Selamat membaca
-
-
-
-
Setelah menjalani semua terapi, akhirnya Valdo bisa berjalan. Ia berjalan seperti orang pada umumnya. Setelah sekian lama, namun mata dan telinga masih bermasalah. Tetapi ada perubahan sedikit per dikit untuk terapi yang sudah dijalani oleh Valdo.
Dihari ini, adalah hari yang penuh ceria. Fiony dilamar oleh Ferrell di hari acara ulang tahunnya Fiony.
Sambutan meriah dari semua penonton karena melihat romantis mereka saat di lamar.
"Azekk, bang Ferrell akhirnya ngelamar kekasihnya yang dia cintai banget wkwk." Tawa Luvas beserta para Geng Lazio.
"Hahaha kasian lo pada belum bisa kawin yahh, kasian." Kembali meledek para geng lazio si Ferrell yang membuat mereka terdiam dan kembali tertawa.
....
Valdo mulai mencuri perhatian Jaenan agar bisa merestui mereka berdua. Dengan penuh perjuangan yang dilakukan Valdo agar Jaenan membuka hatinya kembali.
Valdo selalu saja ditolak oleh Jaenan. Dari menjemput flora diam diam, tetapi masih saja ketahuan oleh Jaenan.
"Om sebenarnya mau apa sama Valdo? Valdo punya segala nya om."
"Masa depan flora."
"Loh, Valdo orang kaya om, om ga percaya?."
"Udah sana, ganggu suasana aja."
Dari membelikan hadiah untuk Jaenan, namun di tolak juga oleh Jaenan. Semua apapun yang dilakukan oleh Valdo tetap ditolak Jaenan. Tetapi valdo tidak menyerah, ia tetap melakukan hal yang sama seperti biasanya.
__
"Assalamualaikum." Salam Valdo yang mengetuk pintu Flora dengan wajah yang tanpa bersalah.
Pintu pun terbuka. Valdo pun melihat Jaenan yang membukakan pintu untuk ia menjemput flora.
"Hehe assalamualaikum om." Nyengir Valdo yang ingin menyalami tangan Jaenan.
Namun Jaenan langsung menarik tangannya, ia menolak salaman dari Valdo, dan ia menyilang tangannya.
"Ada apa lagi kamu kesini Valdo?." Tanya Jaenan yang tegas.
"Jemput flora dong Om, biar romantis hehe." Jawab Valdo yang tersenyum lebar.
"Memangnya saya izinkan? Saya sudah capek sama kamu yah valdo. Saya udah tolak berapa kali tetap saja kamu mengejar. Saya ingatkan lagi sekali, Flora sudah bercalon! Paham?!." Ucap Jaenan yang tegas.
"Hehe, bukan berarti saya menyerah kan om? Masih banyak waktu kok. Selagi flora belum dilamar, masih ada jalan untuk saya." Sahut Valdo yang percaya diri.
Flora pun akhirnya turun dan menemui Valdo dan ayahnya sedang berbicara diluar rumah. Terlihat dari wajah Jaenan yang tak menyukai Valdo.
"Flora, papah perlu bicara sebentar sama kamu." Jaenan pun menghentikan flora terlebih dahulu.
"Tapikan, flora kamu berangkat pah." Jawab flora yang sedikit kesal.
"Sebentar saja." Jawab Jaenan. "Valdo, kamu keluar sebentar dulu, saya mau bicara sama flora," lanjutnya.
"Bicara apa nih om, ikutan dong." Bukannya menjauh, malah Valdo semakin penasaran apa yang dibicarakan oleh Jaenan dan flora.
"Kamu keluar atau saya ga izinin lagi untuk jemput flora hah!." Ancam Jaenan.
"Ee iya om, siap salah." Balas Valdo yang menyengir. "Btw udah buka hati untuk Revaldo ini om." Pertanyaan yang selalu ditanyakan valdo ketika menjemput flora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romansa(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)