part 60

356 24 4
                                        

Selamat membaca...

Hari itu, langit berwarna kelabu, seolah ikut berduka. Keheningan terasa begitu pekat, menyusup ke setiap sudut ruang dan waktu. Sosok yang biasanya mengisi hari dengan tawa, kini tinggal bayang samar dalam ingatan.

Mayat Flora pun ingin dikuburkan ketika sudah di kunjungi oleh keluarga-keluarga.

Mata valdo sudah ingin bengkak, dan lesu, tak berdaya lagi. Begitu dengan Rai dan Jeane, mereka berdua tak bisa berhenti menangis.

"Saya membersihkan mayatnya dulu sebelum dikuburkan, kalian bisa menunggu diluar." Ucap dokter tersebut yang ingin memandikan mayat.

Mereka pun menganggukkan kepalanya, kemudian keluar dari ruangan tersebut dan dokternya langsung melanjutkan pekerjaannya.

Saat membuka kain putih tersebut, terlihat Flora wajahnya memucat, namun tak kuning. Membuat dokter itu curiga dengan Flora ini.

Dia masih melanjutkan aktivitasnya, namun ada yang mengganjal pada matanya. Perut Flora ada sedikit gerakan, membuat Dokter tersebut mengerutkan keningnya.

"Tidak mungkin mati suri kan?" Gumamnya yang tak percaya.

Namun sedikit demi sedikit, wajah Flora mulai memerah, membuat dokter dan para perawat disana kebingungan.

"Dia hidup kembali, dia tidak mati, melainkan koma!" Ucap dokter tersebut yang panik. "Bawa dia keruangan periksa!" lanjutnya yang memerintah para perawat disana.

Para perawat menganggukkan kepalanya, dan langsung membawa Flora ke ruang periksa.

Saat keluar, Valdo dan para keluarganya melihat Flora dibawa cepat oleh para perawat.

Membuat mereka kebingungan, sontak mereka berdiri untuk mengetahui apa yang terjadi.

Kebetulan sekali Dokter itu keluar dengan was was. Membuat Valdo menghampirinya itu.

"Dok, apa yang terjadi?" Tanya Valdo.

"Ada yang sedikit kami periksa, tunggu saja informasi yang akan saya berikan." Jawab Dokter yang spontan kemudian berlari ke arah ruang periksa.

Suasana disana seketika langsung hening dan berubah, serasa menjadi cerah daripada sebelumnya.

Valdo mempunyai firasat yang sangat kuat, ia berharap ada yang berubah dari istrinya tersebut.

"Aku harap kamu kembali, Flo. Dan aku berharap bukan mati suri, namun koma. Karna aku tau arti mati suri itu apa."

Setelah itu Dokter langsung memasangkan beberapa alat untuk memeriksa Flora saat itu.

Mesin itu menyala, dan mengeluarkan bunyi detakan jantung dari Flora. Dokter itu masih tidak memercayai, dia memasang lagi alat untuk memeriksa lebih dalam.

Lama kelamaan, nafas Flora berhembus kembali dan kembali normal. Dan di check lagi, Flora hanyalah koma dibeberapa hari saja. Bukan salah alat atau Flora, tapi memang ini takdir.

Dokter merasa lega, badan Flora yang awalnya membiru biru, kembali memudar perlahan.

"Syukurlah dia kembali, sebentar lagi dia akan sadar." Ujar dokter itu yang lega dan tidak was was lagi.

Dokter itu memerintahkan para perawat untuk memindahkan Flora keruang ICU dulu untuk pertahanan tubuh Flora.

Flora pun dibawakan keluar ruangan lagi, dan dokter mengikuti dari belakang.

Pintu itu terbuka, membuat mereka semua berdiri untuk mengetahui tentang Flora saat itu.

"Dokter, bagaimana istri saya? Apa yang terjadi? Kenapa dokter memeriksa?" Pertanyaan yang bertubi-tubi dari Valdo yang membuat Dokter kebingungan bagaimana menjawab pertanyaan itu.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang