part 5

1K 42 0
                                        

Pagi hari pun tiba, valdo terbangun agak cepat dari sebelumnya, ia bangun jam 05.45.

"Ugghh, lega banget geliat, jam berapa ini?." Ucap Valdo yang melihat jam dinding.

"Tumben gua bangun jam segini? Yodah lah mandi dulu." Valdo mengambil handuknya, lalu ia memasuki kamar mandi.

...
Selesainya ia mandi, ia pun memakai seragam batik. Dan menuju ke meja makan, untuk sarapan.

"Tumben hari ini gk ada orng di meja makan, biasanya paling dulu dari apa aku? Atau aku kecepatan yah?." Heran yang sambil menggaruk kepalanya.

"Mkn di kantin aja deh, lama gua ga makan disitu." Gumamnya sambil mengenakan dasi.

Valdo pun mengambil jaket kulit ber design geng Lazio.

--
Sesampainya Valdo di rumah Flora, ia langsung mengetuk pintu Flora. Karna satpam sudah mengizinkan ia masuk.

Tok tok tok
"Assalamualaikum, Tante." Salam Valdo sambil mengetuk pintunya.

Akhirnya pintu pun terbuka, tetapi bukan Sisca mama flora yang membuka pintu, justru bibi ART nya yang membukakan pintu.

"Eh den valdo, cari neng Flora yah? Neng Flora udah berangkat duluan den, sama papah dan mama nya." Ucap bibi.

"Bukannya Flora minta jemput ama gua yah? Tiba tiba banget sama ortunya, ah biar lah."

"Oh begitu bi, yasudah, saya pamit dulu bi. Assalamualaikum." Salam Valdo.

"Waalaikumsalam, hati hati den." Jawabnya.

__
Sesampainya di sekolah. Valdo pun memarkirkan motornya dengan santai. Tetapi ada yang kurang? Mengapa Anggota Lazio tidak ada di parkiran? Biasanya mereka menunggu valdo diparkiran sambil menduduki kendaraan nya sendiri.

"Pada kemana sih? Bunda papah Kaka gk ada, Flora gk ada juga, anggota Lazio juga ga ada? Apa apaan sih!" gumam valdo sendirian.

Bel masuk pun berbunyi, Valdo pun memasuki kelasnya.

"Lah, libur kah? Kok ga ada murid nya?." Ia pun masih terheran, mengapa hanya ada 4 murid yang baru masuk, yang lainnnya?.

"Guys, yang lainnya mana?." Tanyanya kepada murid yang mungkin kurang akrab dengan Valdo.

"Ga tau d-" jawaban dari salah satu murid yaitu Keynal terpotong, karena ada yang berbicara lebih cepat.

"Oh my God, ada my little honey kuu, Valdo sayangg." Ia Victoria, ia adalah manusia yang menyukai Valdo secara ugal-ugalan setelah jania. Valdo pun agak risih dengan dia. Tetapi ia lebih suka dengan gaya Victoria daripada jania.

"Hmm ada curut mematikan, ngapa sih anak jdi ada sih!?."

"Yng lain mana vic?." Tanyanya yang dingin dan tak ingin melihat Victoria di sampingnya.

"Ohh mereka tadi lag-."

"Mereka memang ga ada do." Keynal pun cepat cepat memotong pembicaraan Victoria sambil memasang wajah yang tersenyum paksa.

"Diem lu!! Nanti ketahuan valdo oon." Bisik Keynal dengan Victoria, seakan akan ada rahasia dibalik mereka.

"Ishh, iya iya." Balasnya yang cemberut.

"Oh, oke." Valdo pun menduduki kursinya sambil menunggu guru masuk untuk mengajar.

__
Sudah 2 jam lebih guru tidak ada yang masuk. Valdo semakin terheran heran, "Apa sih yang sebenarnya terjadi?."

Bel istirahat berbunyi
Ia pun berjalan ke arah kantin, karna ia sangat lapar. Ditambah lagi ia masih terheran heran, semua murid kecuali 4 orang di kelasnya.

Pilihan Aku [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang