluar, valdo pun menoleh ke belakang sambil melihat Flora itu.
"Sayang... Kemana ih." Panggil Valdo yang bernada lembut.
Flora pun menghela nafasnya, dan menoleh ke arah suaminya itu. "Selesain marah kamu dulu, baru ngomong sama aku."
Valdo pun cemberut, "kamu mah gitu, giliran suaminya ngambek gak ngebujuk, giliran kamu ngambek, aku ngebujuk sampe mau lompat dari tangga dulu baru selesai ngambeknya," ketusnya yang memanyunkan bibirnya.
Flora memutar bola matanya yang malas, "Tadi kan aku udah ngebujuk mas Ado, mas ado aja yang gak mau dibujuk. Giliran aku mau keluar baru buka suara, cowo kalo ngambek silent treatment." Kesal Flora yang menggelengkan kepalanya.
"Kamu juga gak izinin mas latihan basket, padahal bulan ini mas ga ada sama sekali latihan basket." Jawab Valdo.
"Nanti kamu sakit mas, baru pulang kerja langsung pergi latihan, nanti kalo kamu yang sakit, aku yang repot jadinya."
"Tapi kan mas di lapangan tutup juga latihannya, gak yang terbuka."
"Shutt.. kamu milih latihan atau kita diem dieman selamanya?" Ancam Flora yang menatap tajam kepada Valdo.
"Ck." Decak Valdo, "iya iya gak latihan," jawabnya yang pasrah.
Flora pun kembali menghampiri suaminya dan berduduk berdua di kasur sambil menikmati hujan dan menonton tv di dalam kamar.
....
Hujan pun mulai teduh, Rai yang baru saja ingin pulang karena hujan yang begitu lebat, sambil juga menyelesaikan rapat osis nya itu.
"Pulang, Rai?" Tegur Gressel yang melihat Rai bersiap siap itu.
"Iya, lagian udah selesai kan tugasnya?" Jawab Rai sambil membenarkan rambutnya.
Gressel pun hanya mengangguk saja, padahal dia ingin lama lama bersama Rai di rapat tadi. Gressel adalah termasuk dari organisasi siswa intra sekolah/ Osis, dia sebagian dari sekretaris dari organisasinya tersebut.
"Lo ga dijemput?" Tanya Rai.
Gressel menggelengkan kepalanya, "belum dijemput, paling bentar lagi papah ngejemput," jawabnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romance(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)