Selamat membaca..
-
-
-
-
Setelah sampai ke tujuan, mereka pun memasuki hotel yang telah diboking oleh Valdo.
"Alhamdulillah, sampe juga nih." Ucap Daniel yang senang.
"Iye cuy, eh btw, ini sekarang kita udah dimana?." Tanya Febri.
"Kita di Kamboja." Jawab Valdo.
"HAHH!! DIKAMBOJA??!!." Mereka pun terkejut mendengar jawaban Valdo.
"Ga, gua belum liat anak gue sukses ege, sayang, anak ku Olldafi. Kita akan dijual oleh paman valdo nak." Febri pun seketika ber jongkok, seolah olah ia akan dijual.
"Drama lo jamet, lo buta?!! Lo picek apa?! Kita di London bukan di Kamboja, makanya lo dengerin penjelas IPS, bukannya dengerin malah bolos." Ketus Jessi.
"Gile do, ga gamau gua, anying lu. Kite kite kurus kerepeng gini masa mau dijual? Setan bener lu." Balas luvas.
"Aban, sebenarnya kenapa sih klo kita di Kamboja? Kan Kamboja bagus." Tanya Jeane kepada Rai.
"Kayaknya kita ga di Kamboja deh jede, coba liat, kita di London." Jawab Rai dengan spontan.
"Kok Aban tau?." Jeane pun seketika melihat sekeliling nya.
"Aduh jede jede, tuh ada benderanya, kamu buta atau gimana?." Jawabnya yang tertawa. "Kalo kita di Kamboja, otomatis banyak patung patung. Tapi menurut di buku sejarah, bahwa Kamboja dikenal negara yang menakutkan, soalnya banyak orang Indonesia bekerja disana dan akhirnya ga bisa pulang. Karena rumornya, pekerja disana itu di bunuh, terus di ambil organ nya jede." Jelas Rai.
"Oh gitu ban, ah elah mereka ini drama sekali." Ucap Jeane yang ingin tertawa.
"Eh bocah gedek, mau aja lo di boongin valdo, kite ini di London pea. Makanya lo liat dulu benderanya!!." Aran pun mengarahkan kepala mereka ke bendera yang berkibar di tiang bendera.
"Mau aja di boongin, dikasih permen juga percaya lo pada wkwk." Tawa valdo yang terbahak-bahak. "Dari pada ribut, mending ke kamar masing masing noh, lambat bayar sendiri." Ucap Valdo yang membuat mereka berlari terbirit-birit dan meninggalkan istri anaknya.
"Ga heran punya bapak kek gini, untung gue ga bloon amat." Ucap lion yang menggelengkan kepalanya.
•••
"Ayok semua kita jalan jalan." Ajak Valdo yang tengah ber siap-siap.
"Mas tunggu dulu, ini topi dan masker kamu. Kamu harus make, karna aku gak mau kamu di lihat cewe cwe, apalagi di luar negeri." Flora sangat takut jika suaminya di lirik lirik oleh wanita lain. Apalagi suaminya sangat tampan menurutnya, ia takut suaminya berpaling hati pada nya.
Valdo pun tertawa melihat tingkah istri nya. "Ya ampun sayangg nya mas, posesif banget sih sama mass. Mas ga akan berpaling hati kok sama kamuu, kan kamu cinta terakhir mas sayang." Jelas valdo yang mencubit hidung Flora tersebut.
Tanpa mereka berdua sadari, bahwa ada anak anak dan teman-temannya melihat romantis dihadapan mereka.
"Astaghfirullah, ternyata ini yang disuruh jalan jalan? Jalan jalan sambil liat kebucinan mereka." Daniel pun menggelengkan kepalanya.
"Ayo sayang, kita gak boleh kalah." Zaen dia tak mau kalah, ia langsung mengangkat Chika ala bridal style.
"Sayang ih apaan sih!! Malu sayang." Chika terkejut karena tiba tiba Zaen mengangkatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romance(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)