Selamat membaca
.......
"Gressel?."
Gressel langsung menundukkan kepalanya. Tak ingin melihat wajah Rai yang sedang kebingungan itu.
"Nih tas lo." Beri Rai. "Tumben lo jalan kaki? Gak dijemput?," lanjutnya sambil bertanya.
Gressel langsung mendongakkan kepalanya. "Ee-e, papah aku katanya sibuk. Kebetulan lagi mau beli sesuatu, jadi aku mau jalan aja. Mau mesen ojek online tapi nanggung, mau sampe." Jawab Gressel yang terbata bata.
Rai pun menganggukkan kepalanya. "Oh yaudah, gua tuntun lo sampe pulang. Takut terjadi lagi sama lo." Ucap Rai.
Gressel langsung melotot kan matanya sedikit. Ia tak menyangka Raivaro akan membantu ia hari ini.
"T-tapi adik kamu?."
"Adik gua? Ah gapapa itu, iya kan jede?." Rai langsung menatap ke arah Jeane.
Jeane pun mengangguk, "iya gak papa kak Gressel. Gak masalah kok, maafin aku yah soal dahulu. Kita bisa berteman dengan baik," ucapnya sambil tersenyum.
Wajah Gressel yang awalnya murung seketika menjadi senang dan tersenyum. Ia tak menyangka bahwa Rai dan Jeane sebaik itu.
"Yodah, lanjut jalan gih, gua dari belakang ngikutin Lo sama Jeane." Ajak Rai.
Gressel mengangguk. Ia langsung berjalan sedikit demi sedikit untuk menuju ke rumah Gressel.
--
Akhirnya Gressel sampai dengan selamat tanpa kendala berkat di ikuti oleh Rai dan Jeane.
"Udah sampe Rai. Makasih yah udah nolongin dan tuntun aku sampe rumah." Ucap Gressel yang berterima kasih.
"Aman sama sama Sel. Gua duluan yah, kalo ada apa apa atau bantuan hubungin gua aja." Jawab Rai yang menawarkan diri untuk bantuan dari Gressel.
Gressel mengangguk, "iya Rai, hati hati di jalan." Sahut Gressel.
Rai langsung menyalakan mesin motornya dan meninggalkan Gressel seorang diri didepan gerbang rumahnya.
Gressel langsung salah tingkah, karena seorang Crush nya membantui ia dan menawarkan diri untuk bantuan dari seorang Gressel.
•••
Keesokan harinya..
"Rai, sini papah mau ngomong." Valdo mengajak Rai untuk mengobrol sebentar.
Rai langsung menghampiri Valdo yang tengah berduduk di sofa ruang tamu.
"Ada apa pah?." Tanya Rai yang mulai berduduk di samping Valdo.
Valdo menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum membuka pembicaraan.
"Kamu nanti mau ikut olimpiade IPS kan? Udan ada persiapannya?." Tanya Valdo.
Rai mengangguk, "udah pah, abang udah belajar semuanya. Abang sudah siap sama olimpiade tersebut." Jawab Rai dengan semangat.
Valdo pun tersenyum. "Bagus anak papah. Papah akan dukung semua keinginan kamu. Nanti papah mau bicara sama kepala sekolah hari ini, tapi inget. Kalo papah di sekolah, jangan panggil papah sebagai ayah kamu. Anggap kita sebagai guru dan murid, paham?." Jelas Valdo.
Rai mengangguk. Ia sudah biasa dengan sebutan guru dan murid ketika papahnya datang ke sekolah.
...
Datanglah Raivaro di sekolah SMA Citraland Persadha. Ia datang sambil di sambut oleh sahabatnya yaitu Geng hamboys.
Dengan menenteng tas sekolah dengan satu tangan. Itulah ciri khas anak Geng hamboys. Para siswi disana kena pesona mereka yang memang parasnya begitu tampan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Aku [End]
Romansa(End) "Cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya."
![Pilihan Aku [End]](https://img.wattpad.com/cover/362503319-64-k214331.jpg)