Selamat membaca..
-
-
-
-
"Tuh kan apa aku bilang? Makanya kamu pake masker sama topi mas, kamu sih banyak banget punya perusahaan. Hampir seluruh dunia milik kamu aja." Ketus Flora yang berpaling dari Valdo.
Valdo tak bisa mendengar ucapan istrinya itu, ia malah sibuk makan dan menghiraukan semuanya.
"Ishh, mas!! Kamu denger gak sih kata aku?!! Makan aja sih!!." Bentak Flora tersebut.
"Hah? Kenapa sayang?? Sini mulut kamu, Aaaa." Valdo pun menyuapi Flora dengan wajah yang tanpa bersalah itu.
Flora pun membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang disuapi oleh Valdo itu.
Dret dret!!
Suara dering ponsel Valdo.
Valdo pun mengambil handphone nya di saku celananya, lalu ia mengangkat telpon tersebut.
"Hallo?."
-----
"Kok bisa!?? Yasudah, untung saya membawa teknisi, kamu tidak usah khawatir. Yasudah, tutup saja semua komputer disana, saya segera atasi."
----
"Ya sama sama."
Valdo pun mematikan telepon nya, dan ia menghampiri Aran di berada di meja berbeda.
"Aran." Panggil Valdo.
Aran pun menoleh ke arah Valdo. "Oy, ngapa do?." Tanya Aran yang bingung.
"Sini, ada yang gua bicarakan." Ucap Valdo, dan Aran pun mengikutinya.
"Oy do, ga ngajak- ngajak ngobrol, penting amat. Ada apa do?." Panggilan Daniel yang membuat mereka menghampiri Valdo.
"Urusan kantor." Jawab Valdo yang singkat, dan Daniel luvas, dan Febri mendengar itu langsung cepat' menghampiri bos nya tersebut.
"Kite orng juga orang penting di perusahaan lo kan do? Btw ada apa do? Kan hari libur, apa yang dibahas?." Tanya Febri.
"Perusahaan kita hampir dibajak orang, 3 perusahaan yang ia berusaha untuk membobol rahasia kantor kita, makanya gua panggil Aran buat ngatasin, kan dia teknisi." Jelas valdo kepada mereka semua.
"Oh aman do, kapan pemulihan nya?." Tanya Aran.
"Besok mungkin." Jawabnya yang membuat mereka melotot.
"HAH!!??."
"Heh sultan, gue tau lo sultan, masa rahasia kantor dibongkar gitu saja? Rugi besar nanti kantor lo do." Daniel pun sangat shock mendengar jawaban Valdo tersebut.
"Yodah, lagian duit gua ga akan habis, terserah kalian aja kapan pemulihannya. Emangnya ada yang bawa laptop?." Tanya Valdo.
"Gua bawa do, selalu bawa gua, takut ada yang dadakan, kek gini." Jawab Aran yang mengeluarkan laptopnya tersebut.
"Yasudah, lo ngerjain gini paling lama berapa hari?." Tanya Valdo kembali.
"Ga sampe satu jam, sebentar aja klo pemulihan ini mah." Jawab Aran yang mulai mengutak Atik laptopnya.
Mereka melihat ketikan dan layar laptop yang penuh dengan ketikan tidak jelas.
"Sekalian pelakunya bisa ga?." Tanya luvas kepada Aran.
"Ini pemulihan, kalo membobol, baru muncul pelakunya." Jelas Aran kepada mereka.
-Tidak lama kemudian~
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romance(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)