part 49

179 18 2
                                        

Selamat membaca.
.....

"PAPAH PULANGG!."

"Abang! Udah tua masih aja teriak teriak! Udah ngapa. Iya waalaikumsalam." Kesal Ashel yang mendengar teriakan Abangnya sangat kencang.

"Ka flora mana shel?." Tanya Valdo.

"Hem, di kamar kayak nya deh bang," jawab Ashel. 

Valdo mengangguk paham, ia langsung menuju ke kamar untuk menemui istri tercantik nya.

"Sayangg mas pu-"

"ASTAGA SAYANG! SERIUS PAKET KAMU SEGINI?." Saat Valdo memasuki kamar, terlihat ada wanita yang tersenyum tanpa bersalah. Ia memesan paket sehingga memenuhi kasur milik mereka berdua.

"Kata mas Ado kan habisin duit mas. Yaudah aku beliin paket segini." Jawab flora yang tak merasa bersalah.

Valdo langsung menepuk keningnya. Ia tak menduga bahwa istrinya benar benar melakukan sesuai ucapannya.

"Mas Ado marah? Yaudah aku buang aja ya?." Ucap flora yang tak enak.

"Loh, mas gak marah. Mas shock aja kamu tiba tiba gini, mas sama sekali ga masalah sayang." Jawab lembut Valdo yang menenangkan istrinya.

Flora pun memanyunkan bibirnya. Dan Valdo sangat gemas dengan tingkah laku istrinya tersebut.

"Gemes nya oyy istri aku." Senyum valdo. "Sini peluk." Valdo merentangkan tangannya.

Flora pun menghindari pelukan tersebut, seperti ada sesuatu di baju Valdo.

"Kok ngindar? Ada yang salah sama mas?." Tanya Valdo yang kebingungan. Ia langsung mencium bau di sekitar badannya.

"Kamu bau, mandi dulu gih." Pinta Flora yang menutup hidungnya.

Valdo pun mengangkat satu alisnya. "Kamu ledekin mas bau? Orang mas masih harum gini," ucapnya yang tak terima.

Flora langsung tersenyum, ia langsung mengambilkan handuk untuk suaminya. Kemudian ia mendorong perlahan valdo ke kamar mandi.

"Dingin sayang, mas nanti menggigil." Tolak Valdo yang tak ingin mandi.

"Bau keringat kamu itu nyengat mas." Jawab flora. "Mandi atau gak jadi pelukan." Ancamnya.

Seketika Valdo menutup pintu kamar mandi. Ini adalah kesempatan yang bagus baginya, jarang sekali istrinya Ingin pelukan dengan dirinya.

..

"AAAAA!!"

"AAAA!! KENAPA ADA APA?." Teriakan valdo membuat flora juga berteriak.

"HA-HANTUUU!."

"HAH HANTU? MANA HANTUNYA. JANGAN NAKUTIN MAS." Flora langsung melihat sekitarnya. "O-oh, aku gitu hantunya? Ngejek kamu?." Flora pun sadar, bahwa suaminya berteriak karna dia.

Flora langsung menjewer telinga Valdo. Ia tak terima jika ia disebut menjadi hantu.

"Aduhhh lepasin sayang! Udah udah mas minta maaf, lepasin sayang!." Mohon Valdo yang meminta flora melepaskan jeweran dari flora.

"Ka-kamu ngapain pake masker kematian itu sih! Mana warna putih, terus rambutnya berantakan gitu. Takut mas jadinya." Kesal valdo yang ketakutan dengan Flora.

"Kudet kamu mas! Ini nama fashion, buat mutihin kulit wajah aku." Balas Flora yang kesal.

"Ya maap, orang kamu kek hantu gitu make nya. Kek mayat di sembunyikan 2 harian." Ledek Valdo yang membuat flora marah kepadanya.

"Oh ngeledek lagi?!."

Flora langsung mencubit dada valdo dengan sangat kencang. Yang membuat Valdo merintis kesakitan karena cubitannya tersebut.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang