Valdo pun ditemani oleh kakanya. Sudah hari valdo koma, tetapi tidak ada tanda.
"Smekomm, orang ganteng datang nih." Mereka setiap hari setiap jam selalu datang ke ruang valdo, karna ingin tau keadaan valdo. Iya, Anggota Lazio lah yang selalu bolak balik.
"Eh kalian udah datang, yaudah, mau makan ga?." Tanya Fiony.
"Aku gk di tanyain sayang?"ucap Ferrell yng iri
"Idih ada yang iri aja"sinis fiony
Flora pun datang untuk menghampiri Valdo yang masih koma di ranjang rumah sakit.
"Permisi." Salam flora yang masuk ke kamar rawat Valdo.
"Eh flora, ayo sini duduk, kamu udah makan belom, kalau belum ayo makan ini Flo." Fiony pun melayani flora yang datang itu.
"Eh iya fio, ga usah repot-repot, aku udah makan." Jawab flora yang sopan. "Btw fio, bagaimana perubahan valdo? Apa dia bergerak?." Sambungnya yang mempertanyakan keadaan valdo.
"Hm, dia ga ada perubahan sama sekali, udah 2 hari koma. Bergerak pun enggak, semoga deh hari ini dia sadar." Jawab Fiony yang murung.
"Ga usah murung wahai Baginda Fio, kami yakin. Bahwa ketua kami ini akan sadar, kami yakin banget." Balas Febri yang meyakinkan mereka agar tidak overthinking lagi.
"Bener tuh Fio, valdo ini kan kuat. Pasti lah dia sadar, lo tau aja kan dia pemales banget. Siapa tau dia bangun tapi males buka mata?." Balas luvas yang tersenyum.
Mereka pun mengobrol. Obrolan mereka yang membuat menghangatkan suasana.
Setelah beberapa jam. Mereka izin kepada Flora dan Fiony untuk keluar, karna mereka ingin membeli kopi.
"Eh fio, kami ke bawah dulu yeh. Haus nih ga ada kopi, sebentar aja." Ucap Daniel yang mewakilkan anggota Lazio.
Fiony hanya mengangguk, ia melanjutkan mengobrol dengan Flora.
"Eghh, Awss sakit banget. Loh kok gua di RS?." Tanpa mereka sadari, akhirnya Valdo sadar dari koma nya.
"Valdo!!." Mereka pun kegirangan, langsung menghampiri Valdo di ranjang tersebut.
"Ehh, iya, apa yang terjadi sama gua?." Tanya Valdo yang kebingungan. "Ini apa lagi infus, gua ga butuh ini." Sambung valdo yang ingin mencabut
"Eh valdo, jangan dicabut dulu." Ucap Fiony yang melarang.
"Ribet tau ka pake ini, panggilan susternya." Pinta Valdo yang berduduk tersebut.
"Iya bentar dulu, Kaka panggilan dulu, Yah. Kamu sama Flora dulu." Jawab Fiony yang keluar untuk menemui suster.
"Hah Flora? Mana Flora? Mata ku burem ga keliatan. Sayang kamu liat aku ga?." Kata Valdo yang sedang mencari cari Flora.
"Iyaa sayangg ini aku, kamu tenang dulu, Yah?." Jawab flora yang lembut.
"Mata aku burem sayang." Balas Valdo yang mulai bernada ingin menangis.
"Iyaa kamu istirahat duluu sayangg, ini susternya udah datang." Jawab flora yang lemah lembut.
"Sus, mau cabut infusnya sus. Tapi mata saya burem kenapa yah sus?." Tanya Valdo yang merasa bingung juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romance(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)