Selamat membaca...
.....
Hari itu langit tampak cerah seakan ikut merayakan kebahagiaan dua insan yang bersatu dalam ikatan suci. Dekorasi indah menghiasi setiap sudut, bunga-bunga bermekaran, menyebarkan aroma harum yang menenangkan. Di tengah-tengah keluarga dan sahabat yang berkumpul, kedua mempelai berdiri bersanding dengan senyum yang tak lepas dari wajah mereka. Saling menggenggam tangan, mereka mengucap janji setia untuk berjalan bersama dalam suka maupun duka. Suasana haru dan bahagia menyatu, menciptakan momen yang tak akan terlupakan. Hari itu bukan sekadar pesta, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh cinta dan harapan.
Zaaran Harfozi Firman dan Ashelia Hisna Jiwandana kini berduduk bersampingan di kursi pengantin tersebut.
Menyambut ramah tamah tamu yang kini berkunjung ke acara spesial bagi mereka itu.
Disisi lain, Valdo dan Flora sedang ada di rumah sakit, mereka terlambat datang sedikit waktu karena ada sedikit masalah.
"Sayang, mending kamu di rumah sakit, kamu lagi sakit sayang, nanti takut ada yang terjadi sama kamuu." Lembut Valdo yang menasehati Flora.
Flora menggelengkan kepalanya berkali-kali, "gak mas, aku mau liat adik ipar aku bahagia di atas pelaminan, aku gak papa mas." Ucapnya yang terlihat seperti pucat pada wajahnya.
Valdo hanya memegang kepalanya, ia tak ingin ada yang terjadi kepada istrinya itu. Dengan badan yang biru, kaki yang bengkak, dan wajah yang begitu pucat.
"Sayangnya mass... Mas mohon, kmu dengerin kata suami kamu ya, Sayang? Kamu dengan keadaan seperti ini ingin menghadiri acara ini? Kamu serius sayangg." Jawab Valdo yang lembut kepada flora agar dia mendengarkan apa kata dirinya itu.
"Mas, aku sehat okey? Aku bisa bernafas sampai ini, kmu tenang aja mas. Ayo kita berangkat, mereka pasti nungguin kita hadir diacara itu." Ucap Flora yang masih kekeh dengan Valdo. Terpaksa Valdo menuruti permintaan dari Istrinya tersebut.
...
Hadirlah Flora dan Valdo di acara spesial Aran dan Ashel itu. Terlihat ada orang tua Flora dan Valdo sedang berduduk di bangku khusus mereka itu.
"Sayang, liat kamu jalan aja lemes gitu, udah jangan kekeh apa.." tegur Valdo yang begitu gelisah melihat Flora yang berpura pura tegar.
"Shut, aku mau ke tempat Ashel, mas jangan banyak bicara okey?" Jawab Flora, setelah itu dia meninggalkan Valdo dan Valdo pun mengikuti istrinya tersebut.
Dengan perasaan campur aduk, Valdo mengikuti istrinya dengan was was, ada yang tidak beres dengan istrinya itu.
"Selamat ya Ashel, akhirnya kamu buka hati juga buat Aran." Flora mengucapkan selamat untuk Ashel dan Aran tersebut.
"Iya ka, terima kasih yaa, btw Kaka kan sakit, kok Kaka masih bisa Dateng ke acara ini?" Jawab Ashel sambil bertanya.
Flora langsung tersenyum, "inikan hari spesial kamu, masa Kaka ga Dateng sih? Kaka ga papa kok shel," jawabnya yang terlihat lemas sepertinya.
"Jagain adek gua, kesempatan kali ini jangan lo main mainin lagi." Ucap Valdo yang menasehati Aran tersebut.
Aran mengangguk, "paham bro, makasih udah bantuin gua, yah walaupun gua kena omel Mulu, yang penting gua dapet Ashel hihihi." Jawab Aran yang tertawa tipis.
"Btw, Rai mana kak?" Tanya Ashel kepada Flora.
"Gak tau, kata mas Ado dia ada urusan penting, entah apa itu." Jawab flora.
"Sayang, sudah kan? Ayo kita balik ke rumah sakit lagi, kamu keliatan lemas banget." Ajak Valdo yang was was melihat Flora seperti itu.
Karna Flora sudah merasa lelah, dia pun mengikuti apa kata suaminya itu. Dan akhirnya Flora dan Valdo kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan pemeriksaan untuk Flora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romance(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)