Part 41

249 15 6
                                        

Selamat membaca
-

-

-

-

Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Valdo mengajak semua gengnya keliling dunia untuk membersihkan pikiran mereka.

"JEDEEE, RUMAH KITA KENA BOOM ATOM DEE." Rai berteriak di depan kamar Jeane, dan membuka paksa pintu kamar Jeane tersebut.

Jeane yang terkejut, langsung terbangun dan berdiri. "SERIUS BAN?? AYOK KITA LARI DARI SINI BAN!!." Jeane yang terlalu heboh setelah mendengar kata abangnya tersebut.

Rai pun melihat adiknya heboh ia tertawa lepas. "Hahaha, heboh banget lo, gitu aja panik." Tawanya yang membuat Jeane kesal kepada Rai.

"Dasar kentut kuda, awas looo." Jeane mengejar Rai hingga membuat orang dalam rumah mendengar keributan yang berada di lantai atas.

"Tandain noh muka gua sampe biru hahaha." Rai mencoba menghindar dari kejaran Jeane.

Ashel mendengar keributan tersebut dari atas. Ia membawa susu untuk keponakannya tersebut.

"Eh eh aunty AWASSS!!."

Ashel pun menoleh ke sumber suara.

BUARGGKK!!
Rai pun menabrak Ashel. Dan susu yang dibikinkan oleh Ashel pun tumpah di bajunya.

"HAHAHHA MAMPUS, KENA KARMA KAN LOO." Tawa Jeane yang terbahak bahak.

"Astaga Rai, kmu gak hati hati, gimana dongg." Kesal Ashel kepada Rai.

"Hehe aunty, Rai gak sengaja aunty. Maafin Rai." Dengan rasa tak bersalah, Rai justru tersenyum lebar dan meminta maaf kepada Ashel.

"Marahin aja aunty, sekalian tendang dari tangga aunty." Ucap Jeane yang mendekati Ashel.

"Apasih ribut rib-." Flora pun datang ke atas. "Astaghfirullah, kok susu nya tumpah, dan Ashel, kok baju kamu basah? Apa kamu ketumpahan susu ini?." Flora pun shock melihat tumpahan susu yang berada di lantai dan baju Ashel.

"Aduh ada mamih. Mampus gua."

"Mamihh, Aban tadi yang tum-." Rai seketika menutup mulut Jeane.

"Gak mamih, aunty tadi mau kepleset, dan Aban yang bantuin tadi hehe." Ucap Rai dengan mengontrol ekspresi wajahnya untuk meyakinkan ibunya tersebut.

"Lepasin!!." Jeane pun membuka paksa tangan Rai dari mulutnya itu. "Aban bohong, Aban tadi lari terus ketabrak aunty mamih." Ucapnya yang membuat jantung Rai berdetak begitu kencang.

"Mampus, pasti ada hukumannya nih. Aduh jedee, ngapa lo Cepu sih!!."

"Beneran Aban?." Tanya flora yang menatap tajam kepada Rai.

Rai meneguk ludahnya dengan kasar. Ia bergetar melihat tatapan Flora tersebut.

Rai pun menggelengkan kepalanya. Jeane melihat itu pun tak terima.

"Bohong mamih, coba tanya aunty. Lagian aunty sibuk beresin bajunya aja, coba dijawab pertanyaan mamih!!." Jeane meyakinkan ibunya agar memercayai dirinya.

"Iya ka, Rai tadi yang nabrak aku." Ashel pun membuka pembicaraannya.

"Hem, semua orang sama aja. Dah lah, good bye pabji."

"Sekarang, Aban harus bantuin papah dan mamih dan semuanya untuk beresin buat kita berangkat besok." Ucap flora yang membuat Rai membulatkan matanya.

"HAH!!, Jangan itu mamih." Mohon Rai kepada Flora.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang