Selamat membaca
......
JDAR!
Dahsyatnya suara petir seketika membangunkan flora yang sedang tidur lelap. Wajah Flora itu tampak ketakutan dan kekhawatiran. Kilatan cahaya di luar sana menyelinap masuk dari celah-celah daun jendela. Flora sangat khawatir, karena suaminya belum datang hingga saat ini.
"Mass, kamu dimana?!! Ayo jawab telpon aku," khawatir flora yang menghantuinya. Karena Valdo tidak menjawab telepon darinya.
"Semoga dia baik baik aja.... Jangan sampai kambuh.." Ucapan itu.. yang membuat semua terheran.
'''
Dikeberadaan Valdo. Valdo saat ini bergegas untuk kembali ke rumah. Namun ada sesuatu yang membuatnya berhenti melakukan aktifitas.
Ada sosok misterius yang menatap Valdo dari jauh. Sosok tersebut berdiri di depan kantor Valdo, dan dengan posisi yang tegak.
Melihat sosok tersebut, membuat Valdo berdiri tegak. Menatap ketakutan di depan sana. Badannya mulai bergetar kencang, seolah olah ada trauma yang dimiliki nya.
"Gak ga!! Please jangan ganggu gua lagi!!." Dirinya sedang ketakutan, badan bergetar, dan menangis histeris.
Sosok itu pun hilang tanpa jejak. Seketika Valdo bergegas masuk ke dalam mobil dan menyalakan nya. Ia menancapkan gas dengan kecepatan tinggi, takut sosok itu kembali terlihat.
"Cukup saat itu!! Jangan lagi terjadi!! Ku mohon!!." Dengan badan bergetar getar yang tak bisa dikendalikan.
•••
Setelah itu, valdo berhasil kembali ke rumahnya. Ia segera memarkirkan mobilnya dan bergegas menuju ke dalam rumah.
Mendengar keributan dibawah, flora pun turun untuk menemui suaminya. Ia sangat takut jika suaminya kambuh lagi.
Apa yang terjadi?
"BERHENTI MENGHANTUI SAYA!!!." Teriakan itu membuat flora bergegas keluar. Benar dugaannya, saat ini Valdo sedang kambuh.
Valdo tidak bisa mengendalikan dirinya, ia berduduk di depan pintu masuk. Badannya yang basah karena hujan, dan getaran hebat menimpa badan Valdo.
Dengan langkah yang cepat. Flora pun membuka pintu utama. Terlihat ada suaminya yang sedang berduduk dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Mendengar pintu terbuka, Valdo melihat sosok yang ia tunggu. Yaitu Flora, istrinya sendiri.
"Babe.... Help..." Suara pelan Valdo yang meminta tolong kepada Flora. Dengan tatapan kosong.
"Iya iya mas, ayo kita masuk." Flora pun menuntun valdo dari luar menuju ke kamarnya.
"Dia kembali lagi.."
Flora pun langsung shock mendengar kata Valdo, seperti ada yang bermasalah.
Valdo pun langsung bergegas ke pojok ruangan kamar tersebut. Dan dirinya menghadap ke arah tembok.
"Mas kamu tenangin diri kamu, disini ada aku mas. Istri kamu." Ucap flora yang jauh dari Valdo, karena takut kambuhnya membuat dirinya juga sakit. Dengan kekhawatiran yang dahsyat.
"Revaldo..."
Ucapan itu pun membuat Valdo menatap tajam, dan kembali menangis histeris.
"AKHHH JANGANN GANGGU SAYA, SAYA INGIN HIDUP TENANGG!!!."
"Mas tenangin diri kamuu. Ini istri kamu mas."
Flashback on.
"TOLONG LEPASIN SAYAA!! TEMPAT SAYA BUKAN DISINI!!."
"KAMU DIAM!! APA SAYA SIKSA LAGI?!!." Ucapan itu membuat Valdo kembali ketakutan.
"SAYA BUKAN PELAKUNYA, INI ADALAH FITNAHH!!."
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romantik(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)